Sebagai upaya memberikan ruang bagi pengembangan kreativitas, ekspresi diri, serta kepercayaan diri anak binaan, LPKA menghadirkan program pembinaan melalui kegiatan teater yang mulai aktif dilaksanakan dalam beberapa bulan terakhir. Meski terbilang sebagai kegiatan baru, program ini mendapat respons positif dan antusiasme yang tinggi dari para peserta. Kegiatan teater hadir sebagai wadah pembelajaran seni peran sekaligus sarana pembentukan karakter, keberanian, dan kemampuan berkomunikasi di depan publik.
Kegiatan teater ini dilaksanakan di lingkungan LPKA dengan melibatkan anak-anak binaan yang memiliki minat pada seni pertunjukan. Pada tahap awal pelaksanaan, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini masih berkisar belasan orang. Namun seiring persiapan menghadapi penampilan kabaret yang akan datang, jumlah anggota aktif yang mengikuti latihan terus bertambah hingga kini mencapai sekitar 20 orang.
Pada setiap pertemuan, kegiatan diawali dengan sesi perkenalan dan pendekatan antaranggota guna menciptakan suasana latihan yang nyaman, terbuka, dan penuh kebersamaan. Metode ini diterapkan agar para peserta dapat saling mengenal lebih dekat, membangun rasa percaya satu sama lain, serta menciptakan kerja sama yang baik selama proses latihan berlangsung.
Setelah suasana terbentuk, materi latihan mulai diarahkan pada pengenalan dasar-dasar teater, mulai dari teknik bermain peran, pengolahan ekspresi, cara menyampaikan dialog dengan baik, hingga membangun keberanian tampil di hadapan banyak orang. Melalui latihan tersebut, peserta dibimbing untuk memahami bahwa seni peran tidak hanya menampilkan karakter, tetapi juga melatih pengendalian emosi, komunikasi, dan rasa percaya diri.
Dalam proses pembelajaran, peserta terlebih dahulu diajak untuk memahami naskah atau script yang akan dimainkan agar mampu mengenali alur cerita, latar, serta karakter yang akan diperankan. Setelah memahami materi, pelatih bersama peserta melakukan sesi brainstorming untuk mendiskusikan pendalaman karakter, ekspresi, intonasi dialog, hingga improvisasi yang sesuai dengan kebutuhan setiap adegan. Pendekatan ini dilakukan agar setiap peserta dapat lebih memahami peran yang dibawakan secara mendalam.
Setelah seluruh materi dipahami, latihan dilanjutkan dengan praktik langsung di area latihan. Para peserta diberikan kesempatan untuk mencoba setiap adegan secara bertahap, melakukan evaluasi bersama, serta mengulang bagian tertentu hingga tampil lebih natural dan percaya diri. Melalui kegiatan teater ini, diharapkan anak-anak binaan dapat mengembangkan potensi seni, kemampuan bekerja sama, keterampilan komunikasi, serta keberanian untuk mengekspresikan diri secara positif melalui seni pertunjukan.


