PELAKSANAAN UJIAN KESETARAAN PAKET A DAN PAKET B BAGI ANAK BINAAN LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS II BANDUNG

PELAKSANAAN UJIAN KESETARAAN PAKET A DAN PAKET B BAGI ANAK BINAAN LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS II BANDUNG

          Pada hari ini, Rabu 7 Mei 2025 bertempat di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung, telah dilaksanakan kegiatan Ujian Kesetaraan Program Paket A (setara SD/sederajat) dan Paket B (setara SMP/sederajat) bagi Anak Binaan yang sedang menjalani masa pembinaan di dalam LPKA Kelas II Bandung.

          Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendidikan kesetaraan yang bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak pendidikan bagi seluruh warga negara, termasuk Anak Binaan LPKA. Kegiatan Ujian Akhir Siswa SKB Kota Bandung diikuti oleh siswa Paket A sebanyak 11 orang dan siswa Paket B sebanyak 28 orang. Berikut ini adalah rincian kegiatan pelaksanaan ujian:

1. Hari / Tanggal: Rabu, 7 Mei 2025

2. Waktu Pelaksanaan: 07.30 WIB s.d. Selesai

3. Tempat: Ruang Kelas LPKA Bandung

4. Jenis Ujian yang Dilaksanakan:

     Ujian Kesetaraan Paket A (setara SD)

  • Matematika
  • Bahasa Indonesia
  • PPKN
  • IPA
  • IPS

     Ujian Kesetaraan Paket B (setara SMP)

  • Matematika
  • Bahasa Indonesia
  • PPKN
  • IPA
  • IPS
  • Bahasa Inggris

Selama ujian berlangsung, seluruh peserta hadir dalam kondisi sehat, mengikuti kegiatan dengan tertib dan mematuhi tata tertib yang telah ditetapkan. Tidak ditemukan kendala teknis, gangguan, ataupun pelanggaran selama ujian berlangsung. Proses ujian berlangsung lancar sesuai jadwal yang ditetapkan, dan seluruh peserta mampu menyelesaikan soal dengan baik.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi hak dasar anak dalam memperoleh pendidikan yang layak, serta sebagai bentuk dukungan LPKA dalam proses reintegrasi sosial melalui jalur pendidikan. Ujian ini diharapkan menjadi langkah awal yang positif bagi para Anak Binaan untuk memperoleh ijazah formal yang dapat digunakan sebagai bekal saat mereka kembali ke masyarakat.

Kunjungan dan Seminar Kesehatan dari Mahasiswa Keperawatan STIKes Budi Luhur bertema “Bersih Kulitku, Sehat Lingkunganku, Cegah dan Atasi Scabies di sekitar kita”.

Kunjungan dan Seminar Kesehatan dari Mahasiswa Keperawatan STIKes Budi Luhur bertema “Bersih Kulitku, Sehat Lingkunganku, Cegah dan Atasi Scabies di sekitar kita”.

          Bandung, 21 April 2025 Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung menerima kunjungan dari Mahasiswa Program Studi Keperawatan STIKes Budi Luhur dalam rangka seminar dan penyuluhan kesehatan dengan tema “Bersih Kulitku, Sehat Lingkunganku: Cegah dan Atasi Scabies di Sekitar Kita”, pada Senin, 21 April 2025. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk pengabdian masyarakat sekaligus edukasi kesehatan bagi Anak Binaan dan petugas LPKA.

          Acara dimulai pada pukul 09.00 hingga selesai, bertempat di Aula Pandawa LPKA Bandung, dan dihadiri oleh 50 Anak Binaan. Seminar disampaikan langsung oleh tim mahasiswa keperawatan yang didampingi oleh dosen pembimbing dari STIKes Budi Luhur.

          Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan secara mendalam mengenai scabies, yaitu penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi tungau Sarcoptes scabiei, yang umum terjadi di lingkungan dengan kepadatan tinggi seperti lembaga pembinaan. Materi meliputi cara penularan, gejala, pencegahan, hingga penanganan scabies, serta pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

          Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama berkelanjutan antara dunia pendidikan dan institusi pembinaan anak, serta memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan Anak Binaan.

Nusakambangan Panen Perdana: Bangun Lumbung Ketahanan Pangan dan Beri Kesempatan Warga Binaan

Nusakambangan Panen Perdana: Bangun Lumbung Ketahanan Pangan dan Beri Kesempatan Warga Binaan

         

          Nusakambangan, 18 April 2025 semangat kemandirian dan pembinaan produktif terus dikembangkan di Pulau Nusakambangan. Salah satu wujudnya ditandai dengan keberhasilan panen perdana hasil pertanian yang dikelola di area Lapas, sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional dan pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).

          Kegiatan panen perdana ini berlangsung di area lahan pertanian Lapas, panen perdana ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan program pertanian, tetapi juga sebagai langkah awal dalam membangun lumbung ketahanan pangan di wilayah Nusakambangan. Program ini diharapkan menjadi berkelanjutan, dengan perluasan lahan, diversifikasi tanaman, serta pembinaan intensif yang terintegrasi dengan pelatihan kerja dan vokasi bagi warga binaan.

          Salah satu warga binaan yang terlibat dalam kegiatan ini menyampaikan rasa bangga bisa ikut berkontribusi dalam program pertanian tersebut. Ia merasa kegiatan seperti ini sangat membantunya untuk mengisi waktu dengan hal yang produktif dan memberi bekal keterampilan setelah bebas nanti.  

          Kegiatan ini menjadi bagian dari semangat “Pemasyarakatan PASTI Berdampak”, di mana pembinaan yang diberikan tidak hanya fokus pada pembinaan moral, tetapi juga menyentuh aspek keterampilan hidup (life skill) dan pemberdayaan ekonomi.

          Dengan keberhasilan panen perdana ini, Lapas di Nusakambangan berharap dapat terus meningkatkan kapasitas produksi pertaniannya dan menjadi contoh model pemasyarakatan yang produktif, mandiri, dan berkontribusi positif bagi bangsa.       

Kegiatan Ujian Paket C Anak Binaan LPKA Bandung Tahun Pelajaran 2024/2025

Kegiatan Ujian Paket C Anak Binaan LPKA Bandung Tahun Pelajaran 2024/2025

Pada hari ini Minggu, 20 April 2025 telah dilaksanakan Ujian Kesetaraan Program Paket C (setara SMA) bagi Anak Binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung. Kegiatan Ujian Akhir Siswa SKB Kota Bandung diikuti oleh siswa Paket C sebanyak 26 orang. Yang bertujuan untuk Memenuhi Hak-Hak Anbin  mendapatkan pelayanan pendidikan selama di LPKA Kelas II Bandung.

Berikut ini kami sampaikan rincian kegiatan pelaksanaan ujian:

1. Hari / Tanggal: Minggu, 20 April 2025

2. Waktu Pelaksanaan: 07.30 WIB s.d. Selesai

3. Tempat: Ruang Kelas LPKA Bandung

4. Mata Pelajaran yang Diujikan:

  • Matematika
  • Bahasa Indonesia
  • Bahasa Inggris
  • Geografi
  • Sosiologi

          Selama proses pelaksanaan ujian berlangsung, seluruh peserta hadir dalam kondisi sehat dan mengikuti kegiatan ujian dengan tertib dan penuh tanggung jawab. Tidak ditemukan adanya pelanggaran tata tertib maupun kendala teknis selama pelaksanaan ujian berlangsung.

    

         Ujian ini merupakan bagian penting dari upaya pemenuhan hak pendidikan bagi Anak Binaan selama berada di LPKA Kelas II Bandung, serta diharapkan dapat menjadi bekal mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan masa pembinaan. Melalui kegiatan ini, LPKA Kelas II Bandung menunjukkan komitmennya dalam mendukung proses reintegrasi sosial dan pendidikan yang berkelanjutan bagi setiap Anak Binaan.

