LPKA Bandung melaksanakan kegiatan inovasi  perekaman e-KTP Bagi Anak binaan LPKA Bandung.

LPKA Bandung melaksanakan kegiatan inovasi  perekaman e-KTP Bagi Anak binaan LPKA Bandung.

Kegiatan perekaman e-KTP di LPKA Bandung bertujuan untuk memberikan identitas resmi bagi setiap anak binaan. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan pengakuan formal terhadap hak-hak individu anak-anak yang berada di bawah asuhan lembaga ini.

Perekaman e-KTP tidak hanya sekadar memberikan identitas, tetapi juga mempermudah proses administratif di masa depan. Dengan e-KTP, anak-anak binaan dapat mengakses berbagai layanan publik, dan proses identifikasi di dalam LPKA Bandung menjadi lebih efektif.

Proses perekaman dilakukan dengan pendekatan yang ramah anak, melibatkan petugas khusus yang terlatih untuk berinteraksi dengan anak-anak. Mereka memberikan pemahaman tentang pentingnya e-KTP, menjelaskan proses secara sederhana, dan menciptakan lingkungan yang mendukung agar anak-anak merasa nyaman selama proses perekaman.

LPKA Bandung bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bandung dalam pelaksanaan kegiatan ini. Kolaborasi ini memastikan bahwa setiap e-KTP yang dihasilkan memiliki validitas hukum dan dapat diakui oleh berbagai instansi.

Langkah inovatif LPKA Bandung dalam perekaman e-KTP tidak hanya menciptakan keberlanjutan administratif, tetapi juga mencerminkan komitmen lembaga tersebut terhadap hak dan kesejahteraan anak. Identitas resmi ini bukan hanya selembar kartu, tetapi kunci untuk membuka pintu masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak binaan.

Posyandu Remaja dan KIE di LPKA Bandung: Mendekatkan Akses Kesehatan bagi Anak Binaan

Posyandu Remaja dan KIE di LPKA Bandung: Mendekatkan Akses Kesehatan bagi Anak Binaan

LPKA Bandung terus menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan anak-anak binaan dengan menyelenggarakan kegiatan rutin Posyandu Remaja dan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) dengan tema kali ini tentang “Penyakit Scabies”. Kegiatan ini melibatkan seluruh anak binaan, petugas kesehatan, dan kader kesehatan LPKA Bandung.

Kegiatan KIE kali ini diarahkan pada penyuluhan tentang penyakit scabies, sebuah masalah kulit yang dapat menjangkiti siapa saja. Petugas kesehatan memberikan informasi tentang penyebab, gejala, dan langkah-langkah pencegahan penyakit ini. Melalui metode yang interaktif dan edukatif, anak-anak binaan dilibatkan dalam sesi tanya jawab untuk memastikan pemahaman yang optimal.

Selain sesi KIE, kegiatan Posyandu Remaja melibatkan pemeriksaan kesehatan rutin, termasuk pengukuran tinggi badan, berat badan, dan pemeriksaan umum. Anak-anak binaan diberikan kesempatan untuk berkonsultasi dengan petugas kesehatan terkait masalah kesehatan yang mungkin mereka hadapi.

Kader kesehatan LPKA Bandung, yang telah menerima pelatihan khusus, memainkan peran kunci dalam mendukung kegiatan ini. Mereka tidak hanya membantu dalam penyelenggaraan acara, tetapi juga berperan sebagai penghubung antara anak-anak binaan dan petugas kesehatan. Peran kader kesehatan ini memastikan informasi dan layanan kesehatan disampaikan dengan efektif dan dapat diakses oleh semua.

Kegiatan Posyandu Remaja dan KIE ini membawa manfaat ganda. Pertama, mendekatkan akses layanan kesehatan kepada anak-anak binaan, memastikan bahwa mereka mendapatkan perawatan yang diperlukan. Kedua, meningkatkan pemahaman mereka tentang isu-isu kesehatan tertentu, seperti penyakit scabies, sehingga mereka dapat mengambil tindakan preventif.

