LPKA Bandung Laksanakan Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026

LPKA Bandung Laksanakan Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026

Bandung, 20 Mei 2026 — Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 dengan mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh seluruh pegawai, Anak Binaan, serta peserta magang di lingkungan LPKA Bandung.

Pelaksanaan upacara menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, persatuan, serta kepedulian terhadap generasi muda sebagai penerus bangsa. Seluruh peserta upacara mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh semangat kebangsaan.

Dalam amanat yang disampaikan, Hari Kebangkitan Nasional dimaknai sebagai pengingat pentingnya menjaga semangat persatuan dan gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa. Tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” juga menjadi ajakan bersama untuk memberikan perhatian, pembinaan, dan pendidikan terbaik bagi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berkualitas serta memiliki rasa cinta tanah air.

Keterlibatan Anak Binaan dalam kegiatan upacara merupakan bagian dari proses pembinaan karakter dan penanaman nilai-nilai kebangsaan di lingkungan LPKA Bandung. Selain itu, keikutsertaan peserta magang turut menjadi sarana pembelajaran mengenai pentingnya pengabdian dan semangat nasionalisme dalam dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026, LPKA Bandung berharap semangat kebangkitan dapat terus tumbuh dalam diri seluruh jajaran dan Anak Binaan untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang positif, disiplin, dan penuh semangat perubahan ke arah yang lebih baik.

Harmoni dalam Pembinaan, Pelatihan Angklung Menjadi Wadah Pengembangan Bakat Anak Binaan LPKA

Harmoni dalam Pembinaan, Pelatihan Angklung Menjadi Wadah Pengembangan Bakat Anak Binaan LPKA

Suasana penuh semangat dan kebersamaan kembali terasa di lingkungan LPKA saat kegiatan pelatihan angklung rutin dilaksanakan bersama yang secara konsisten hadir setiap satu minggu sekali. Kehadiran pelatihan ini menjadi bentuk nyata dukungan dalam memberikan pembinaan positif bagi anak-anak binaan melalui pendekatan seni dan budaya. Kegiatan ini dipandu oleh dua orang pelatih yang secara aktif mendampingi seluruh peserta selama proses latihan berlangsung.

Pelatihan angklung diberikan secara bertahap, dimulai dari materi paling dasar agar seluruh peserta memiliki pemahaman yang kuat mengenai alat musik tradisional khas Jawa Barat ini. Pada tahap awal, peserta dikenalkan dengan berbagai jenis angklung, fungsi setiap instrumen, serta karakter suara yang dihasilkan. Tidak hanya itu, para pelatih juga memberikan pemahaman teknis mengenai cara memegang, mengatur posisi tubuh, hingga teknik membunyikan angklung dengan tepat agar menghasilkan nada yang selaras. Seiring berjalannya latihan, para peserta mulai mempelajari bagaimana setiap instrumen dapat dipadukan menjadi sebuah harmonisasi musik yang utuh. Dengan jumlah anggota yang kini mencapai sekitar 44 orang, proses latihan dilakukan secara terstruktur agar setiap anak mampu memahami perannya masing-masing dalam sebuah kelompok musik. Melalui latihan yang konsisten, anak-anak dibimbing untuk membangun konsentrasi, kerja sama tim, disiplin, serta rasa percaya diri saat memainkan instrumen bersama

Anak Binaan LPKA Bandung Ikuti Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C

Anak Binaan LPKA Bandung Ikuti Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C

Bandung, 18 Mei 2026 — Dalam rangka pemenuhan hak pendidikan bagi Anak Binaan, Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bandung melaksanakan kegiatan Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C bagi Anak Binaan yang sedang menjalani masa pembinaan di lingkungan LPKA Bandung.

Kegiatan ujian dilaksanakan pada Senin, 18 Mei 2026, dengan suasana tertib, aman, dan kondusif. Anak Binaan tampak antusias mengikuti setiap tahapan ujian sebagai bagian dari upaya melanjutkan pendidikan formal yang sempat terhenti. Pelaksanaan ujian ini merupakan bentuk komitmen LPKA Bandung dalam memberikan layanan pembinaan berbasis pendidikan guna mendukung masa depan Anak Binaan agar tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.

