LPKA Kelas II Bandung Hadiri Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Mitra Rehabilitasi BNN Provinsi Jawa Barat

Bandung – Kepala LPKA Kelas II Bandung bersama Kepala Subseksi Perawatan dan Staf Kehumasan menghadiri kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lembaga Rehabilitasi Mitra BNN di Wilayah Jawa Barat dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di bawah koordinasi BNN Provinsi Jawa Barat ini merupakan tindak lanjut atas surat Kepala BNN Provinsi Jawa Barat Nomor: B/0557/VII/KA/RH/2026/BNNP tanggal 15 Juli 2026 mengenai undangan penandatanganan PKS mitra rehabilitasi.

Penandatanganan PKS ini menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat sinergi antara BNN Provinsi Jawa Barat dengan seluruh lembaga rehabilitasi mitra, termasuk LPKA Kelas II Bandung, dalam penyelenggaraan layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika. Melalui kerja sama tersebut diharapkan tercipta koordinasi yang semakin efektif dalam mendukung peningkatan kualitas layanan rehabilitasi yang terintegrasi, profesional, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat upaya pencegahan serta penanggulangan penyalahgunaan narkotika di wilayah Jawa Barat.

Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan kerja sama tersebut, LPKA Kelas II Bandung berkomitmen untuk terus menjalin koordinasi dan komunikasi yang intensif bersama BNN Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaan program rehabilitasi, pencegahan penyalahgunaan narkotika, serta kegiatan pembinaan sesuai dengan ruang lingkup kerja sama yang telah disepakati. Selain itu, pelaksanaan PKS akan didukung melalui monitoring dan evaluasi secara berkala guna memastikan setiap program berjalan secara efektif dan memberikan manfaat yang optimal bagi peningkatan kualitas pembinaan di LPKA Kelas II Bandung.

LPKA Bandung Gandeng Bernilai Foundation dan Sajiwa Foundation Hadirkan Program Fostering the Future

Bandung – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung kembali memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan anak binaan melalui kolaborasi bersama Bernilai Foundation dan Sajiwa Foundation dalam program Fostering the Future: Akselerasi Pengasuhan & Pendampingan Remaja. Program ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga memperhatikan perkembangan psikologis, emosional, dan sosial remaja sebagai bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Kegiatan diawali dengan pemetaan kebutuhan peserta yang dilakukan bersama tim psikologis LPKA Kelas II Bandung. Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok belajar agar pelaksanaan pelatihan dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing anak binaan. Pelatihan dilaksanakan secara intensif dan berkala menggunakan metode interaktif hands-on training dengan mengacu pada modul pendampingan perkembangan remaja yang disusun oleh DemiKita bersama BKKBN. Berbagai materi yang disampaikan mencakup pengenalan jati diri, komunikasi efektif, regulasi emosi, pola pertemanan, batasan perilaku, hingga perencanaan masa depan. Selain menyasar anak binaan, program ini juga melibatkan orang tua atau wali sebagai bagian penting dalam proses pengasuhan dan pendampingan yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, LPKA Kelas II Bandung berharap tercipta sinergi yang semakin kuat antara lembaga, keluarga, dan mitra eksternal dalam mendukung proses pembinaan anak binaan. Program Fostering the Future diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran diri, meningkatkan kepercayaan diri, serta membekali anak binaan dengan keterampilan psikososial yang diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Ke depan, hasil pelaksanaan program beserta rekomendasi yang dihasilkan diharapkan menjadi pijakan bagi pengembangan program pembinaan yang lebih komprehensif, adaptif, dan berkelanjutan demi mewujudkan generasi muda yang produktif, bertanggung jawab, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.

LPKA Kelas II Bandung Laksanakan Fogging Cegah Penyebaran Demam Berdarah Dengue

LPKA Kelas II Bandung Laksanakan Fogging Cegah Penyebaran Demam Berdarah Dengue

Bandung – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung melaksanakan kegiatan fogging (tindakan pengasapan) di seluruh lingkungan LPKA pada Selasa (30/6/2026) mulai pukul 09.10 hingga 13.15 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Pelaksanaan fogging dilakukan bekerja sama dengan Puskesmas Arcamanik sebagai bentuk sinergi dalam menjaga kesehatan lingkungan dan meminimalkan risiko penularan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen LPKA Bandung dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi Anak Binaan maupun seluruh petugas yang berada di lingkungan LPKA.

Pengasapan dilakukan secara menyeluruh di seluruh area LPKA Bandung, meliputi wisma hunian, ruang isolasi, ruang sekolah, aula, branggang, klinik, masjid, dapur, area perkantoran, ruang kunjungan, ruang Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP), rumah dinas, hingga halaman lingkungan LPKA. Melalui kegiatan ini diharapkan populasi nyamuk dewasa pembawa virus DBD dapat ditekan sehingga mampu mengurangi potensi penyebaran penyakit di lingkungan LPKA.

