Tingkatkan Kesiapsiagaan, LPKA Bandung Gelar Mitigasi Bencana bagi Pegawai dan Anak Binaan

Bandung, 8 September 2026 – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung melaksanakan kegiatan Mitigasi Bencana Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Selasa, 8 September 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan serta pengetahuan pegawai dan Anak Binaan dalam menghadapi potensi bencana alam.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengarahan dan pembagian masker kepada pegawai setelah pelaksanaan Apel Pagi Pegawai LPKA Kelas II Bandung. Pembagian masker menjadi salah satu langkah preventif untuk mengantisipasi risiko gangguan kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh abu vulkanik apabila terjadi erupsi.

Selanjutnya, kegiatan dilaksanakan di Aula Pandawa LPKA Kelas II Bandung dengan pengarahan Kepala LPKA kepada seluruh Anak Binaan. Dalam arahannya, Anak Binaan diberikan pemahaman mengenai pentingnya tetap tenang, mengikuti instruksi petugas, serta mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi bencana.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dari Kepala Seksi Penegakan Disiplin mengenai mitigasi bencana erupsi Gunung Anak Krakatau. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya kesiapsiagaan, mengenali potensi bahaya, serta memahami prosedur keselamatan yang harus dilakukan untuk meminimalkan risiko apabila terjadi bencana.

Selain itu, Kasubsi Pelaporan dan Penegakan Disiplin memberikan edukasi kepada Anak Binaan mengenai tindakan yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana gempa bumi. Anak Binaan diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah penyelamatan diri, pentingnya mengikuti jalur evakuasi, serta mematuhi arahan petugas selama proses evakuasi berlangsung.

Aspek kesehatan juga menjadi perhatian dalam kegiatan mitigasi tersebut. Petugas Kesehatan LPKA Kelas II Bandung memberikan penyuluhan mengenai upaya pencegahan gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Anak Binaan diberikan edukasi mengenai pentingnya menggunakan masker dan menjaga kesehatan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan maupun dampak kesehatan lainnya akibat abu vulkanik.

Sebagai bentuk kesiapan menghadapi kondisi darurat, LPKA Kelas II Bandung juga melaksanakan pembagian masker kepada seluruh Anak Binaan, baik yang berada di Aula maupun di lingkungan sekolah. Kegiatan dilanjutkan dengan dokumentasi bersama sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan LPKA.

Puncak kegiatan dilaksanakan melalui simulasi evakuasi Anak Binaan ketika terjadi bencana alam gempa bumi. Dalam simulasi tersebut, Anak Binaan diarahkan untuk mempraktikkan langkah-langkah penyelamatan diri serta proses evakuasi menuju titik yang telah ditentukan dengan tetap memperhatikan ketertiban dan keselamatan.

Melalui kegiatan mitigasi bencana ini, LPKA Kelas II Bandung berupaya mengurangi risiko dan dampak yang dapat ditimbulkan oleh bencana terhadap pegawai maupun Anak Binaan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kemampuan seluruh warga LPKA dalam mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi bencana.

Kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan LPKA yang aman dan tanggap terhadap berbagai potensi kedaruratan. Dengan adanya edukasi dan simulasi secara langsung, diharapkan pegawai dan Anak Binaan tidak hanya memahami teori mitigasi bencana, tetapi juga mampu menerapkannya secara tepat apabila menghadapi kondisi darurat.

Melalui kegiatan tersebut, LPKA Kelas II Bandung terus berkomitmen membangun budaya siaga bencana, peduli kesehatan, dan mengutamakan keselamatan bagi seluruh anak binaan.

LPKA Kelas II Bandung Tegaskan Komitmen Pelayanan Bersih dan Bebas Pungutan Liar

LPKA Kelas II Bandung Tegaskan Komitmen Pelayanan Bersih dan Bebas Pungutan Liar

Bandung, 1 September 2026 — Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan penyelenggaraan pelayanan Pemasyarakatan yang bersih, transparan, profesional, dan bebas dari segala bentuk pungutan liar (pungli).

Komitmen tersebut disampaikan melalui kegiatan apel pagi bersama jajaran pegawai dan seluruh Anak Binaan LPKA Kelas II Bandung pada Selasa (1/9). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pengarahan dan sosialisasi mengenai larangan melakukan pungutan liar dalam seluruh bentuk pelayanan di lingkungan LPKA Kelas II Bandung.

