Tes HIV dan Edukasi Pencegahan, LPKA Bandung Berikan Pengetahuan pada Anak Binaan

Bandung,– Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung menggelar kegiatan Konseling dan Tes HIV/AIDS untuk 52 anak binaan pada Rabu, 9 Oktober 2024, bertempat di Gazebo LPKA. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak binaan mengenai HIV/AIDS serta mendorong mereka untuk melakukan tes HIV secara sukarela guna mengetahui status kesehatan mereka.

Kegiatan dimulai dengan sesi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mengenai HIV/AIDS yang disampaikan oleh para petugas medis dan konselor. Dalam sesi ini, anak-anak binaan diberikan pemahaman tentang HIV/AIDS, cara penularannya, serta langkah-langkah pencegahan yang perlu dilakukan. Selain itu, peserta juga diinformasikan mengenai bahaya pembuatan tato dan aksesoris tasbeh kelamin, yang dapat meningkatkan risiko penularan HIV dan penyakit menular seksual lainnya. Materi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang bisa berbahaya bagi kesehatan mereka.

Setelah sesi KIE, anak-anak binaan mengikuti proses konseling. Konseling dimulai dengan konseling pra-tes, di mana setiap anak diberikan penjelasan terkait tes HIV dan diminta untuk memberikan persetujuan melalui tanda tangan inform consent. Setelah itu, petugas medis melakukan tes HIV dengan menggunakan metode rapid test, yang didukung oleh logistik dari Puskesmas Arcamanik. Proses tes ini berjalan dengan lancar dan didampingi oleh konselor yang memberikan dukungan emosional kepada anak-anak binaan.

Setelah tes dilakukan, dilanjutkan dengan konseling pasca-tes HIV, di mana anak-anak binaan diberi penjelasan tentang hasil tes dan langkah-langkah yang perlu diambil setelahnya. Jika hasil tes menunjukkan status negatif, mereka diberi pengetahuan lebih lanjut tentang cara menjaga kesehatan dan menghindari perilaku berisiko. Bila hasil tes menunjukkan status positif, anak-anak binaan akan dirujuk untuk mendapatkan layanan Care, Support, and Treatment (CST) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Hasil tes menunjukkan bahwa seluruh 52 anak binaan yang mengikuti tes HIV dinyatakan non-reaktif atau negatif, yang menandakan bahwa mereka tidak terinfeksi HIV. Meskipun demikian, mereka tetap diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga perilaku pencegahan agar tidak tertular HIV/AIDS di masa depan. Proses pelaporan kegiatan ini dilakukan secara online menggunakan aplikasi SIHA 2.1, yang memastikan pencatatan data dilakukan secara sistematis dan terintegrasi.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para anak binaan, yang merasa lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan menghindari perilaku berisiko. Pihak LPKA berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk mendukung pembinaan anak-anak binaan dalam rangka menciptakan generasi yang lebih sehat, sadar akan pentingnya kesehatan diri, dan siap menghadapi tantangan hidup dengan keputusan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Beranda
Account
Pesan
Search