Kegiatan fogging berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Ke depan, LPKA Kelas II Bandung akan terus berupaya meningkatkan langkah-langkah pencegahan melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), serta memperkuat koordinasi dengan fasilitas kesehatan setempat guna menciptakan lingkungan pembinaan yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh penghuni maupun petugas.

KIE Kesehatan dengan tema ” Remaja Keren Melawan Narkoba” & Tes Urin Narkoba Dalam Rangka Memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 Di LPKA Kelas II Bandung.

KIE Kesehatan dengan tema ” Remaja Keren Melawan Narkoba” & Tes Urin Narkoba Dalam Rangka Memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 Di LPKA Kelas II Bandung.

LPKA Kelas II Bandung bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung melaksanakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kesehatan serta Tes Urin Narkoba dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Remaja Keren Melawan Narkoba” ini dilaksanakan pada Senin, 22 Juni 2026, bertempat di Aula Pandawa LPKA Kelas II Bandung.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Kepala LPKA Kelas II Bandung Nomor: WP.11-PAS.26.PK.07.03-1636 tanggal 19 Juni 2026 perihal Permohonan Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Tes Urin. Kegiatan diikuti oleh 35 orang pegawai dan 218 anak binaan sebagai bentuk upaya preventif dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kesehatan bertajuk “Remaja Keren Melawan Narkoba” yang disampaikan oleh Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Bandung, Ibu Gini Windiasari, S.KM., M.M. Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta motivasi untuk membangun masa depan yang lebih baik dan produktif.

Selanjutnya, dilaksanakan tes urin kepada seluruh peserta yang terdiri dari pegawai dan anak binaan. Pelaksanaan tes urin dilakukan oleh petugas BNN Kota Bandung dengan didampingi oleh Petugas Kesehatan LPKA Kelas II Bandung menggunakan alat tes enam parameter. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh 35 pegawai dan 218 anak binaan dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika.

Melalui kegiatan ini, LPKA Kelas II Bandung terus berkomitmen meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan NAPZA serta memperkuat sinergi dengan BNN Kota Bandung dalam upaya pencegahan dan penanggulangan narkoba. Kegiatan berlangsung dengan tertib sesuai standar operasional prosedur dan diharapkan dapat terus berlanjut melalui kerja sama yang berkesinambungan dengan berbagai instansi terkait guna meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan bagi anak binaan.

TITIEK SOEHARTO APRESIASI TRANSFORMASI NUSAKAMBANGAN

TITIEK SOEHARTO APRESIASI TRANSFORMASI NUSAKAMBANGAN

Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, memberikan apresiasi atas transformasi kawasan Pemasyarakatan Nusakambangan yang kini berkembang menjadi sentra ketahanan pangan sekaligus pusat pembinaan kemandirian Warga Binaan. Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dengan meninjau berbagai program unggulan seperti pertanian, peternakan, produksi pupuk organik, pengolahan sampah, perikanan, budidaya udang vaname dan sidat, hingga Balai Latihan Kerja Konveksi.

Menurut Titiek, Nusakambangan yang selama ini dikenal sebagai kawasan pemasyarakatan berisiko tinggi telah bertransformasi menjadi kawasan yang produktif dan mampu menghasilkan berbagai produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Saat ini, sekitar 135 hektare lahan produktif telah dimanfaatkan dan melibatkan ratusan Warga Binaan dalam berbagai sektor usaha. Transformasi ini menjadi bukti nyata komitmen Pemasyarakatan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus membekali Warga Binaan dengan keterampilan dan kemandirian sebagai bekal untuk kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.

LPKA Bandung Laksanakan Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026

LPKA Bandung Laksanakan Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026

Bandung, 20 Mei 2026 — Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 dengan mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh seluruh pegawai, Anak Binaan, serta peserta magang di lingkungan LPKA Bandung.

Pelaksanaan upacara menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, persatuan, serta kepedulian terhadap generasi muda sebagai penerus bangsa. Seluruh peserta upacara mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh semangat kebangsaan.

Dalam amanat yang disampaikan, Hari Kebangkitan Nasional dimaknai sebagai pengingat pentingnya menjaga semangat persatuan dan gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa. Tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” juga menjadi ajakan bersama untuk memberikan perhatian, pembinaan, dan pendidikan terbaik bagi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berkualitas serta memiliki rasa cinta tanah air.

Keterlibatan Anak Binaan dalam kegiatan upacara merupakan bagian dari proses pembinaan karakter dan penanaman nilai-nilai kebangsaan di lingkungan LPKA Bandung. Selain itu, keikutsertaan peserta magang turut menjadi sarana pembelajaran mengenai pentingnya pengabdian dan semangat nasionalisme dalam dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026, LPKA Bandung berharap semangat kebangkitan dapat terus tumbuh dalam diri seluruh jajaran dan Anak Binaan untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang positif, disiplin, dan penuh semangat perubahan ke arah yang lebih baik.