Dalam arahannya, Kepala LPKA Kelas II Bandung menegaskan bahwa seluruh bentuk pelayanan kepada Anak Binaan maupun keluarga tidak dipungut biaya apapun, sepanjang pelayanan tersebut merupakan hak dan layanan yang menjadi kewenangan LPKA.

Penyampaian tersebut mencakup berbagai layanan, antara lain pelayanan makan, registrasi, pemberian remisi atau pengurangan masa pidana, serta pemenuhan hak integrasi seperti Pembebasan Bersyarat (PB) dan Cuti Bersyarat (CB), maupun pelayanan lainnya yang diberikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kepala LPKA Bandung juga menekankan bahwa apabila persyaratan administratif dan substantif Anak Binaan telah terpenuhi, maka petugas wajib segera melaksanakan proses pemenuhan hak tersebut secara profesional dan sesuai prosedur, tanpa meminta, menerima, maupun membebankan biaya dalam bentuk apapun kepada Anak Binaan ataupun keluarganya.

“Tidak ada pungutan dalam bentuk apapun dalam pelayanan di LPKA Bandung. Apabila persyaratan telah terpenuhi, pelayanan harus diberikan sesuai ketentuan dan dilaksanakan secara cepat, tepat, transparan, serta tanpa imbalan,” tegas Kepala LPKA Bandung dalam arahannya.

Sosialisasi tidak hanya diberikan kepada jajaran pegawai dan Anak Binaan. Pada kesempatan yang sama, Kepala LPKA Kelas II Bandung juga menyampaikan secara langsung informasi tersebut kepada orang tua dan keluarga Anak Binaan yang hadir dalam pelaksanaan kunjungan tatap muka.

Hal ini menjadi bagian penting dalam membangun keterbukaan informasi kepada masyarakat. Orang tua dan keluarga Anak Binaan diberikan pemahaman bahwa seluruh pelayanan yang menjadi hak Anak Binaan dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang berlaku dan tidak dibenarkan adanya permintaan uang, pemberian imbalan, ataupun pungutan dengan alasan apapun.

Selain itu, seluruh pegawai diingatkan untuk tidak melakukan tindakan yang dapat mencederai integritas organisasi, termasuk memanfaatkan kewenangan maupun pelayanan kepada Anak Binaan dan keluarga untuk kepentingan pribadi.

LPKA Kelas II Bandung juga mengajak seluruh Anak Binaan dan keluarga untuk tidak memberikan uang atau imbalan kepada petugas dalam rangka memperoleh pelayanan. Apabila terdapat pihak yang meminta sejumlah uang atau melakukan tindakan yang mengarah pada praktik pungutan liar, hal tersebut dapat segera dilaporkan melalui saluran pengaduan yang tersedia.

Langkah ini merupakan bentuk keseriusan LPKA Kelas II Bandung dalam melakukan pencegahan terhadap potensi terjadinya pungutan liar sejak dini, sekaligus memperkuat pengawasan internal dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Pemasyarakatan.

Melalui kegiatan pengarahan dan sosialisasi secara langsung kepada seluruh unsur, LPKA Kelas II Bandung berharap tercipta pemahaman dan komitmen bersama bahwa pelayanan publik merupakan hak masyarakat yang harus diberikan secara profesional dan tidak boleh dikomersialisasikan.

Dengan semangat tersebut, LPKA Kelas II Bandung berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang bersih, transparan, akuntabel, humanis, dan bebas dari pungutan liar, serta memastikan setiap hak Anak Binaan dapat dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, LPKA Bandung Ajak Anak Binaan Meneladani Rasulullah dan Menjemput Masa Depan

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, LPKA Bandung Ajak Anak Binaan Meneladani Rasulullah dan Menjemput Masa Depan

Bandung, 31 Agustus 2026 – Dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung melaksanakan kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema “Meneladani Rasulullah SAW, Menghapus Masa Lalu, Menjemput Masa Depan”, pada Senin, 31 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran petugas dan Anak Binaan LPKA Kelas II Bandung. Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mengambil hikmah dari perjalanan hidup dan keteladanan beliau dalam membangun akhlak, kesabaran, kejujuran, serta kepedulian terhadap sesama.

