Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta LPKA Bandung menyelenggarakan webinar bertema “Anak Hebat Anti Korupsi”. Webinar ini merupakan bagian dari upaya untuk menerapkan nilai-nilai anti korupsi kepada anak-anak sebagai generasi penerus dan masa depan Indonesia. Tujuannya adalah menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas, berdaya saing, dan berkarakter, sejalan dengan visi Indonesia Emas tahun 2045.
Webinar tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Komisi Pemberantasan Korupsi, pendidik, ahli psikologi anak, serta peserta dari berbagai kalangan.
Webinar ‘Anak Hebat Anti Korupsi’ merupakan salah satu langkah konkret untuk membentuk karakter anak-anak yang memiliki kesadaran anti korupsi. Dengan melibatkan anak-anak sejak dini, kita dapat membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku yang menjunjung tinggi integritas, kejujuran, dan tanggung jawab.
Webinar ini menampilkan narasumber dari berbagai latar belakang yang memberikan wawasan dan inspirasi kepada peserta. Mereka membahas berbagai topik seperti pengenalan konsep korupsi kepada anak-anak, pentingnya integritas dalam kehidupan sehari-hari, dan bagaimana anak-anak dapat berkontribusi dalam pencegahan korupsi di lingkungan mereka.
Selain diskusi dan presentasi, webinar ini juga menyediakan sesi tanya jawab interaktif yang melibatkan peserta untuk berbagi pengalaman, pandangan, dan ide-ide mereka tentang bagaimana anak-anak dapat menjadi agen perubahan dalam pencegahan korupsi.
Webinar “Anak Hebat Anti Korupsi” merupakan langkah strategis dalam membangun generasi penerus yang berintegritas dan bertanggung jawab. Dengan melibatkan berbagai pihak dan memperkuat kerjasama antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Komisi Pemberantasan Korupsi, diharapkan nilai-nilai anti korupsi akan terus ditanamkan dalam pola pikir dan perilaku anak-anak Indonesia, demi mencapai visi Indonesia Emas tahun 2045.