LPKA Bandung Gelar Donor Darah Peringati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-61

LPKA Bandung Gelar Donor Darah Peringati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-61

          Bandung, 9 April 2025 dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-61 yang jatuh pada bulan April 2025, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung melaksanakan kegiatan Donor Darah sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan kontribusi positif terhadap sesama. Kegiatan ini diikuti oleh 10 orang pegawai LPKA dengan penuh antusias dan semangat solidaritas.

          Kegiatan donor darah ini dilaksanakan pada Rabu 9 April 2025, bertempat di Aula Lapas Perempuan kelas II Bandung, bekerja sama dengan tim medis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung. Sejumlah pegawai turut serta secara sukarela untuk mendonorkan darahnya, sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan stok darah di PMI yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya pasien-pasien di rumah sakit.

          Kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan dan standar medis dalam proses pengambilan darah. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai LPKA Kelas II Bandung semakin tergerak untuk terus berkontribusi dalam kegiatan sosial lainnya, sejalan dengan nilai-nilai pemasyarakatan yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat.

Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-61: LPKA Bandung Wujudkan Kepedulian melalui Bakti Sosial

Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-61: LPKA Bandung Wujudkan Kepedulian melalui Bakti Sosial

          Pada hari ini, Senin 14 April 2025, bertempat di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung, telah dilaksanakan kegiatan Bakti Sosial dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-61 tahun.

          Kegiatan Bakti Sosial ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan yang diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran pemasyarakatan sebagai bagian dari masyarakat yang aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, serta sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

 

          Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pegawai LPKA Kelas II Bandung, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan. Masyarakat sekitar menyambut baik kegiatan bakti sosial ini dan menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kontribusi nyata dari jajaran pemasyarakatan.

Penebaran 1.300 Bibit Ikan di LPKA Bandung, Dukung Ketahanan Pangan

Penebaran 1.300 Bibit Ikan di LPKA Bandung, Dukung Ketahanan Pangan

Bandung – LPKA Kelas II Bandung melaksanakan kegiatan penebaran bibit ikan lele dan nila di kolam ikan LPKA. Kegiatan ini bertujuan untuk menunjang program pelatihan kemandirian budidaya ikan air tawar bagi anak binaan, sekaligus mendukung upaya ketahanan pangan sesuai instruksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Dalam kegiatan ini, LPKA Kelas II Bandung menerima bantuan sebanyak 1.000 ekor ikan nila jenis Nirwana dan 300 ekor ikan lele jenis Mutiara dari Balai Benih Ikan Cibiru, DKPP Kota Bandung. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kasi Registrasi & Klasifikasi serta Kasi Pembinaan LPKA Kelas II Bandung pada hari Kamis, 19 Desember 2024,

Sebelum dilepaskan ke kolam, ikan-ikan tersebut disimpan di permukaan air untuk proses adaptasi dengan lingkungan barunya. Penyebaran pertama dilakukan oleh Kepala LPKA Kelas II Bandung, yang menandai dimulainya program budidaya ikan air tawar ini.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelatihan kemandirian, tetapi juga memberikan kesempatan kepada anak binaan untuk terlibat langsung dalam pengelolaan dan perawatan ikan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan anak binaan dalam bidang budidaya ikan, yang kelak dapat menjadi bekal berharga bagi mereka setelah keluar dari LPKA.

Penebaran bibit ikan ini menjadi salah satu wujud komitmen LPKA Kelas II Bandung dalam memberikan pembinaan kemandirian kepada anak binaan. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan melalui hasil budidaya ikan air tawar di masa depan.

