LPKA Kelas II Bandung Tegaskan Komitmen Pelayanan Bersih dan Bebas Pungutan Liar

LPKA Kelas II Bandung Tegaskan Komitmen Pelayanan Bersih dan Bebas Pungutan Liar

Bandung, 1 September 2026 — Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan penyelenggaraan pelayanan Pemasyarakatan yang bersih, transparan, profesional, dan bebas dari segala bentuk pungutan liar (pungli).

Komitmen tersebut disampaikan melalui kegiatan apel pagi bersama jajaran pegawai dan seluruh Anak Binaan LPKA Kelas II Bandung pada Selasa (1/9). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pengarahan dan sosialisasi mengenai larangan melakukan pungutan liar dalam seluruh bentuk pelayanan di lingkungan LPKA Kelas II Bandung.

Dalam arahannya, Kepala LPKA Kelas II Bandung menegaskan bahwa seluruh bentuk pelayanan kepada Anak Binaan maupun keluarga tidak dipungut biaya apapun, sepanjang pelayanan tersebut merupakan hak dan layanan yang menjadi kewenangan LPKA.

Penyampaian tersebut mencakup berbagai layanan, antara lain pelayanan makan, registrasi, pemberian remisi atau pengurangan masa pidana, serta pemenuhan hak integrasi seperti Pembebasan Bersyarat (PB) dan Cuti Bersyarat (CB), maupun pelayanan lainnya yang diberikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kepala LPKA Bandung juga menekankan bahwa apabila persyaratan administratif dan substantif Anak Binaan telah terpenuhi, maka petugas wajib segera melaksanakan proses pemenuhan hak tersebut secara profesional dan sesuai prosedur, tanpa meminta, menerima, maupun membebankan biaya dalam bentuk apapun kepada Anak Binaan ataupun keluarganya.

“Tidak ada pungutan dalam bentuk apapun dalam pelayanan di LPKA Bandung. Apabila persyaratan telah terpenuhi, pelayanan harus diberikan sesuai ketentuan dan dilaksanakan secara cepat, tepat, transparan, serta tanpa imbalan,” tegas Kepala LPKA Bandung dalam arahannya.

Sosialisasi tidak hanya diberikan kepada jajaran pegawai dan Anak Binaan. Pada kesempatan yang sama, Kepala LPKA Kelas II Bandung juga menyampaikan secara langsung informasi tersebut kepada orang tua dan keluarga Anak Binaan yang hadir dalam pelaksanaan kunjungan tatap muka.

Hal ini menjadi bagian penting dalam membangun keterbukaan informasi kepada masyarakat. Orang tua dan keluarga Anak Binaan diberikan pemahaman bahwa seluruh pelayanan yang menjadi hak Anak Binaan dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang berlaku dan tidak dibenarkan adanya permintaan uang, pemberian imbalan, ataupun pungutan dengan alasan apapun.

Selain itu, seluruh pegawai diingatkan untuk tidak melakukan tindakan yang dapat mencederai integritas organisasi, termasuk memanfaatkan kewenangan maupun pelayanan kepada Anak Binaan dan keluarga untuk kepentingan pribadi.

LPKA Kelas II Bandung juga mengajak seluruh Anak Binaan dan keluarga untuk tidak memberikan uang atau imbalan kepada petugas dalam rangka memperoleh pelayanan. Apabila terdapat pihak yang meminta sejumlah uang atau melakukan tindakan yang mengarah pada praktik pungutan liar, hal tersebut dapat segera dilaporkan melalui saluran pengaduan yang tersedia.

Langkah ini merupakan bentuk keseriusan LPKA Kelas II Bandung dalam melakukan pencegahan terhadap potensi terjadinya pungutan liar sejak dini, sekaligus memperkuat pengawasan internal dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Pemasyarakatan.

Melalui kegiatan pengarahan dan sosialisasi secara langsung kepada seluruh unsur, LPKA Kelas II Bandung berharap tercipta pemahaman dan komitmen bersama bahwa pelayanan publik merupakan hak masyarakat yang harus diberikan secara profesional dan tidak boleh dikomersialisasikan.