Kepala LPKA Bandung menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu hak dasar anak yang harus tetap dipenuhi, termasuk bagi Anak Binaan di dalam lembaga pemasyarakatan. Melalui program pendidikan kesetaraan ini, diharapkan Anak Binaan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.

Pelaksanaan ujian pendidikan kesetaraan tersebut turut didukung oleh tenaga pendidik dan pihak terkait yang selama ini aktif mendampingi proses belajar Anak Binaan di LPKA Bandung. Adapun peserta ujian terdiri dari Anak Binaan yang mengikuti jenjang Paket A setara Sekolah Dasar (SD), Paket B setara Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Paket C setara Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, LPKA Bandung berharap proses pembinaan tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga mampu memberikan bekal pendidikan yang bermanfaat bagi masa depan Anak Binaan.

“Pendidikan adalah jembatan menuju perubahan dan masa depan yang lebih baik.”

LPKA Kelas II Bandung Gelar Pelatihan Tari sebagai Pengembangan Bakat Anak Binaan

LPKA Kelas II Bandung Gelar Pelatihan Tari sebagai Pengembangan Bakat Anak Binaan

Sebagai upaya pengembangan bakat dan pelestarian seni budaya daerah, LPKA Kelas II Bandung melaksanakan pelatihan Tari bagi anak binaan. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 20 peserta, meskipun tidak seluruh anggota dapat mengikuti latihan secara aktif karena beberapa di antaranya telah kembali pulang dan sebagian lainnya memiliki kesibukan pekerjaan.

Materi yang diberikan dalam pelatihan berfokus pada tari putra, khususnya Tari Keurseus dari Sumedang. Melalui kegiatan ini, pelatih berupaya memberikan pemahaman bahwa seni tari tidak hanya diperuntukkan bagi perempuan, tetapi juga dapat dipelajari dan ditampilkan oleh laki-laki. Selain mempelajari gerakan dasar tari, peserta juga diberikan latihan seperti seperti olah tubuh, ketahanan fisik, keseimbangan, fokus, olah rasa, serta pengaturan tenaga guna meningkatkan kemampuan teknik dan penghayatan saat menari.

Dalam proses pelaksanaannya, pelatih menerapkan metode pembelajaran secara bertahap. Pada tahap awal, pendekatan dilakukan secara hati-hati agar peserta merasa nyaman dan lebih percaya diri dalam mengikuti latihan. Seiring berjalannya waktu, pelatih mulai menerapkan kedisiplinan dan ketegasan agar peserta mampu mengikuti latihan dengan lebih serius dan teratur.

Sebelum praktik dimulai, peserta terlebih dahulu diberikan penjelasan mengenai teori dasar seni tari serta makna dari gerakan yang dipelajari.Pelatihan tari biasanya berlangsung selama satu hingga tiga jam termasuk waktu istirahat.

Selama kegiatan berlangsung, peserta diarahkan untuk menghafal gerakan, melatih kekompakan, serta membangun rasa percaya diri untuk tampil di hadapan publik. Saat ini, para peserta juga tengah mempersiapkan penampilan untuk kebutuhan upacara adat yang melibatkan unsur tari, penggunaan properti, serta umbul-umbul sebagai bagian dari pertunjukan.

Asah Kreativitas dan Kepercayaan Diri, Anak Binaan LPKA Ikuti Kegiatan Teater sebagai Wadah Pengembangan Potensi

Asah Kreativitas dan Kepercayaan Diri, Anak Binaan LPKA Ikuti Kegiatan Teater sebagai Wadah Pengembangan Potensi

Sebagai upaya memberikan ruang bagi pengembangan kreativitas, ekspresi diri, serta kepercayaan diri anak binaan, LPKA menghadirkan program pembinaan melalui kegiatan teater yang mulai aktif dilaksanakan dalam beberapa bulan terakhir. Meski terbilang sebagai kegiatan baru, program ini mendapat respons positif dan antusiasme yang tinggi dari para peserta. Kegiatan teater hadir sebagai wadah pembelajaran seni peran sekaligus sarana pembentukan karakter, keberanian, dan kemampuan berkomunikasi di depan publik.

Kegiatan teater ini dilaksanakan di lingkungan LPKA dengan melibatkan anak-anak binaan yang memiliki minat pada seni pertunjukan. Pada tahap awal pelaksanaan, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini masih berkisar belasan orang. Namun seiring persiapan menghadapi penampilan kabaret yang akan datang, jumlah anggota aktif yang mengikuti latihan terus bertambah hingga kini mencapai sekitar 20 orang.