Semangat Anak Binaan LPKA Kelas II Bandung di Ajang Monev Kepramukaan se-Bandung Raya

Semangat Anak Binaan LPKA Kelas II Bandung di Ajang Monev Kepramukaan se-Bandung Raya

Bandung – LPKA Kelas II Bandung mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Kepramukaan yang berlangsung di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung pada Rabu, 18 Desember 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pembinaan kepramukaan di lingkungan Lapas, Rutan, dan LPKA yang berada di bawah naungan Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat. Acara ini dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat Nomor W.11.PK.05.01-12613 tanggal 15 Oktober 2024.

Kegiatan dimulai dengan proses registrasi dan penggeledahan peserta. Para peserta kemudian mengikuti gladi upacara sebagai persiapan pembukaan. Upacara pembukaan secara resmi dipimpin oleh Kak Ema, Ketua Kwartir Cabang Kabupaten Bandung, yang menyampaikan pesan tentang pentingnya pembinaan karakter melalui kepramukaan.

Dalam sesi monitoring dan evaluasi, Kak Engkuy Kurniasih bersama tim mengevaluasi kegiatan pramuka di Unit Pelaksana Teknis (UPT). Selain itu, rangkaian kegiatan meliputi perlombaan Yel-Yel dan Paduan Suara, yang diikuti oleh peserta dengan semangat dan antusiasme tinggi. Materi Bela Negara juga diberikan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), sebagai bagian dari pembinaan nasionalisme dan cinta tanah air.

Pada penghujung acara, tim menyampaikan hasil Monitoring dan Evaluasi yang mencakup rekomendasi untuk peningkatan kualitas program kepramukaan. Prestasi yang diraih LPKA Kelas II Bandung menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan kepramukaan di institusi tersebut.

Penampilan Yel-Yel Anak Binaan LPKA Kelas II Bandung

Dalam kegiatan ini, LPKA Kelas II Bandung mengirimkan 15 anak binaan yang berhasil menunjukkan dedikasi dan kemampuan terbaik mereka, hingga meraih Juara Harapan II Umum. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga memberikan motivasi kepada WBP untuk terus aktif berkontribusi dalam kegiatan positif seperti kepramukaan. Dengan semangat kebersamaan, acara ini diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan pembinaan yang kondusif di Lapas, Rutan, dan LPKA di Jawa Barat.

Tes HIV dan Edukasi Pencegahan, LPKA Bandung Berikan Pengetahuan pada Anak Binaan

Tes HIV dan Edukasi Pencegahan, LPKA Bandung Berikan Pengetahuan pada Anak Binaan

Bandung,– Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung menggelar kegiatan Konseling dan Tes HIV/AIDS untuk 52 anak binaan pada Rabu, 9 Oktober 2024, bertempat di Gazebo LPKA. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak binaan mengenai HIV/AIDS serta mendorong mereka untuk melakukan tes HIV secara sukarela guna mengetahui status kesehatan mereka.

Kegiatan dimulai dengan sesi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mengenai HIV/AIDS yang disampaikan oleh para petugas medis dan konselor. Dalam sesi ini, anak-anak binaan diberikan pemahaman tentang HIV/AIDS, cara penularannya, serta langkah-langkah pencegahan yang perlu dilakukan. Selain itu, peserta juga diinformasikan mengenai bahaya pembuatan tato dan aksesoris tasbeh kelamin, yang dapat meningkatkan risiko penularan HIV dan penyakit menular seksual lainnya. Materi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang bisa berbahaya bagi kesehatan mereka.

Setelah sesi KIE, anak-anak binaan mengikuti proses konseling. Konseling dimulai dengan konseling pra-tes, di mana setiap anak diberikan penjelasan terkait tes HIV dan diminta untuk memberikan persetujuan melalui tanda tangan inform consent. Setelah itu, petugas medis melakukan tes HIV dengan menggunakan metode rapid test, yang didukung oleh logistik dari Puskesmas Arcamanik. Proses tes ini berjalan dengan lancar dan didampingi oleh konselor yang memberikan dukungan emosional kepada anak-anak binaan.