Dengan semangat tersebut, LPKA Kelas II Bandung berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang bersih, transparan, akuntabel, humanis, dan bebas dari pungutan liar, serta memastikan setiap hak Anak Binaan dapat dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, LPKA Bandung Ajak Anak Binaan Meneladani Rasulullah dan Menjemput Masa Depan

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, LPKA Bandung Ajak Anak Binaan Meneladani Rasulullah dan Menjemput Masa Depan

Bandung, 31 Agustus 2026 – Dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung melaksanakan kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema “Meneladani Rasulullah SAW, Menghapus Masa Lalu, Menjemput Masa Depan”, pada Senin, 31 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran petugas dan Anak Binaan LPKA Kelas II Bandung. Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mengambil hikmah dari perjalanan hidup dan keteladanan beliau dalam membangun akhlak, kesabaran, kejujuran, serta kepedulian terhadap sesama.

Dalam kegiatan tersebut, LPKA Kelas II Bandung menghadirkan Ustadz Mohammad Syukron Ma’mun, S.Pd., Al Hafidz, selaku Ketua DPW Forum Huffazhil Qur’an Jawa Barat, sebagai pengisi tausiyah. Kehadiran beliau memberikan nuansa keagamaan sekaligus pesan pembinaan yang relevan bagi Anak Binaan dalam menjalani proses perubahan dan mempersiapkan masa depan.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Mohammad Syukron Ma’mun mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak Rasulullah SAW yang penuh kesabaran, kasih sayang, kejujuran, dan keteguhan dalam menghadapi berbagai ujian menjadi nilai yang dapat diterapkan dalam proses memperbaiki diri.

Tema “Menghapus Masa Lalu, Menjemput Masa Depan” juga menjadi pesan utama yang disampaikan kepada Anak Binaan. Masa lalu hendaknya tidak menjadi alasan untuk berhenti melangkah, tetapi dijadikan sebagai pengalaman dan pembelajaran untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Pesan tersebut menjadi sangat bermakna bagi Anak Binaan yang sedang menjalani proses pembinaan. Setiap individu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, membangun kembali kepercayaan, serta menata kehidupan dengan penuh harapan. Proses pembinaan di LPKA menjadi ruang bagi Anak Binaan untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.

Melalui keteladanan Rasulullah SAW, Anak Binaan diajak untuk menumbuhkan sikap sabar, disiplin, bertanggung jawab, menghormati orang lain, serta senantiasa berusaha memperbaiki diri. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya dipahami selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh antusiasme. Para Anak Binaan mengikuti tausiyah dengan baik serta diberikan ruang untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan diri masing-masing. Momentum tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa setiap kesalahan dapat menjadi pelajaran dan setiap hari merupakan kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi bagian dari pelaksanaan pembinaan kepribadian dan kerohanian di LPKA Kelas II Bandung. Pembinaan melalui kegiatan keagamaan diharapkan mampu memperkuat nilai moral dan spiritual Anak Binaan sekaligus menjadi bekal dalam menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, LPKA Kelas II Bandung terus berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku, tetapi juga membangun kesadaran, karakter, dan keyakinan untuk menata kehidupan yang lebih baik.

Menghapus masa lalu bukan berarti melupakannya, melainkan menjadikannya pelajaran untuk menjemput masa depan. Semoga keteladanan Rasulullah SAW senantiasa menjadi inspirasi bagi seluruh Anak Binaan dan keluarga besar LPKA Kelas II Bandung untuk terus memperbaiki diri, menebarkan kebaikan, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.

Pastikan Hak Administrasi Terpenuhi, LPKA Bandung Fasilitasi Perekaman E-KTP Bagi Anak Binaan

Pastikan Hak Administrasi Terpenuhi, LPKA Bandung Fasilitasi Perekaman E-KTP Bagi Anak Binaan

Bandung, 19 Agustus 2026 – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung melaksanakan kegiatan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) bagi Anak Binaan, pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara LPKA Kelas II Bandung dengan Disdukcapil Kota Bandung dalam memastikan pemenuhan hak administrasi kependudukan bagi Anak Binaan. Perekaman E-KTP menjadi langkah penting dalam memastikan Anak Binaan memiliki dokumen kependudukan yang sah sebagai bagian dari pemenuhan hak-hak sipil mereka.

