LPKA Bandung, sebagai lembaga pembinaan khusus anak, senantiasa berupaya menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bermartabat bagi anak-anak binaan. Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut, LPKA Bandung telah melaksanakan upaya konkret dengan menginisiasi penandatanganan Deklarasi komitmen “Zero Halinar”.
Penandatanganan komitmen “Zero Halinar” merupakan upaya serius LPKA Bandung dalam menangani isu-isu yang dapat mengganggu rehabilitasi dan pembinaan anak-anak binaan. Komitmen ini melibatkan seluruh petugas LPKA Bandung. Dengan penandatanganan komitmen ini, setiap individu di LPKA Bandung berjanji untuk bekerja bersama dan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan bebas dari keberadaan handphone, pungli, dan narkoba.
Handphone, sebagai alat komunikasi modern, dapat memiliki dampak negatif jika disalahgunakan oleh anak-anak binaan. Oleh karena itu, larangan penggunaan handphone di dalam LPKA Bandung ditegaskan melalui komitmen “Zero Halinar”. Larangan ini bertujuan untuk melindungi anak-anak binaan dari pengaruh negatif yang mungkin ditimbulkan oleh handphone, serta untuk menjaga dari penyalahgunaan.
Selain itu, praktik pungutan liar (pungli) juga menjadi fokus dalam komitmen “Zero Halinar”. Pungli dapat merusak integritas dan memberikan dampak negatif pada proses rehabilitasi dan pembinaan anak-anak binaan. LPKA Bandung berkomitmen untuk memberantas praktik pungli dengan menerapkan sistem yang transparan, adil, dan bebas dari korupsi.
Selanjutnya, penanganan narkoba menjadi prioritas utama dalam komitmen “Zero Halinar”. Narkoba merupakan ancaman serius terhadap pemulihan dan pembinaan anak-anak binaan. LPKA Bandung menjalankan kebijakan yang tegas dalam pencegahan dan penanganan narkoba, termasuk dengan melaksanakan program rehabilitasi yang melibatkan tenaga medis dan psikolog yang berkompeten.
Melalui penandatanganan komitmen “Zero Halinar”, LPKA Bandung mengambil langkah konkret untuk mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari handphone, pungli, dan narkoba. Komitmen ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan kesadaran bersama dalam menjaga keberhasilan rehabilitasi dan pembinaan anak-anak binaan.