Pada setiap pertemuan, kegiatan diawali dengan sesi perkenalan dan pendekatan antaranggota guna menciptakan suasana latihan yang nyaman, terbuka, dan penuh kebersamaan. Metode ini diterapkan agar para peserta dapat saling mengenal lebih dekat, membangun rasa percaya satu sama lain, serta menciptakan kerja sama yang baik selama proses latihan berlangsung.

Setelah suasana terbentuk, materi latihan mulai diarahkan pada pengenalan dasar-dasar teater, mulai dari teknik bermain peran, pengolahan ekspresi, cara menyampaikan dialog dengan baik, hingga membangun keberanian tampil di hadapan banyak orang. Melalui latihan tersebut, peserta dibimbing untuk memahami bahwa seni peran tidak hanya menampilkan karakter, tetapi juga melatih pengendalian emosi, komunikasi, dan rasa percaya diri.

Dalam proses pembelajaran, peserta terlebih dahulu diajak untuk memahami naskah atau script yang akan dimainkan agar mampu mengenali alur cerita, latar, serta karakter yang akan diperankan. Setelah memahami materi, pelatih bersama peserta melakukan sesi brainstorming untuk mendiskusikan pendalaman karakter, ekspresi, intonasi dialog, hingga improvisasi yang sesuai dengan kebutuhan setiap adegan. Pendekatan ini dilakukan agar setiap peserta dapat lebih memahami peran yang dibawakan secara mendalam.

Setelah seluruh materi dipahami, latihan dilanjutkan dengan praktik langsung di area latihan. Para peserta diberikan kesempatan untuk mencoba setiap adegan secara bertahap, melakukan evaluasi bersama, serta mengulang bagian tertentu hingga tampil lebih natural dan percaya diri. Melalui kegiatan teater ini, diharapkan anak-anak binaan dapat mengembangkan potensi seni, kemampuan bekerja sama, keterampilan komunikasi, serta keberanian untuk mengekspresikan diri secara positif melalui seni pertunjukan.

LPKA Kelas II Bandung Selenggarakan English Club untuk Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Anak Binaan

LPKA Kelas II Bandung Selenggarakan English Club untuk Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Anak Binaan

Sebagai upaya meningkatkan kemampuan berbahasa asing, LPKA Kelas II Bandung menyelenggarakan kegiatan English Club bagi anak binaan. Kegiatan ini diikuti oleh 32 peserta yang sebelumnya mengikuti tes membaca (reading test) untuk mengetahui kemampuan dasar bahasa Inggris. Berdasarkan hasil tes, peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 15 peserta tingkat beginner dan 17 peserta tingkat intermediate.

Pada kelompok beginner, peserta mempelajari alfabet, spelling bee, dan cara memperkenalkan diri (introduction) menggunakan bahasa Inggris sederhana. Sementara itu, kelompok intermediate mempelajari introduction, latihan listening melalui lagu You Are My Sunshine, serta pengucapan kata dengan huruf “e” di akhir kata atau silent e. Setelah materi diberikan, peserta kembali mengikuti tes membaca untuk melihat perkembangan kemampuan mereka.

Pada pertemuan berikutnya, kelompok beginner mempelajari kata-kata sapaan sehari-hari, sedangkan kelompok intermediate mempelajari magical words seperti “please”, “sorry”, dan “thank you”, kemudian mempraktikkannya dalam percakapan sederhana. Metode pembelajaran dilakukan melalui teori dan praktik agar peserta lebih mudah memahami penggunaan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan English Club berlangsung selama satu jam tanpa waktu istirahat. Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat aktif dan antusias mengikuti setiap materi yang diberikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak binaan dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, rasa percaya diri, dan keterampilan komunikasi yang bermanfaat di masa mendatang.

