nak-anak positif HIV AIDS?😱 . Bisa saja ya sobat! Karena pergaulan bebas penularan HIV AIDS tidak memandang usia. Oleh karena itu karena tingginya kasus perlindungan anak di LPKA Bandung maka Sub Seksi Perawatan melakukan test HIV AIDS pada 52 anak binaan di LPKA Bandung. . Kegiatan ini guna memberikan edukasi dan status anak binaan pada HIV AIDS. Setelah dilakukan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) anak binaan melakukan test hiv, hasilnya sebanyak 52 anak binaan terbukti non reaktif HIV AIDS.
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung terus berupaya memberikan bekal keterampilan praktis kepada anak binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Salah satu kegiatan terbaru yang digelar adalah Pelatihan Pengelasan (Welding) yang diikuti oleh 20 orang anak binaan. Kegiatan ini berlangsung selama satu minggu penuh dengan fokus pada praktik langsung di bengkel kerja yang telah disiapkan.
Pelatihan ini mencakup tahapan keterampilan dasar hingga lanjutan dalam bidang pengelasan. Para peserta diajarkan mulai dari pemotongan besi holo sebagai bahan dasar, teknik pengelasan yang benar dan aman, hingga proses pemasangan rangka yang nantinya akan dibentuk menjadi kursi kafe. Melalui metode pembelajaran bertahap, anak binaan tidak hanya memahami teori dasar pengelasan, tetapi juga mampu menghasilkan produk nyata yang memiliki nilai guna.
Instruktur yang berpengalaman mendampingi anak binaan selama proses pelatihan, memberikan arahan terkait keselamatan kerja (safety), teknik pengoperasian mesin las, serta cara membaca desain rangka sederhana. Dengan pendampingan intensif, peserta diharapkan mampu menguasai keterampilan dasar yang bisa dijadikan modal untuk bekerja di dunia industri atau bahkan membuka usaha mandiri di bidang pertukangan dan mebel.
Pelatihan pengelasan ini juga menekankan pentingnya kerja sama dan disiplin. Dalam pengerjaan proyek pembuatan kursi kafe, para anak binaan dibagi dalam kelompok kecil sehingga mereka belajar berkoordinasi, membagi tugas, dan menyelesaikan pekerjaan sesuai target. Hasil akhir berupa rangka kursi yang kokoh diharapkan dapat dimanfaatkan di lingkungan LPKA maupun menjadi contoh keterampilan yang bisa dipasarkan.
Melalui kegiatan ini, LPKA Bandung berkomitmen untuk terus memberikan berbagai program pelatihan vokasional bagi anak binaan. Dengan keterampilan seperti pengelasan, mereka diharapkan dapat memiliki peluang yang lebih luas ketika kembali ke masyarakat, sehingga mampu hidup mandiri, produktif, dan menjauhi perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam membekali anak binaan dengan keterampilan praktis yang bermanfaat untuk masa depan. Kali ini, LPKA Bandung menyelenggarakan Pelatihan Perawatan AC (Air Conditioning) bekerja sama dengan Airnav Indonesia dan Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug. Kegiatan ini berlangsung selama satu minggu penuh dan diikuti oleh 20 anak binaan sebagai peserta pelatihan.
Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar hingga teknis mengenai penyetelan dan perawatan AC. Materi yang diberikan meliputi pengenalan komponen utama AC, prinsip kerja sistem pendingin udara, cara melakukan pengecekan rutin, teknik penyetelan agar kinerja AC lebih optimal, hingga langkah-langkah perawatan preventif yang dapat memperpanjang usia pakai mesin pendingin. Peserta juga mendapatkan penjelasan teori mengenai pentingnya perawatan AC baik di lingkungan perumahan maupun perkantoran, sehingga dapat menambah wawasan sekaligus membuka peluang kerja di bidang teknisi pendingin udara.
