LPKA Bandung melangkah lebih jauh dalam memberikan ruang partisipatif bagi anak binaannya dengan menyelenggarakan acara penandatanganan Surat Keputusan (SK) dan pengukuhan Forum Anak. Acara yang dihadiri oleh Kepala LPKA, Kabid PHA DP3AKB Jawa Barat, Kasi Keamanan dan Penegakan Disiplin, Kasi Pembinaan, Kasi Registrasi dan Klasifikasi, PKBI, serta anak binaan LPKA Bandung ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat partisipasi dan pemahaman anak-anak terhadap hak-hak mereka.
Forum Anak di LPKA Bandung diinisiasi sebagai wadah bagi anak-anak binaan untuk memiliki suara, berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka, dan mengekspresikan pandangan serta aspirasi mereka. Dalam konteks pembinaan, forum ini diharapkan dapat membantu membentuk lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung perkembangan anak.
Penandatanganan SK menjadi langkah formal dalam mengukuhkan eksistensi Forum Anak. SK ini menegaskan tanggung jawab dan hak-hak anggota Forum Anak, serta memberikan dasar hukum bagi kegiatan dan inisiatif yang diambil oleh forum ini. Dengan SK, Forum Anak mendapatkan legitimasi resmi sebagai bagian integral dari struktur LPKA Bandung.
Acara tersebut dihadiri oleh para pejabat LPKA Bandung, PKBI sebagai mitra, dan tentu saja, anak-anak binaan yang menjadi anggota Forum Anak. Hal ini menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan melibatkan semua pihak terkait, dan kehadiran anak-anak dalam acara ini menekankan bahwa pendapat dan aspirasi mereka dihargai.
Dalam konteks pembinaan anak, pemberian tanggung jawab kepada mereka untuk turut serta dalam pembuatan keputusan yang memengaruhi kehidupan mereka adalah langkah terdepan menuju kesejahteraan dan pembentukan karakter yang positif. Forum Anak di LPKA Bandung diharapkan dapat menjadi contoh inspiratif bagi lembaga sejenis dalam memberikan ruang partisipatif kepada anak-anak binaan.
Dengan penandatanganan SK dan pengukuhan Forum Anak, LPKA Bandung tidak hanya menciptakan mekanisme formal untuk partisipasi anak-anak, tetapi juga memberikan pesan kuat bahwa setiap anak memiliki hak untuk dihormati, didengar, dan menjadi bagian dari pembuatan keputusan yang membentuk masa depan mereka.