Melalui Paskibra, Anak Binaan LPKA Ditempa Menjadi Pribadi Disiplin dan Berjiwa Pemimpin

Melalui Paskibra, Anak Binaan LPKA Ditempa Menjadi Pribadi Disiplin dan Berjiwa Pemimpin

Sebagai upaya membentuk karakter yang tangguh, disiplin, dan percaya diri, LPKA kembali menghadirkan kegiatan pembinaan melalui ekstrakurikuler paskibra yang diikuti oleh kurang lebih 25 anak binaan. Kegiatan ini menjadi salah satu program pembinaan yang secara konsisten dilaksanakan guna mengembangkan potensi diri, jiwa kepemimpinan, serta kemampuan komunikasi para peserta. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya dibina secara fisik, tetapi juga secara mental dan emosional agar mampu menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab.

Kegiatan paskibra ini dilaksanakan secara rutin sebanyak dua kali dalam satu minggu, yaitu setiap hari Selasa dan Jumat, bertempat di lingkungan LPKA. Pelatihan dipandu langsung oleh para pelatih yang menerapkan metode pembinaan tegas dan terarah, sehingga setiap peserta dapat memahami pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, serta komitmen dalam mengikuti setiap proses latihan. Pendekatan yang konsisten tersebut menjadi bagian penting dalam mencapai tujuan utama dari program pembinaan paskibra.

Tidak hanya berfokus pada pembinaan fisik, kegiatan paskibra ini juga memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan rasa percaya diri dan kemampuan berbicara di depan umum. Pada setiap sesi latihan, anak-anak diberikan kesempatan untuk maju satu per satu dan menyampaikan cerita atau topik tertentu yang telah ditentukan sebelumnya. Metode ini diterapkan agar peserta terbiasa berbicara di hadapan banyak orang, berani menyampaikan pendapat, serta mampu mengasah kemampuan public speaking yang nantinya dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Agar suasana latihan tetap menyenangkan dan peserta dapat mengikuti kegiatan dengan antusias, program paskibra ini juga menghadirkan sesi hiburan atau kegiatan penyegaran yang dilaksanakan satu kali dalam setiap bulan. Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus sarana membangun kedekatan antara peserta dan pelatih, sehingga proses pembinaan dapat berjalan dengan seimbang antara kedisiplinan dan kebersamaan.

Melalui kegiatan paskibra yang dilaksanakan secara berkelanjutan ini, diharapkan seluruh anak binaan mampu tumbuh menjadi pribadi yang memiliki jiwa kepemimpinan, disiplin tinggi, kepercayaan diri, serta kemampuan komunikasi yang baik. Program ini menjadi salah satu wujud nyata pembinaan karakter di LPKA dalam mempersiapkan anak-anak untuk menjadi pribadi yang lebih siap, mandiri, dan bertanggung jawab di masa depan.

Bersama LAHA dan Rumah Zakat, LPKA Bandung Gelar Pelatihan Barber bagi Anak Binaan

Bersama LAHA dan Rumah Zakat, LPKA Bandung Gelar Pelatihan Barber bagi Anak Binaan

Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bandung menyelenggarakan kegiatan pelatihan cukur rambut bagi anak binaan bekerja sama dengan LAHA dan Rumah Zakat. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian untuk membekali anak binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

Pelatihan berlangsung dengan penuh antusias dan diikuti oleh sejumlah anak binaan yang memiliki minat di bidang keterampilan tata rambut. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dasar mengenai teknik mencukur rambut, penggunaan alat cukur, kebersihan peralatan, hingga praktik langsung bersama instruktur.

Para peserta tampak aktif mengikuti setiap sesi pelatihan, mulai dari pengenalan teknik dasar hingga praktik mencukur model rambut sederhana. Pendampingan dilakukan secara langsung oleh instruktur guna memastikan anak binaan dapat memahami dan mempraktikkan keterampilan dengan baik.

Kerja sama dengan LAHA dan Rumah Zakat juga menjadi bentuk sinergi dalam mendukung pembinaan anak binaan melalui program-program pemberdayaan yang positif dan bermanfaat. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri, kedisiplinan, dan semangat produktif bagi anak binaan.

Melalui pelatihan tersebut, LPKA Bandung terus berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pengawasan, tetapi juga pada pengembangan potensi dan keterampilan hidup anak binaan agar lebih siap menghadapi masa depan yang lebih baik.

Tak Putus Sekolah, Anak Binaan LPKA Bandung Tetap Didampingi hingga Lulus

Tak Putus Sekolah, Anak Binaan LPKA Bandung Tetap Didampingi hingga Lulus

Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bandung bekerja sama dengan SKB Kota Bandung menyelenggarakan pelaksanaan ujian Paket C bagi anak binaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen LPKA Bandung dalam memastikan pemenuhan hak pendidikan bagi seluruh anak binaan.