Selain teori, anak binaan juga berkesempatan mengikuti sesi praktik langsung dengan didampingi oleh instruktur berpengalaman dari Airnav Indonesia dan tenaga ahli dari PPI Curug. Mereka diajarkan bagaimana cara membongkar dan merakit komponen AC dengan benar, melakukan pembersihan unit indoor dan outdoor, serta mengenali tanda-tanda kerusakan pada sistem pendingin. Metode pembelajaran yang interaktif membuat para peserta lebih mudah memahami dan menguasai keterampilan yang diberikan.
Sementara itu, perwakilan dari Airnav Indonesia dan PPI Curug menegaskan komitmen mereka dalam mendukung program pelatihan ini sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya di kalangan anak binaan. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan para peserta pelatihan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, tanggung jawab, serta motivasi untuk memperbaiki masa depan.
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung menerima kunjungan SMP Daarut Tauhid pada hari Rabu, 28 Mei 2025 dalam rangka program Pembinaan Calon Lulusan (PCL) dengan tema “Belajar makna Tanggung Jawab dan kesempatan kedua”.
Kegiatan ini dihadiri oleh 6 orang guru pendamping, 113 siswa SMP Daarut Tauhid, Kasie Registrasi dan Klasifikasi, Kasie Keamanan dan Ketertiban LPKA Kelas II Bandung, Kasubsi pendidikan dan Bimbingan Kemasyarakatan dan 16 Anak Binaan LPKA Bandung.
Dalam kegiatan ini, siswa-siswi SMP Daarut Tauhid dikenalkan mengenai profil LPKA Bandung dan diberikan penjelasan serta pemahaman mengenai fungsi, tujuan, dan pembinaan anak. Selain itu, siswa-siswa SMP Daarut Tauhid juga diberikan waktu untuk sharing bersama anak binaan LPKA Bandung guna bisa saling bertukar cerita dan diharapkan dapat mengambil suatu pelajaran antara satu sama lain. Para siswa juga diberiksn kesempatan untuk melakukan tour dan observasi di area LPKA Bandung.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai Sistem Peradilan Pidana Anak kepada murid-murid SMP Daarut Tauhid.
Kakanwil KemenHAM Jawa Barat memberikan penguatan bagi anak binaan LPKA Bandung yang bertempat di Aula LPKA pada hari Sabtu, 24 Mei 2025. Kegiatan ini juga diisi dengan sambutan Kepala LPKA Bandung, pemberian materi oleh Kabid Instrumen HAM Kanwil Kemenham Jawa Barat, dan Wawancara anak binaan oleh KOPPETA HAM Jawa Barat. Kegiatan ini didampingi langsung oleh Kepala LPKA Bandung, Kasi Wasgakin, Kasi Registrasi & Klasifikasi, dan Kasi Pembinaan LPKA Bandung.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman anak binaan tentang pentingnya HAM dan bagaimana mereka dapat melindungi hak-hak mereka. Kakanwil KemenHAM Jawa Barat berharap kegiatan ini dapat menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman anak binaan tentang HAM, serta membantu mereka menjadi warga negara yang lebih baik dan lebih bertanggung jawab.
Dalam kegiatan ini, anak-anak binaan diberikan penjelasan tentang konsep HAM, jenis-jenis hak yang dilindungi, dan bagaimana mereka dapat mengakses hak-hak tersebut. Mereka juga diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan diskusi tentang bagaimana mereka dapat melindungi hak-hak mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan penguatan HAM ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi anak-anak binaan. Dengan pengetahuan dan kesadaran tentang HAM, anak-anak binaan dapat menjadi lebih sadar akan hak-hak mereka dan dapat melindungi diri mereka dari pelanggaran hak-hak. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu anak-anak binaan untuk menjadi lebih berdaya saing dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Dalam upaya peningkatan kemandirian anak binaan, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung kembali menyelenggarakan pelatihan mencukur gelombang ke 2 pada hari Selasa, 20 Mei 2025 yang dilaksanakan di ruang cukur. Kegiatan ini bekerjasama dengan Lembaga Advokasi Hak Anak dan Rumah Zakat. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali anak-anak binaan dengan keterampilan dasar yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Anak-anak binaan sangat bersemangat dan antusias dalam mengikuti pelatihan ini. Para anak binaan diajarkan tentang cara mencukur yang benar dan aman, dan ,mereka diberikan kesempatan untuk mempraktikannya secara langsung dengan dibimbing oleh instruktur yang berpengalaman.