Dengan melibatkan anak-anak binaan dalam kegiatan Posyandu Remaja dan KIE, LPKA Bandung tidak hanya menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan fisik dan psikologis mereka, tetapi juga membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menjaga kesehatan mereka dalam perjalanan hidup mereka.

LPKA Bandung Raih Penghargaan Prestisius sebagai Lembaga Perlindungan Ramah Anak

LPKA Bandung Raih Penghargaan Prestisius sebagai Lembaga Perlindungan Ramah Anak

Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung mengukir prestasi gemilang dengan meraih penghargaan sebagai “Lembaga Perlindungan Ramah Anak” dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas dedikasi LPKA Bandung dalam melaksanakan pembinaan dan perlindungan terhadap anak-anak

Penghargaan ini mencerminkan komitmen tinggi LPKA Bandung dalam memberikan lingkungan yang aman, mendukung, dan peduli terhadap kebutuhan anak-anak. Lembaga ini tidak hanya berfokus pada pemulihan, tetapi juga memastikan bahwa hak-hak dan kesejahteraan anak-anak binaan menjadi prioritas utama.

LPKA Bandung dikenal atas pendekatannya yang holistik dalam pembinaan anak-anak. Mereka tidak hanya memberikan aspek pendidikan dan rehabilitasi, tetapi juga memastikan aspek psikososial, kesehatan, dan keamanan anak-anak terjamin. Langkah-langkah ini sejalan dengan prinsip-prinsip Konvensi Hak Anak yang menjadi pedoman dalam melindungi dan memenuhi hak-hak anak.

Prestasi LPKA Bandung sebagai Lembaga Perlindungan Ramah Anak tidak hanya menjadi ajang pengakuan, tetapi juga sebagai langkah lebih maju dalam menginspirasi lembaga sejenis untuk memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak yang membutuhkan perlindungan dan pembinaan.

Melalui penghargaan ini, LPKA Bandung membuktikan bahwa dengan pendekatan yang holistik dan komitmen yang tinggi, lembaga pembinaan dapat menjadi wahana pemulihan dan harapan bagi anak-anak yang mengalami kesulitan.

Khusyuk dan Meriah, Tausiah dari Inspektur Jendral Kemenkumham di LPKA Kelas II Bandung

Khusyuk dan Meriah, Tausiah dari Inspektur Jendral Kemenkumham di LPKA Kelas II Bandung

Ada tausiyah Inspektur Jendral Kemenkumham yang dilaksanakan di masjid Miftahul Jannah LPKA Kelas II Bandung. Acara pada hari Sabtu tersebut, dihadiri Kepala LPKA, petugas, dan para anak binaan.

Dalam acara ini, anak binaan tidak hanya mendengarkan ceramah tetapi juga sebagai penampil. Penampilan tersebut dipersembahkan untuk menyambut Inspektur Jendral Kemenkumham yang akan mengisi ceramah.

Beberapa anak binaan ada yang tampil untuk bermain hadroh. Sedang anak binaan lainnya ada yang membacakan ayat suci Al Qur’an. Penulis sendiri merupakan salah satu anak binaan yang ikut memeriahkan penampilan hadroh.

Kami sebagai pemain hadroh bertugas untuk menyambut kedatangan Inspektur Jendral Kemenkumham dan memeriahkan acara tausiahnya. Dalam penampilan tersebut, kami membawakan shalawat Nabi Muhammad SAW. Sebelumnya kami sudah berlatih untuk pementasan ini dengan sebaik-baiknya.

Penulis: SM

Editor: Mochamad Faris D

Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2023 di LPKA Bandung

Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2023 di LPKA Bandung

Dalam memperingati Hari Pahlawan di LPKA Kelas II Bandung, petugas dan anak binaan melaksanakan upacara. Pelaksanaan upacara dilakukan di tengah lapangan rumput sintetis pada Jumat pagi

Anak binaan mengikuti upacara dengan hikmat. Mulai dari persiapan upacara hingga selesainya. Dalam pembukaan upacara, Pak Mali Jumali, Kepala LPKA Kelas II Bandung, membacakan sambutan dari Kementrian Sosial Republik Indonesia.