Setelah tes dilakukan, dilanjutkan dengan konseling pasca-tes HIV, di mana anak-anak binaan diberi penjelasan tentang hasil tes dan langkah-langkah yang perlu diambil setelahnya. Jika hasil tes menunjukkan status negatif, mereka diberi pengetahuan lebih lanjut tentang cara menjaga kesehatan dan menghindari perilaku berisiko. Bila hasil tes menunjukkan status positif, anak-anak binaan akan dirujuk untuk mendapatkan layanan Care, Support, and Treatment (CST) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Hasil tes menunjukkan bahwa seluruh 52 anak binaan yang mengikuti tes HIV dinyatakan non-reaktif atau negatif, yang menandakan bahwa mereka tidak terinfeksi HIV. Meskipun demikian, mereka tetap diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga perilaku pencegahan agar tidak tertular HIV/AIDS di masa depan. Proses pelaporan kegiatan ini dilakukan secara online menggunakan aplikasi SIHA 2.1, yang memastikan pencatatan data dilakukan secara sistematis dan terintegrasi.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para anak binaan, yang merasa lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan menghindari perilaku berisiko. Pihak LPKA berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk mendukung pembinaan anak-anak binaan dalam rangka menciptakan generasi yang lebih sehat, sadar akan pentingnya kesehatan diri, dan siap menghadapi tantangan hidup dengan keputusan yang tepat.

Tingkatkan Kesiapsiagaan, LPKA Kelas II Bandung Latihan Penanggulangan Bencana Kebakaran

Tingkatkan Kesiapsiagaan, LPKA Kelas II Bandung Latihan Penanggulangan Bencana Kebakaran

Bandung – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung menggelar kegiatan sosialisasi dan simulasi penanggulangan kebakaran pada Kamis, 3 Oktober 2024, bertempat di Aula LPKA Kelas II bandung. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana kebakaran di lingkungan LPKA dan memberikan pengetahuan praktis mengenai cara menangani kebakaran.

Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala LPKA Kelas II Bandung yang menekankan pentingnya kewaspadaan dan pemahaman mengenai bencana kebakaran. “Kegiatan ini kami harapkan dapat membekali para petugas dan penghuni LPKA dengan pengetahuan serta keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi kebakaran,” ujarnya.

Kepala Seksi Penyuluhan Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung juga memberikan sambutan dan menjelaskan peran serta masyarakat dalam penanggulangan kebakaran. Beliau mengingatkan bahwa kebakaran sering kali disebabkan oleh kelalaian manusia, seperti arus pendek listrik atau kebakaran yang terjadi di dapur. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk selalu siap menghadapi risiko tersebut.

Dalam kegiatan ini, para peserta mendapat sosialisasi mengenai jenis-jenis kebakaran, penyebab yang paling sering terjadi, serta cara penanggulangannya. Beberapa teknik dasar yang diajarkan mencakup penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), prosedur evakuasi yang benar, dan langkah-langkah pencegahan kebakaran. Simulasi penanganan kebakaran pun dilakukan untuk melatih peserta dalam situasi darurat. Dalam simulasi tersebut, peserta diperagakan bagaimana cara menggunakan alat pemadam api dan langkah-langkah evakuasi yang harus diambil saat terjadi kebakaran.

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab di mana peserta dapat mengajukan berbagai pertanyaan terkait cara-cara menangani kebakaran dan memastikan keamanan di lingkungan masing-masing. Simulasi penanganan kebakaran ini mendapat respon positif dari para peserta, yang merasa lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi situasi darurat tersebut.

Dengan kegiatan ini, LPKA Kelas II Bandung berharap dapat meningkatkan keselamatan dan kewaspadaan semua pihak terhadap potensi kebakaran, serta memastikan setiap orang di lingkungan tersebut tahu bagaimana cara bertindak dalam keadaan darurat.

Beranda
Account
Pesan
Search