Harmoni dalam Pembinaan, Pelatihan Angklung Menjadi Wadah Pengembangan Bakat Anak Binaan LPKA

Harmoni dalam Pembinaan, Pelatihan Angklung Menjadi Wadah Pengembangan Bakat Anak Binaan LPKA

Suasana penuh semangat dan kebersamaan kembali terasa di lingkungan LPKA saat kegiatan pelatihan angklung rutin dilaksanakan bersama yang secara konsisten hadir setiap satu minggu sekali. Kehadiran pelatihan ini menjadi bentuk nyata dukungan dalam memberikan pembinaan positif bagi anak-anak binaan melalui pendekatan seni dan budaya. Kegiatan ini dipandu oleh dua orang pelatih yang secara aktif mendampingi seluruh peserta selama proses latihan berlangsung.

Pelatihan angklung diberikan secara bertahap, dimulai dari materi paling dasar agar seluruh peserta memiliki pemahaman yang kuat mengenai alat musik tradisional khas Jawa Barat ini. Pada tahap awal, peserta dikenalkan dengan berbagai jenis angklung, fungsi setiap instrumen, serta karakter suara yang dihasilkan. Tidak hanya itu, para pelatih juga memberikan pemahaman teknis mengenai cara memegang, mengatur posisi tubuh, hingga teknik membunyikan angklung dengan tepat agar menghasilkan nada yang selaras. Seiring berjalannya latihan, para peserta mulai mempelajari bagaimana setiap instrumen dapat dipadukan menjadi sebuah harmonisasi musik yang utuh. Dengan jumlah anggota yang kini mencapai sekitar 44 orang, proses latihan dilakukan secara terstruktur agar setiap anak mampu memahami perannya masing-masing dalam sebuah kelompok musik. Melalui latihan yang konsisten, anak-anak dibimbing untuk membangun konsentrasi, kerja sama tim, disiplin, serta rasa percaya diri saat memainkan instrumen bersama

Anak Binaan LPKA Bandung Ikuti Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C

Anak Binaan LPKA Bandung Ikuti Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C

Bandung, 18 Mei 2026 — Dalam rangka pemenuhan hak pendidikan bagi Anak Binaan, Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bandung melaksanakan kegiatan Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C bagi Anak Binaan yang sedang menjalani masa pembinaan di lingkungan LPKA Bandung.

Kegiatan ujian dilaksanakan pada Senin, 18 Mei 2026, dengan suasana tertib, aman, dan kondusif. Anak Binaan tampak antusias mengikuti setiap tahapan ujian sebagai bagian dari upaya melanjutkan pendidikan formal yang sempat terhenti. Pelaksanaan ujian ini merupakan bentuk komitmen LPKA Bandung dalam memberikan layanan pembinaan berbasis pendidikan guna mendukung masa depan Anak Binaan agar tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.

Kepala LPKA Bandung menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu hak dasar anak yang harus tetap dipenuhi, termasuk bagi Anak Binaan di dalam lembaga pemasyarakatan. Melalui program pendidikan kesetaraan ini, diharapkan Anak Binaan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.

Pelaksanaan ujian pendidikan kesetaraan tersebut turut didukung oleh tenaga pendidik dan pihak terkait yang selama ini aktif mendampingi proses belajar Anak Binaan di LPKA Bandung. Adapun peserta ujian terdiri dari Anak Binaan yang mengikuti jenjang Paket A setara Sekolah Dasar (SD), Paket B setara Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Paket C setara Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, LPKA Bandung berharap proses pembinaan tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga mampu memberikan bekal pendidikan yang bermanfaat bagi masa depan Anak Binaan.

“Pendidikan adalah jembatan menuju perubahan dan masa depan yang lebih baik.”

LPKA Kelas II Bandung Gelar Pelatihan Tari sebagai Pengembangan Bakat Anak Binaan

LPKA Kelas II Bandung Gelar Pelatihan Tari sebagai Pengembangan Bakat Anak Binaan

Sebagai upaya pengembangan bakat dan pelestarian seni budaya daerah, LPKA Kelas II Bandung melaksanakan pelatihan Tari bagi anak binaan. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 20 peserta, meskipun tidak seluruh anggota dapat mengikuti latihan secara aktif karena beberapa di antaranya telah kembali pulang dan sebagian lainnya memiliki kesibukan pekerjaan.