Dalam kegiatan tersebut, LPKA Kelas II Bandung menghadirkan Ustadz Mohammad Syukron Ma’mun, S.Pd., Al Hafidz, selaku Ketua DPW Forum Huffazhil Qur’an Jawa Barat, sebagai pengisi tausiyah. Kehadiran beliau memberikan nuansa keagamaan sekaligus pesan pembinaan yang relevan bagi Anak Binaan dalam menjalani proses perubahan dan mempersiapkan masa depan.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Mohammad Syukron Ma’mun mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak Rasulullah SAW yang penuh kesabaran, kasih sayang, kejujuran, dan keteguhan dalam menghadapi berbagai ujian menjadi nilai yang dapat diterapkan dalam proses memperbaiki diri.

Tema “Menghapus Masa Lalu, Menjemput Masa Depan” juga menjadi pesan utama yang disampaikan kepada Anak Binaan. Masa lalu hendaknya tidak menjadi alasan untuk berhenti melangkah, tetapi dijadikan sebagai pengalaman dan pembelajaran untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Pesan tersebut menjadi sangat bermakna bagi Anak Binaan yang sedang menjalani proses pembinaan. Setiap individu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, membangun kembali kepercayaan, serta menata kehidupan dengan penuh harapan. Proses pembinaan di LPKA menjadi ruang bagi Anak Binaan untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.

Melalui keteladanan Rasulullah SAW, Anak Binaan diajak untuk menumbuhkan sikap sabar, disiplin, bertanggung jawab, menghormati orang lain, serta senantiasa berusaha memperbaiki diri. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya dipahami selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh antusiasme. Para Anak Binaan mengikuti tausiyah dengan baik serta diberikan ruang untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan diri masing-masing. Momentum tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa setiap kesalahan dapat menjadi pelajaran dan setiap hari merupakan kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi bagian dari pelaksanaan pembinaan kepribadian dan kerohanian di LPKA Kelas II Bandung. Pembinaan melalui kegiatan keagamaan diharapkan mampu memperkuat nilai moral dan spiritual Anak Binaan sekaligus menjadi bekal dalam menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, LPKA Kelas II Bandung terus berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku, tetapi juga membangun kesadaran, karakter, dan keyakinan untuk menata kehidupan yang lebih baik.

Menghapus masa lalu bukan berarti melupakannya, melainkan menjadikannya pelajaran untuk menjemput masa depan. Semoga keteladanan Rasulullah SAW senantiasa menjadi inspirasi bagi seluruh Anak Binaan dan keluarga besar LPKA Kelas II Bandung untuk terus memperbaiki diri, menebarkan kebaikan, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.

Menemukan Arah, Membangun Harapan: Pelatihan Psikososial bagi Anak Binaan LPKA Kelas II Bandung

Menemukan Arah, Membangun Harapan: Pelatihan Psikososial bagi Anak Binaan LPKA Kelas II Bandung

Bandung, 20 Agustus 2026 – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung menerima pelaksanaan Pelatihan Dukungan Psikososial bagi Anak Binaan dengan tema “Menemukan Kompas”, yang diselenggarakan oleh Lembaga Advokat Hak Anak (LAHA) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) pada tanggal 19–20 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan dukungan kepada Anak Binaan dalam mengenali diri, memahami emosi, membangun kepercayaan diri, serta menemukan arah dan tujuan positif dalam kehidupan. Melalui pendekatan psikososial, Anak Binaan diberikan ruang yang aman untuk berekspresi, berbagi pengalaman, dan mengembangkan potensi diri.

Mengusung tema “Menemukan Kompas”, pelatihan diarahkan untuk membantu Anak Binaan menemukan nilai, tujuan, dan motivasi yang dapat menjadi pedoman dalam menentukan langkah ke depan. Materi dan aktivitas yang diberikan dikemas secara interaktif sehingga Anak Binaan dapat mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif.

Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara LPKA Kelas II Bandung, LAHA, dan KemenPPPA dalam mendukung pemenuhan hak serta kebutuhan Anak Binaan, khususnya dalam aspek psikososial. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu Anak Binaan menghadapi berbagai tantangan selama menjalani proses pembinaan sekaligus mempersiapkan diri untuk kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung dalam suasana edukatif, interaktif, dan penuh keterlibatan. Anak Binaan mendapatkan kesempatan untuk belajar mengenali kekuatan diri, membangun pola pikir positif, serta menumbuhkan harapan terhadap masa depan.