Dalam pelaksanaannya, petugas dari Disdukcapil Kota Bandung memberikan pelayanan perekaman data biometrik kepada Anak Binaan yang telah memenuhi persyaratan. Proses perekaman dilakukan secara tertib dengan pendampingan dari petugas LPKA Kelas II Bandung.

Kepemilikan dokumen kependudukan memiliki peran penting dalam berbagai keperluan administrasi, termasuk akses terhadap layanan publik, pendidikan, kesehatan, serta berbagai kebutuhan administrasi lainnya. Oleh karena itu, fasilitasi perekaman E-KTP bagi Anak Binaan menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan mereka untuk kembali dan berintegrasi di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut juga menjadi wujud komitmen LPKA Kelas II Bandung untuk terus memastikan terpenuhinya hak-hak Anak Binaan selama menjalani masa pembinaan. Pemenuhan administrasi kependudukan diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi Anak Binaan dalam memperoleh berbagai layanan dan mengurus kebutuhan administrasi di masa mendatang.

Melalui sinergi bersama Disdukcapil Kota Bandung, LPKA Kelas II Bandung terus berupaya menghadirkan pelayanan yang optimal, khususnya dalam pemenuhan hak sipil dan administrasi kependudukan Anak Binaan.

Dengan tersedianya dokumen kependudukan yang lengkap, diharapkan Anak Binaan memiliki bekal administrasi yang memadai sebagai salah satu bagian dari persiapan untuk melanjutkan kehidupan, mengembangkan potensi, dan kembali berkontribusi secara positif di masyarakat.

Penuh haru! momen Peringatan Hari Anak Nasional di LPKA Bandung

Penuh haru! momen Peringatan Hari Anak Nasional di LPKA Bandung

Bandung – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung menyelenggarakan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 pada Kamis, 23 Juli 2026 dengan mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan” sebagai wujud komitmen dalam memenuhi hak-hak anak serta memperkuat pembinaan yang humanis bagi Anak Binaan. Kegiatan yang berlangsung di Aula LPKA Kelas II Bandung diawali dengan Upacara Peringatan Hari Anak Nasional yang dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat selaku Inspektur Upacara. Upacara berlangsung dengan khidmat sebagai momentum untuk meneguhkan komitmen bersama dalam memberikan kasih sayang, perlindungan, pembinaan, dan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk tumbuh, berkembang, serta membangun masa depan yang lebih baik.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Penyerahan Surat Keputusan Pengurangan Masa Pidana (PMP) Hari Anak Nasional Tahun 2026 kepada Anak Binaan yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan penyerahan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) sebagai bentuk pemenuhan hak administrasi kependudukan, serta penyerahan ijazah pendidikan Paket A, Paket B, Paket C, dan SMA Nasional kepada Anak Binaan yang telah berhasil menyelesaikan jenjang pendidikannya. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti nyata sinergi LPKA Kelas II Bandung bersama para pemangku kepentingan dalam memastikan terpenuhinya hak-hak dasar anak, baik di bidang pendidikan maupun administrasi kependudukan.

Semarak Hari Anak Nasional semakin terasa melalui berbagai penampilan yang dipersembahkan oleh Anak Binaan sebagai hasil pembinaan di bidang seni, budaya, dan pengembangan karakter. Kegiatan juga diisi dengan webinar bertajuk “Fostering the Future” yang diselenggarakan bekerja sama dengan Sajiwa Foundation dan Bernilai Foundation sebagai upaya memberikan penguatan karakter, motivasi, serta bekal pengasuhan dan pendampingan bagi anak dalam menyongsong kehidupan yang lebih baik. Kehadiran orang tua Anak Binaan dalam kegiatan ini turut menjadi bagian penting untuk mempererat kembali hubungan emosional dan memperkuat dukungan keluarga dalam proses pembinaan.