Kami anak binaan memaknai hari pahlawan sebagai motivasi diri. Kami belajar bahwa sebuah perjuangan memerlukan pengorbanan, agar bisa mewujudkan kemerdekaan RI.

Penulis: RR Y.I

Editor: Mochamad Faris D

Serah terima jabatan dan pisah sambut Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bandung dari Bapak Dadang Sumardi ke Bapak Mali Jumali.

Serah terima jabatan dan pisah sambut Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bandung dari Bapak Dadang Sumardi ke Bapak Mali Jumali.

Acara penandatanganan berita acara serah terima jabatan dan penyerahan memori jabatan Kepala LPKA Kelas II Bandung dari Bapak Dadang Sumardi kepada Bapak Mali Jumali yang di saksikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jabar Bapak R. Andika Dwi Prasetya.
.
Dalam sambutan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jabar Bapak R. Andika Dwi Prasetya beliau berpesan bahwa pergantian kepemimpinan harus kita sikapi dengan pemikiran yang terbuka atas segala perubahan yang berguna untuk penyegaran organisasi dan menuju perubahan ke arah yang lebih baik lagi.

Pisah Sambut Pejabat Administrasi di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bandung.

Kepala Subseksi Pendidikan dan Bimbingan Kemasyarakatan dari Bapak Ardiansyah kepada Bapak Yoga Suprayoga.

Serta Kepala Urusan Keuangan dan Perlengkapan dari Bapak Deny Wijaya kepada Bapak Rohmana

Bapak Mali Jumali Kepala LPKA Bandung dalam sambutannya berpesan bahwa sebagai Aparatur Sipil Negara kita harus bekerja secara loyalitas dan berintegritas tinggi.

Pembuatan Kerajinan Tangan dari Bungkus Kopi bersama PKBI

Pembuatan Kerajinan Tangan dari Bungkus Kopi bersama PKBI


Di tengah semangat pembinaan dan kreativitas, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung bersama dengan PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) setempat menggelar kegiatan pembuatan kerajinan tangan yang unik dan berkelanjutan. Kali ini, bahan yang menjadi fokus kreativitas adalah bungkus kopi bekas.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan anak-anak binaan LPKA tentang pentingnya daur ulang dan bagaimana mereka dapat berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan. Bungkus kopi bekas, yang biasanya dianggap sebagai limbah, diubah menjadi bahan seni yang menarik.

Dengan bimbingan dari para fasilitator PKBI dan pengajar LPKA, anak-anak binaan diundang untuk melepaskan imajinasi mereka. Mereka memotong, melipat, dan menyusun bungkus kopi bekas menjadi karya seni yang mengagumkan.

Kegiatan ini tidak hanya tentang membuat kerajinan tangan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kolaborasi, kerja tim, dan pembelajaran yang berkelanjutan. Anak-anak binaan belajar tentang proses kreatif, memahami konsep daur ulang, dan mengembangkan keterampilan tangan yang bermanfaat.

PKBI, sebagai mitra dalam kegiatan ini, tidak hanya memberikan panduan praktis dalam pembuatan kerajinan tangan, tetapi juga berperan sebagai fasilitator sosial. Mereka mengadakan sesi diskusi kecil tentang pentingnya berkontribusi pada lingkungan dan bagaimana kreativitas dapat menjadi sarana ekspresi dan pembebasan emosional.

Dengan semangat pembelajaran dan kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan pembuatan kerajinan tangan dari bungkus kopi ini menjadi bukti bahwa kreativitas dapat menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sambil memberikan dampak positif pada lingkungan sekitar.

LPKA Bandung Memperkuat Komitmen Konvensi Hak Anak dan Pengasuhan Positif Bersama Puspaga Provinsi Jawa Barat

LPKA Bandung Memperkuat Komitmen Konvensi Hak Anak dan Pengasuhan Positif Bersama Puspaga Provinsi Jawa Barat

Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung terus menunjukkan komitmennya terhadap hak-hak anak dan pengasuhan positif dengan menggelar acara sosialisasi Konvensi Hak Anak dan Pengasuhan Positif. Acara ini diselenggarakan bekerja sama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Puspaga) Provinsi Jawa Barat.

Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para pendamping anak di LPKA Bandung tentang Konvensi Hak Anak, sebuah instrumen internasional yang menetapkan hak-hak dasar semua anak. Konvensi ini mencakup hak untuk hidup, hak untuk tumbuh dan berkembang, hak untuk pendidikan, dan hak untuk dilindungi dari segala bentuk kekerasan.

Selain itu, pengasuhan positif juga menjadi fokus utama. Para pendamping anak di LPKA diberikan pandangan mendalam tentang pentingnya mendukung pertumbuhan anak dengan memberikan kasih sayang, dukungan, dan pengarahan yang positif. Hal ini sejalan dengan komitmen LPKA untuk menciptakan lingkungan pembinaan yang mendukung perkembangan optimal anak.

Acara ini menampilkan sesi bincang-bincang yang menghadirkan narasumber dari Puspaga Provinsi Jawa Barat. Mereka membahas pentingnya penerapan prinsip-prinsip Konvensi Hak Anak dalam pembinaan anak dan memberikan panduan praktis tentang penerapan pengasuhan positif.

Dengan acara ini, LPKA Bandung mengukuhkan tekadnya untuk tidak hanya menjadi lembaga pembinaan, tetapi juga sebagai wadah yang peduli terhadap hak-hak anak dan menerapkan pengasuhan positif sebagai landasan membangun masa depan yang cerah bagi anak-anak binaan.

Anak Binaan pun Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW

Anak Binaan pun Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW

Kamis 28 September 2023, semua umat Islam merayakan Maulid Nabi, termasuk anak binaan di LPKA Kelas II Bandung. Peringatan Maulid Nabi SAW bertempat di masjid Miftahul Jannah yang terletak di dalam LPKA.

Kegiatan dihadiri oleh Bapak Kepala LPKA dan para pejabat struktural LPKA. Selain itu juga diisi oleh pemateri dari Bank Syariah Indonesia cabang Bandung.

Perayaan Maulid Nabi ini merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT yang telah menciptakan manusia seperti kanjeng Nabi Muhammad SAW yang taat pada agama. Acara dilakukan sejak pagi hari hingga jam satu siang.

Selama mengikuti acara, anak binaan juga didik tentang sejarah agama Islam. Dalam tausiah tersebut anak binaan mendapat materi tentang kelahiran nabi Muhammad SAW dan perjuangan mengorbarkan agama Islam.

Penulis: FA

Editor: Mochamad Faris D

Belajar dan Terhibur, Anak Binaan Mengenal Pendidikan Seks Lewat Pertunjukan Wayang Golek

Belajar dan Terhibur, Anak Binaan Mengenal Pendidikan Seks Lewat Pertunjukan Wayang Golek

Ada kegiatan istimewa di Aula LPKA Kelas II Bandung pada Jumat pagi ini (15/10/23). Anak binaan menyaksikan pertunjukan wayang golek yang diselenggarakan di aula oleh Psikologi UPI dan Putra Wangunharja.

Pertunjukan tersebut dihadiri oleh petugas, anak binaan, dan mahasiswa UPI. Acara hari jumat pagi itu, merupakan bagian dari penelitian tentang nilai moral dan pendidikan seks.

Anak binaan yang menonton wayang golek terlihat menikmati pertunjukannya. Ada anak yang sampai tertawa-tawa karena terhibur. Semua anak binaan selain menikmati pertunjukan tersebut juga belajar tentang budaya Sunda dan pesan moral yang disampaikan melalui karakter wayang golek.

Menurut Ibu Sri Maslihah, M.Psi., yang mendampingi tim peneliti memaparkan bahwa pemilihan wayang golek dianggap dapat menampilkan nilai-nilai moral secara menyeluruh sambil mempertahankan akar kebudayaan kita. Kami sebagai anak binaan, dapat memahami pesan yang disampaikan melalui pertunjukan tersebut.

Penulis: MRM

Editor: Mochamad Faris D

Beranda
Account
Pesan
Search