Melalui kegiatan “Menemukan Kompas”, LPKA Kelas II Bandung terus berkomitmen mendukung proses pembinaan yang menyeluruh, tidak hanya melalui pendidikan dan keterampilan, tetapi juga melalui penguatan aspek psikososial. Diharapkan setiap Anak Binaan mampu menemukan arah terbaik dalam kehidupannya dan melangkah menuju masa depan dengan lebih percaya diri dan penuh harapan.

Pastikan Hak Administrasi Terpenuhi, LPKA Bandung Fasilitasi Perekaman E-KTP Bagi Anak Binaan

Pastikan Hak Administrasi Terpenuhi, LPKA Bandung Fasilitasi Perekaman E-KTP Bagi Anak Binaan

Bandung, 19 Agustus 2026 – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung melaksanakan kegiatan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) bagi Anak Binaan, pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara LPKA Kelas II Bandung dengan Disdukcapil Kota Bandung dalam memastikan pemenuhan hak administrasi kependudukan bagi Anak Binaan. Perekaman E-KTP menjadi langkah penting dalam memastikan Anak Binaan memiliki dokumen kependudukan yang sah sebagai bagian dari pemenuhan hak-hak sipil mereka.

Dalam pelaksanaannya, petugas dari Disdukcapil Kota Bandung memberikan pelayanan perekaman data biometrik kepada Anak Binaan yang telah memenuhi persyaratan. Proses perekaman dilakukan secara tertib dengan pendampingan dari petugas LPKA Kelas II Bandung.

Kepemilikan dokumen kependudukan memiliki peran penting dalam berbagai keperluan administrasi, termasuk akses terhadap layanan publik, pendidikan, kesehatan, serta berbagai kebutuhan administrasi lainnya. Oleh karena itu, fasilitasi perekaman E-KTP bagi Anak Binaan menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan mereka untuk kembali dan berintegrasi di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut juga menjadi wujud komitmen LPKA Kelas II Bandung untuk terus memastikan terpenuhinya hak-hak Anak Binaan selama menjalani masa pembinaan. Pemenuhan administrasi kependudukan diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi Anak Binaan dalam memperoleh berbagai layanan dan mengurus kebutuhan administrasi di masa mendatang.

Melalui sinergi bersama Disdukcapil Kota Bandung, LPKA Kelas II Bandung terus berupaya menghadirkan pelayanan yang optimal, khususnya dalam pemenuhan hak sipil dan administrasi kependudukan Anak Binaan.

Dengan tersedianya dokumen kependudukan yang lengkap, diharapkan Anak Binaan memiliki bekal administrasi yang memadai sebagai salah satu bagian dari persiapan untuk melanjutkan kehidupan, mengembangkan potensi, dan kembali berkontribusi secara positif di masyarakat.

Kegiatan Pertanian di LPKA Bandung Jadi Wadah Pembelajaran dan Keterampilan Anak Binaan

Kegiatan Pertanian di LPKA Bandung Jadi Wadah Pembelajaran dan Keterampilan Anak Binaan

Bandung — Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung terus mengembangkan berbagai kegiatan pembinaan yang bersifat edukatif dan produktif bagi anak binaan. Salah satunya melalui kegiatan pertanian yang dilaksanakan di lingkungan LPKA Bandung.

Kegiatan pertanian ini menjadi wadah bagi anak binaan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan praktis dalam bercocok tanam. Melalui kegiatan tersebut, anak binaan tidak hanya belajar mengenai proses pertanian, tetapi juga dilatih untuk memiliki sikap disiplin, bertanggung jawab, dan tekun dalam merawat tanaman.

Beragam jenis tanaman dibudidayakan di lingkungan LPKA Bandung, diantaranya pakcoy, bayam, semangka, strawberry, kangkung, caisim, selada, bawang daun, dan tomat. Proses budidaya dilakukan dengan dua metode, yaitu penanaman secara langsung di lahan kebun dan menggunakan sistem hidroponik.

Dengan adanya dua metode tersebut, anak binaan mendapatkan pengetahuan mengenai teknik pertanian konvensional sekaligus mengenal metode pertanian modern yang dapat diterapkan pada lahan dengan keterbatasan ruang.

Dalam pelaksanaannya, anak binaan terlibat dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari persiapan media tanam, penanaman, penyiraman dan perawatan, hingga proses pemanenan. Keterlibatan secara langsung tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap tanaman yang mereka rawat.