Materi yang diberikan dalam pelatihan berfokus pada tari putra, khususnya Tari Keurseus dari Sumedang. Melalui kegiatan ini, pelatih berupaya memberikan pemahaman bahwa seni tari tidak hanya diperuntukkan bagi perempuan, tetapi juga dapat dipelajari dan ditampilkan oleh laki-laki. Selain mempelajari gerakan dasar tari, peserta juga diberikan latihan seperti seperti olah tubuh, ketahanan fisik, keseimbangan, fokus, olah rasa, serta pengaturan tenaga guna meningkatkan kemampuan teknik dan penghayatan saat menari.

Dalam proses pelaksanaannya, pelatih menerapkan metode pembelajaran secara bertahap. Pada tahap awal, pendekatan dilakukan secara hati-hati agar peserta merasa nyaman dan lebih percaya diri dalam mengikuti latihan. Seiring berjalannya waktu, pelatih mulai menerapkan kedisiplinan dan ketegasan agar peserta mampu mengikuti latihan dengan lebih serius dan teratur.

Sebelum praktik dimulai, peserta terlebih dahulu diberikan penjelasan mengenai teori dasar seni tari serta makna dari gerakan yang dipelajari.Pelatihan tari biasanya berlangsung selama satu hingga tiga jam termasuk waktu istirahat.

Selama kegiatan berlangsung, peserta diarahkan untuk menghafal gerakan, melatih kekompakan, serta membangun rasa percaya diri untuk tampil di hadapan publik. Saat ini, para peserta juga tengah mempersiapkan penampilan untuk kebutuhan upacara adat yang melibatkan unsur tari, penggunaan properti, serta umbul-umbul sebagai bagian dari pertunjukan.

Asah Kreativitas dan Kepercayaan Diri, Anak Binaan LPKA Ikuti Kegiatan Teater sebagai Wadah Pengembangan Potensi

Asah Kreativitas dan Kepercayaan Diri, Anak Binaan LPKA Ikuti Kegiatan Teater sebagai Wadah Pengembangan Potensi

Sebagai upaya memberikan ruang bagi pengembangan kreativitas, ekspresi diri, serta kepercayaan diri anak binaan, LPKA menghadirkan program pembinaan melalui kegiatan teater yang mulai aktif dilaksanakan dalam beberapa bulan terakhir. Meski terbilang sebagai kegiatan baru, program ini mendapat respons positif dan antusiasme yang tinggi dari para peserta. Kegiatan teater hadir sebagai wadah pembelajaran seni peran sekaligus sarana pembentukan karakter, keberanian, dan kemampuan berkomunikasi di depan publik.

Kegiatan teater ini dilaksanakan di lingkungan LPKA dengan melibatkan anak-anak binaan yang memiliki minat pada seni pertunjukan. Pada tahap awal pelaksanaan, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini masih berkisar belasan orang. Namun seiring persiapan menghadapi penampilan kabaret yang akan datang, jumlah anggota aktif yang mengikuti latihan terus bertambah hingga kini mencapai sekitar 20 orang.

Pada setiap pertemuan, kegiatan diawali dengan sesi perkenalan dan pendekatan antaranggota guna menciptakan suasana latihan yang nyaman, terbuka, dan penuh kebersamaan. Metode ini diterapkan agar para peserta dapat saling mengenal lebih dekat, membangun rasa percaya satu sama lain, serta menciptakan kerja sama yang baik selama proses latihan berlangsung.

Setelah suasana terbentuk, materi latihan mulai diarahkan pada pengenalan dasar-dasar teater, mulai dari teknik bermain peran, pengolahan ekspresi, cara menyampaikan dialog dengan baik, hingga membangun keberanian tampil di hadapan banyak orang. Melalui latihan tersebut, peserta dibimbing untuk memahami bahwa seni peran tidak hanya menampilkan karakter, tetapi juga melatih pengendalian emosi, komunikasi, dan rasa percaya diri.

Dalam proses pembelajaran, peserta terlebih dahulu diajak untuk memahami naskah atau script yang akan dimainkan agar mampu mengenali alur cerita, latar, serta karakter yang akan diperankan. Setelah memahami materi, pelatih bersama peserta melakukan sesi brainstorming untuk mendiskusikan pendalaman karakter, ekspresi, intonasi dialog, hingga improvisasi yang sesuai dengan kebutuhan setiap adegan. Pendekatan ini dilakukan agar setiap peserta dapat lebih memahami peran yang dibawakan secara mendalam.

Setelah seluruh materi dipahami, latihan dilanjutkan dengan praktik langsung di area latihan. Para peserta diberikan kesempatan untuk mencoba setiap adegan secara bertahap, melakukan evaluasi bersama, serta mengulang bagian tertentu hingga tampil lebih natural dan percaya diri. Melalui kegiatan teater ini, diharapkan anak-anak binaan dapat mengembangkan potensi seni, kemampuan bekerja sama, keterampilan komunikasi, serta keberanian untuk mengekspresikan diri secara positif melalui seni pertunjukan.

Beranda
Account
Pesan
Search