Salah satu momen yang paling menyentuh dalam rangkaian kegiatan adalah prosesi basuh kaki dan suapan kasih antara orang tua dan Anak Binaan. Prosesi tersebut menjadi simbol kasih sayang, penghormatan, ketulusan, permohonan maaf, serta penguatan ikatan keluarga sebagai fondasi utama dalam proses perubahan anak. Suasana haru menyelimuti aula ketika pelukan hangat, doa, dan air mata kebahagiaan menyatukan kembali cinta kasih antara anak dan orang tua. Melalui semangat “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”, LPKA Kelas II Bandung berharap setiap Anak Binaan semakin termotivasi untuk terus memperbaiki diri, mengembangkan potensi yang dimiliki, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang berkarakter, mandiri, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

LPKA Kelas II Bandung Hadiri Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Mitra Rehabilitasi BNN Provinsi Jawa Barat

LPKA Kelas II Bandung Hadiri Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Mitra Rehabilitasi BNN Provinsi Jawa Barat

Bandung – Kepala LPKA Kelas II Bandung bersama Kepala Subseksi Perawatan dan Staf Kehumasan menghadiri kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lembaga Rehabilitasi Mitra BNN di Wilayah Jawa Barat dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di bawah koordinasi BNN Provinsi Jawa Barat ini merupakan tindak lanjut atas surat Kepala BNN Provinsi Jawa Barat Nomor: B/0557/VII/KA/RH/2026/BNNP tanggal 15 Juli 2026 mengenai undangan penandatanganan PKS mitra rehabilitasi.

Penandatanganan PKS ini menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat sinergi antara BNN Provinsi Jawa Barat dengan seluruh lembaga rehabilitasi mitra, termasuk LPKA Kelas II Bandung, dalam penyelenggaraan layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika. Melalui kerja sama tersebut diharapkan tercipta koordinasi yang semakin efektif dalam mendukung peningkatan kualitas layanan rehabilitasi yang terintegrasi, profesional, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat upaya pencegahan serta penanggulangan penyalahgunaan narkotika di wilayah Jawa Barat.

Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan kerja sama tersebut, LPKA Kelas II Bandung berkomitmen untuk terus menjalin koordinasi dan komunikasi yang intensif bersama BNN Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaan program rehabilitasi, pencegahan penyalahgunaan narkotika, serta kegiatan pembinaan sesuai dengan ruang lingkup kerja sama yang telah disepakati. Selain itu, pelaksanaan PKS akan didukung melalui monitoring dan evaluasi secara berkala guna memastikan setiap program berjalan secara efektif dan memberikan manfaat yang optimal bagi peningkatan kualitas pembinaan di LPKA Kelas II Bandung.

LPKA Kelas II Bandung Laksanakan Fogging Cegah Penyebaran Demam Berdarah Dengue

LPKA Kelas II Bandung Laksanakan Fogging Cegah Penyebaran Demam Berdarah Dengue

Bandung – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung melaksanakan kegiatan fogging (tindakan pengasapan) di seluruh lingkungan LPKA pada Selasa (30/6/2026) mulai pukul 09.10 hingga 13.15 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Pelaksanaan fogging dilakukan bekerja sama dengan Puskesmas Arcamanik sebagai bentuk sinergi dalam menjaga kesehatan lingkungan dan meminimalkan risiko penularan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen LPKA Bandung dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi Anak Binaan maupun seluruh petugas yang berada di lingkungan LPKA.

Pengasapan dilakukan secara menyeluruh di seluruh area LPKA Bandung, meliputi wisma hunian, ruang isolasi, ruang sekolah, aula, branggang, klinik, masjid, dapur, area perkantoran, ruang kunjungan, ruang Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP), rumah dinas, hingga halaman lingkungan LPKA. Melalui kegiatan ini diharapkan populasi nyamuk dewasa pembawa virus DBD dapat ditekan sehingga mampu mengurangi potensi penyebaran penyakit di lingkungan LPKA.

Kegiatan fogging berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Ke depan, LPKA Kelas II Bandung akan terus berupaya meningkatkan langkah-langkah pencegahan melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), serta memperkuat koordinasi dengan fasilitas kesehatan setempat guna menciptakan lingkungan pembinaan yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh penghuni maupun petugas.