Saat ini, kegiatan pertanian di LPKA Bandung tengah memasuki masa panen pakcoy. Hasil panen tersebut menjadi salah satu bentuk nyata dari proses perawatan yang dilakukan secara rutin. Kegiatan panen juga memberikan pengalaman kepada anak binaan mengenai proses produksi pangan, mulai dari menanam hingga menghasilkan tanaman yang siap dimanfaatkan.

Kegiatan pertanian di LPKA Bandung diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari program pembinaan yang memberikan manfaat jangka panjang. Bekal keterampilan dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan diharapkan dapat menjadi modal bagi anak binaan untuk mengembangkan potensi diri serta menerapkan keterampilan pertanian secara mandiri di masa yang akan datang.

Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, LPKA Kelas II Bandung Laksanakan Upacara dan Penyerahan Remisi serta PMP Umum bagi Anak Binaan

Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, LPKA Kelas II Bandung Laksanakan Upacara dan Penyerahan Remisi serta PMP Umum bagi Anak Binaan

Bandung, 17 Agustus 2026 – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh jajaran petugas serta Anak Binaan LPKA Kelas II Bandung.

Pelaksanaan upacara bendera menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus momentum untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, kedisiplinan, dan rasa cinta tanah air dalam lingkungan LPKA Kelas II Bandung.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dilaksanakan Pemberian Remisi dan PMP Umum yang merupakan salah satu bentuk pemenuhan hak bagi Narapidana dan Anak Binaan yang telah mengikuti proses pembinaan dengan baik. Pemberian hak tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus menunjukkan perubahan perilaku, meningkatkan kedisiplinan, serta mengikuti seluruh program pembinaan yang diberikan.

Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini juga menjadi pengingat bahwa proses pembinaan merupakan bagian penting dalam mempersiapkan Anak Binaan untuk dapat kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, LPKA Kelas II Bandung terus berkomitmen dalam melaksanakan pembinaan secara optimal, humanis, dan berkelanjutan guna mendukung terwujudnya Anak Binaan yang memiliki kepribadian baik, mandiri, serta siap kembali dan berkontribusi positif di masyarakat.

LPKA Kelas II Bandung dan Fakultas Kedokteran Gigi UNPAD Jalin Kerja Sama untuk Tingkatkan Kesehatan Gigi Anak Binaan

LPKA Kelas II Bandung dan Fakultas Kedokteran Gigi UNPAD Jalin Kerja Sama untuk Tingkatkan Kesehatan Gigi Anak Binaan

Bandung, 12 Agustus 2026 — Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung melaksanakan kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG UNPAD). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi dalam mendukung pemenuhan hak serta peningkatan kualitas kesehatan anak binaan, khususnya dalam bidang kesehatan gigi dan mulut.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai kesehatan gigi dan mulut yang diberikan oleh tim dari FKG UNPAD kepada anak binaan LPKA Kelas II Bandung. Materi penyuluhan disampaikan secara edukatif dan interaktif dengan memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut, cara menyikat gigi yang benar, serta upaya pencegahan berbagai masalah kesehatan gigi.

Selain penyuluhan, kegiatan juga mencakup skrining kesehatan gigi dan mulut bagi anak binaan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan gigi masing-masing anak serta mengidentifikasi permasalahan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Setelah proses skrining, kegiatan dilanjutkan dengan pengobatan gigi bagi anak binaan yang membutuhkan tindakan medis.

Melalui pelaksanaan kegiatan tersebut, LPKA Kelas II Bandung bersama FKG UNPAD menunjukkan komitmen dalam memberikan perhatian terhadap aspek kesehatan anak binaan selama menjalani masa pembinaan. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesadaran anak binaan akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan gigi serta mulut.

Kegiatan Penandatanganan PKS, penyuluhan, skrining, dan pengobatan gigi berlangsung dengan tertib dan mendapat antusiasme dari anak binaan. Sinergi antara LPKA Kelas II Bandung dan FKG UNPAD diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai program kesehatan lainnya sebagai bagian dari upaya mendukung proses pembinaan yang komprehensif dan berkelanjutan.

