Sebagai upaya pengembangan bakat dan pelestarian seni budaya daerah, LPKA Kelas II Bandung melaksanakan pelatihan Tari bagi anak binaan. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 20 peserta, meskipun tidak seluruh anggota dapat mengikuti latihan secara aktif karena beberapa di antaranya telah kembali pulang dan sebagian lainnya memiliki kesibukan pekerjaan.
Materi yang diberikan dalam pelatihan berfokus pada tari putra, khususnya Tari Keurseus dari Sumedang. Melalui kegiatan ini, pelatih berupaya memberikan pemahaman bahwa seni tari tidak hanya diperuntukkan bagi perempuan, tetapi juga dapat dipelajari dan ditampilkan oleh laki-laki. Selain mempelajari gerakan dasar tari, peserta juga diberikan latihan seperti seperti olah tubuh, ketahanan fisik, keseimbangan, fokus, olah rasa, serta pengaturan tenaga guna meningkatkan kemampuan teknik dan penghayatan saat menari.
Dalam proses pelaksanaannya, pelatih menerapkan metode pembelajaran secara bertahap. Pada tahap awal, pendekatan dilakukan secara hati-hati agar peserta merasa nyaman dan lebih percaya diri dalam mengikuti latihan. Seiring berjalannya waktu, pelatih mulai menerapkan kedisiplinan dan ketegasan agar peserta mampu mengikuti latihan dengan lebih serius dan teratur.
Sebelum praktik dimulai, peserta terlebih dahulu diberikan penjelasan mengenai teori dasar seni tari serta makna dari gerakan yang dipelajari.Pelatihan tari biasanya berlangsung selama satu hingga tiga jam termasuk waktu istirahat.
Selama kegiatan berlangsung, peserta diarahkan untuk menghafal gerakan, melatih kekompakan, serta membangun rasa percaya diri untuk tampil di hadapan publik. Saat ini, para peserta juga tengah mempersiapkan penampilan untuk kebutuhan upacara adat yang melibatkan unsur tari, penggunaan properti, serta umbul-umbul sebagai bagian dari pertunjukan.