KIE Kesehatan dengan tema ” Remaja Keren Melawan Narkoba” & Tes Urin Narkoba Dalam Rangka Memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 Di LPKA Kelas II Bandung.

KIE Kesehatan dengan tema ” Remaja Keren Melawan Narkoba” & Tes Urin Narkoba Dalam Rangka Memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 Di LPKA Kelas II Bandung.

LPKA Kelas II Bandung bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung melaksanakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kesehatan serta Tes Urin Narkoba dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Remaja Keren Melawan Narkoba” ini dilaksanakan pada Senin, 22 Juni 2026, bertempat di Aula Pandawa LPKA Kelas II Bandung.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Kepala LPKA Kelas II Bandung Nomor: WP.11-PAS.26.PK.07.03-1636 tanggal 19 Juni 2026 perihal Permohonan Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Tes Urin. Kegiatan diikuti oleh 35 orang pegawai dan 218 anak binaan sebagai bentuk upaya preventif dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kesehatan bertajuk “Remaja Keren Melawan Narkoba” yang disampaikan oleh Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Bandung, Ibu Gini Windiasari, S.KM., M.M. Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta motivasi untuk membangun masa depan yang lebih baik dan produktif.

Selanjutnya, dilaksanakan tes urin kepada seluruh peserta yang terdiri dari pegawai dan anak binaan. Pelaksanaan tes urin dilakukan oleh petugas BNN Kota Bandung dengan didampingi oleh Petugas Kesehatan LPKA Kelas II Bandung menggunakan alat tes enam parameter. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh 35 pegawai dan 218 anak binaan dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika.

Melalui kegiatan ini, LPKA Kelas II Bandung terus berkomitmen meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan NAPZA serta memperkuat sinergi dengan BNN Kota Bandung dalam upaya pencegahan dan penanggulangan narkoba. Kegiatan berlangsung dengan tertib sesuai standar operasional prosedur dan diharapkan dapat terus berlanjut melalui kerja sama yang berkesinambungan dengan berbagai instansi terkait guna meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan bagi anak binaan.

LPKA Bandung Laksanakan Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026

LPKA Bandung Laksanakan Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026

Bandung, 20 Mei 2026 — Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 dengan mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh seluruh pegawai, Anak Binaan, serta peserta magang di lingkungan LPKA Bandung.

Pelaksanaan upacara menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, persatuan, serta kepedulian terhadap generasi muda sebagai penerus bangsa. Seluruh peserta upacara mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh semangat kebangsaan.

Dalam amanat yang disampaikan, Hari Kebangkitan Nasional dimaknai sebagai pengingat pentingnya menjaga semangat persatuan dan gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa. Tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” juga menjadi ajakan bersama untuk memberikan perhatian, pembinaan, dan pendidikan terbaik bagi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berkualitas serta memiliki rasa cinta tanah air.

Keterlibatan Anak Binaan dalam kegiatan upacara merupakan bagian dari proses pembinaan karakter dan penanaman nilai-nilai kebangsaan di lingkungan LPKA Bandung. Selain itu, keikutsertaan peserta magang turut menjadi sarana pembelajaran mengenai pentingnya pengabdian dan semangat nasionalisme dalam dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026, LPKA Bandung berharap semangat kebangkitan dapat terus tumbuh dalam diri seluruh jajaran dan Anak Binaan untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang positif, disiplin, dan penuh semangat perubahan ke arah yang lebih baik.

Anak Binaan LPKA Bandung Laksanakan Upacara 17-an, Tekankan Disiplin dan Persiapan Tahun Ajaran Baru

Anak Binaan LPKA Bandung Laksanakan Upacara 17-an, Tekankan Disiplin dan Persiapan Tahun Ajaran Baru

Seluruh anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bandung mengikuti pelaksanaan upacara bendera tanggal 17 yang berlangsung dengan khidmat di lingkungan LPKA Bandung. Upacara kali ini memiliki suasana berbeda karena petugas upacara dipercayakan kepada anak binaan yang mengikuti pendidikan di SMA Nasional Bandung.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan karakter, kedisiplinan, serta penguatan rasa tanggung jawab bagi anak binaan. Dengan penuh semangat, para petugas upacara menjalankan tugasnya mulai dari pengibaran bendera hingga pembacaan teks upacara dengan tertib dan lancar.