Hari Pertama MagangHub Kemnaker, Peserta Kenali Lingkungan Kerja di LPKA Bandung

Hari Pertama MagangHub Kemnaker, Peserta Kenali Lingkungan Kerja di LPKA Bandung

Bandung, 10 Agustus 2025 — Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung menerima peserta Program MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Angkatan II Batch 1 pada hari pertama pelaksanaan magang. Kegiatan diawali dengan penyambutan dan pengenalan lingkungan kerja sebagai bagian dari proses adaptasi peserta sebelum menjalankan tugas dan tanggung jawab selama masa magang.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai profil LPKA Kelas II Bandung, lingkungan kerja, tata tertib, serta ketentuan yang perlu diperhatikan selama mengikuti program magang. Pengenalan ini bertujuan agar peserta dapat memahami aturan yang berlaku, menjaga kedisiplinan, serta mampu menyesuaikan diri dengan budaya dan lingkungan kerja di LPKA Kelas II Bandung.

Selain mendapatkan pengarahan, peserta juga diajak berkeliling untuk mengenal berbagai fasilitas dan area kerja yang terdapat di lingkungan LPKA Kelas II Bandung. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung bagaimana lingkungan kerja di LPKA Kelas II Bandung serta memahami fungsi dari setiap area yang ada.

Selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan tugas dan fungsi masing-masing bidang yang ada di LPKA Kelas II Bandung. Pengenalan tersebut mencakup gambaran mengenai pekerjaan, tanggung jawab, serta peran setiap bidang dalam mendukung pelaksanaan pelayanan dan operasional. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai bidang pekerjaan yang akan dijalankan selama mengikuti program MagangHub Kemnaker.

Kegiatan hari pertama ini menjadi langkah awal bagi peserta MagangHub Kemnaker Angkatan II Batch 1 untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja sekaligus membangun pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab yang akan dilaksanakan. Dengan adanya pengenalan tersebut, peserta diharapkan mampu menjalankan kegiatan magang secara disiplin, profesional, dan bertanggung jawab serta dapat memberikan kontribusi positif bagi LPKA Kelas II Bandung selama masa pelaksanaan program.

Sambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027, LPKA Kelas II Bandung Laksanakan Apel Pembukaan dan Kegiatan Belajar Mengajar

Sambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027, LPKA Kelas II Bandung Laksanakan Apel Pembukaan dan Kegiatan Belajar Mengajar

Bandung, 10 Agustus 2026 – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung melaksanakan Apel Pembukaan Tahun Ajaran Baru 2026/2027 yang dilanjutkan dengan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bagi Anak Binaan, pada Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengawali proses pembelajaran dengan semangat baru sekaligus memperkuat komitmen LPKA Kelas II Bandung dalam memenuhi hak pendidikan bagi Anak Binaan.

Pelaksanaan apel pembukaan menjadi tanda dimulainya kembali rangkaian kegiatan pendidikan pada tahun ajaran 2026/2027. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan diikuti oleh Anak Binaan serta jajaran pendidik dan petugas yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan di lingkungan LPKA Kelas II Bandung.

Momentum tahun ajaran baru menjadi kesempatan bagi Anak Binaan untuk kembali menumbuhkan semangat belajar, meningkatkan kedisiplinan, serta menetapkan tujuan yang ingin dicapai selama mengikuti proses pendidikan. Pendidikan di LPKA tidak hanya diarahkan untuk memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan persiapan Anak Binaan untuk kembali ke masyarakat.

Setelah pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sesuai dengan program pendidikan yang telah disiapkan. Anak Binaan mengikuti proses pembelajaran dengan didampingi oleh tenaga pendidik dalam suasana yang kondusif dan mendukung perkembangan mereka.

Penyelenggaraan pendidikan bagi Anak Binaan merupakan bagian penting dalam pemenuhan hak anak selama menjalani masa pembinaan. Melalui pendidikan, Anak Binaan diberikan kesempatan untuk terus belajar, mengembangkan potensi, memperoleh pengetahuan dan keterampilan, serta mempersiapkan diri untuk melanjutkan kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Semangat tersebut sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap penyelenggaraan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik dalam menyambut Tahun Ajaran 2026/2027.

LPKA Kelas II Bandung berkomitmen untuk terus memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan berkesinambungan bagi Anak Binaan. Sinergi antara petugas, tenaga pendidik, serta pihak terkait diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif sehingga setiap Anak Binaan memiliki kesempatan untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.

Dengan dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027, diharapkan seluruh Anak Binaan dapat mengikuti proses pembelajaran dengan penuh semangat, disiplin, dan kesungguhan. Awal tahun ajaran bukan sekadar dimulainya kegiatan belajar, tetapi juga menjadi awal dari langkah baru untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Beranda
Account
Pesan
Search