Pelaksanaan ujian berlangsung tertib dan diikuti dengan antusias oleh para peserta. Adapun mata pelajaran yang diujikan meliputi Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), Pendidikan Agama Islam, Sejarah, dan Geografi.

Menariknya, peserta ujian tidak hanya berasal dari anak binaan yang masih menjalani pembinaan di dalam LPKA Bandung, tetapi juga diikuti oleh anak binaan yang telah kembali ke masyarakat. Hal tersebut merupakan implementasi dari program inovasi “KAWAL” atau Kolaborasi dan Pengawalan Pendidikan Anak Binaan Berkelanjutan.

Program KAWAL merupakan bentuk pelayanan pendidikan berkelanjutan yang dikembangkan LPKA Bandung untuk memastikan anak binaan tetap memperoleh pendampingan pendidikan meskipun telah selesai menjalani masa pembinaan. Melalui program ini, anak binaan yang telah keluar dari LPKA tetap dibantu, dipantau, dan diarahkan agar dapat menyelesaikan pendidikan hingga lulus.

Petugas pembinaan menyampaikan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membangun masa depan anak. Oleh karena itu, proses pendampingan tidak berhenti ketika anak selesai menjalani pembinaan di dalam LPKA, melainkan terus dilanjutkan melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Kerja sama dengan SKB Kota Bandung juga menjadi langkah strategis dalam mendukung keberlangsungan pendidikan nonformal bagi anak binaan. Dengan adanya sinergi tersebut, diharapkan anak binaan dapat memperoleh akses pendidikan yang lebih baik dan memiliki bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih positif di masa mendatang.

Pelaksanaan ujian Paket C ini menjadi bukti nyata komitmen LPKA Bandung dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada kedisiplinan, tetapi juga pada pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkelanjutan.

Anak Binaan LPKA Bandung Laksanakan Upacara 17-an, Tekankan Disiplin dan Persiapan Tahun Ajaran Baru

Anak Binaan LPKA Bandung Laksanakan Upacara 17-an, Tekankan Disiplin dan Persiapan Tahun Ajaran Baru

Seluruh anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bandung mengikuti pelaksanaan upacara bendera tanggal 17 yang berlangsung dengan khidmat di lingkungan LPKA Bandung. Upacara kali ini memiliki suasana berbeda karena petugas upacara dipercayakan kepada anak binaan yang mengikuti pendidikan di SMA Nasional Bandung.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan karakter, kedisiplinan, serta penguatan rasa tanggung jawab bagi anak binaan. Dengan penuh semangat, para petugas upacara menjalankan tugasnya mulai dari pengibaran bendera hingga pembacaan teks upacara dengan tertib dan lancar.

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Seksi Pembinaan, Bapak Irfan Aji, menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya kesiapan anak binaan dalam menghadapi tahun ajaran baru. Dalam amanatnya, beliau mengingatkan agar seluruh anak binaan tetap memiliki semangat belajar dan terus meningkatkan kedisiplinan selama menjalani masa pembinaan.

Selain itu, beliau juga mengingatkan seluruh anak binaan untuk senantiasa menjaga ketertiban serta mematuhi aturan yang berlaku di lingkungan LPKA.

Dalam kesempatan tersebut, turut menyampaikan mengenai pelaksanaan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) yang dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari pemenuhan hak anak binaan. Sidang TPP menjadi salah satu mekanisme evaluasi pembinaan dan pengusulan program hak integrasi maupun perkembangan pembinaan lainnya.

Tidak hanya itu, LPKA Bandung juga terus mengembangkan berbagai inovasi pembinaan, salah satunya melalui program “Pojok Curhat” bagi anak binaan. Program tersebut dihadirkan sebagai ruang komunikasi dan pendampingan agar anak binaan dapat menyampaikan keluhan, aspirasi, maupun permasalahan yang dihadapi selama menjalani masa pembinaan.

Pelaksanaan upacara berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan anak binaan dapat semakin termotivasi untuk menjalani pembinaan dengan baik, meningkatkan kedisiplinan, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.

Beranda
Account
Pesan
Search