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Seksi Pembinaan, Bapak Irfan Aji, menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya kesiapan anak binaan dalam menghadapi tahun ajaran baru. Dalam amanatnya, beliau mengingatkan agar seluruh anak binaan tetap memiliki semangat belajar dan terus meningkatkan kedisiplinan selama menjalani masa pembinaan.

Selain itu, beliau juga mengingatkan seluruh anak binaan untuk senantiasa menjaga ketertiban serta mematuhi aturan yang berlaku di lingkungan LPKA.

Dalam kesempatan tersebut, turut menyampaikan mengenai pelaksanaan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) yang dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari pemenuhan hak anak binaan. Sidang TPP menjadi salah satu mekanisme evaluasi pembinaan dan pengusulan program hak integrasi maupun perkembangan pembinaan lainnya.

Tidak hanya itu, LPKA Bandung juga terus mengembangkan berbagai inovasi pembinaan, salah satunya melalui program “Pojok Curhat” bagi anak binaan. Program tersebut dihadirkan sebagai ruang komunikasi dan pendampingan agar anak binaan dapat menyampaikan keluhan, aspirasi, maupun permasalahan yang dihadapi selama menjalani masa pembinaan.

Pelaksanaan upacara berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan anak binaan dapat semakin termotivasi untuk menjalani pembinaan dengan baik, meningkatkan kedisiplinan, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.

LPKA Bandung Perkuat Komunikasi dengan Orang Tua Anak Binaan Melalui Forum Diskusi

LPKA Bandung Perkuat Komunikasi dengan Orang Tua Anak Binaan Melalui Forum Diskusi

Dalam suasa penuh keterbukaan terlihat dalam kegiatan diskusi antara orang tua anak binaan dengan petugas di Lembaga Pembinaan Khusus Anak yang dilaksanakan. Kegiatan tersebut menjadi wadah komunikasi untuk memperkuat sinergi antara keluarga dan petugas dalam mendukung proses pembinaan anak.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah topik penting menjadi perhatian utama, di antaranya perkembangan pendidikan anak binaan, mekanisme pemberian hak integrasi berupa Pembebasan Bersyarat (PB) dan Cuti Bersyarat (CB), serta layanan kunjungan keluarga.

Petugas pembinaan menjelaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu fokus utama dalam proses pembinaan anak. Anak binaan tetap mendapatkan hak untuk mengikuti pendidikan formal maupun nonformal selama menjalani masa pembinaan. Program pendidikan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan berbagai pihak guna memastikan anak tetap memperoleh akses belajar yang layak dan berkelanjutan.

Dalam diskusi tersebut orang tua juga aktif menanyakan terkait kelanjutan Pendidikan anaknya serta mekanisme PB dan CB. Petugas memberikan penjelasan mengenai syarat administratif maupun substantif yang harus dipenuhi oleh anak binaan agar dapat memperoleh hak Pendidikan dan integrasi tersebut. Dijelaskan pula bahwa proses pengusulan dilakukan secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku dan mempertimbangkan perkembangan perilaku anak selama mengikuti program pembinaan.

Para orang tua menyambut baik penjelasan tersebut karena memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai tahapan dan prosedur yang harus dipenuhi.

Dalam kesempatan itu, orang tua juga diberikan ruang untuk menyampaikan masukan maupun kendala yang dihadapi selama proses kunjungan. Beberapa orang tua berharap komunikasi dan informasi terkait jadwal maupun persyaratan layanan dapat terus ditingkatkan agar lebih mudah diakses.

Kegiatan diskusi berlangsung interaktif dan penuh kekeluargaan. Melalui komunikasi yang baik antara petugas dan keluarga, diharapkan proses pembinaan anak dapat berjalan lebih optimal serta mampu mendukung keberhasilan reintegrasi sosial anak di masa mendatang.

Beranda
Account
Pesan
Search