Dengan pelatihan ini, anak-anak binaan dapat meningkatkan keterampilan mereka dan menjadi lebih mandiri. Mereka juga dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka dengan memiliki penampilan yang rapi dan bersih. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu anak-anak binaan untuk menjadi lebih siap untuk kembali ke masyarakat setelah masa pembinaan.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan anak-anak binaan dapat memiliki keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari dan dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka. Pelatihan ini juga diharapkan dapat membantu anak-anak binaan untuk menjadi lebih mandiri dan siap untuk kembali ke masyarakat setelah masa pembinaan.
Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bandung sangat mendukung penuh program ketahanan pangan. Hal itu diaplikasikan melalui sinergi antara LPKA Bandung dan mahasiswa UIN dengan menyelenggarakan program pembinaan pelatihan penanaman hidroponik pada hari selasa 20 Mei 2025 kepada anak binaan. Kegiatan ini diikuti oleh 15 anak binaan di ruang kelas.
Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan kepada anak-anak binaan tentang cara menanam tanaman secara hidroponik dengan baik dan benar. Dalam pelatihan ini, anak-anak binaan diajarkan tentang cara membuat sistem hidroponik, memilih jenis tanaman yang cocok, dan melakukan perawatan tanaman. Mereka juga diajarkan tentang manfaat dari tanaman hidroponik, seperti meningkatkan hasil panen dan menghemat air.
Anak-anak binaan sangat antusias dalam mengikuti pelatihan ini. Mereka terlihat sangat bersemangat saat melakukan praktik menanam tanaman hidroponik. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan anak-anak binaan dapat memiliki keterampilan yang berguna setelah mereka bebas dari lembaga pembinaan.
Pelatihan ini juga diharapkan dapat membantu anak-anak binaan untuk memiliki pola pikir yang positif dan produktif, serta dapat menjadi bekal bagi mereka untuk mencari nafkah di masa depan. Dengan demikian, anak-anak binaan dapat menjadi lebih mandiri dan berdaya saing di masyarakat.
Bandung, 20 Mei 2025 dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-117, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung menggelar upacara bendera yang diikuti oleh seluruh Anak Binaan pada Selasa, 20 Mei 2025 di Lapangan Upacara LPKA Kelas II Bandung. Kegiatan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-117 Tahun 2025 dengan tema “Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat”
Upacara berlangsung dengan lancar, keterlibatan aktif Anak Binaan dalam upacara ini menunjukkan hasil dari proses pembinaan yang menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, serta semangat kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh insan pemasyarakatan, baik petugas maupun Anak Didik, semakin memahami makna kebangkitan nasional dan termotivasi untuk terus berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.
Bandung, 17 Juni 2025 Dalam rangka menumbuhkan semangat kebangsaan dan rasa tanggung jawab sebagai warga negara, Anak Binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung mengikuti Upacara Hari Kesadaran Nasional yang dilaksanakan pada Selasa 17 Juni 2025 bertempat di lapangan LPKA Kelas II Bandung.
Kegiatan upacara ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap tanggal 17 setiap bulannya, sebagai sarana untuk membentuk karakter disiplin, rasa cinta tanah air, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya nilai-nilai kebangsaan dan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam amanatnya, pembina upacara menyampaikan beberapa hal yaitu, kedisiplinan terutama dalam upacara, anak binaan selalu menjaga ketertiban dan mematuhi aturan yang berlaku, anak binaan selalu menjaga kebersihan di Lingkungan LPKA, anak binaan harus semangat mengikuti kegiatan pembinaan di LPKA.
Upacara berlangsung dengan lancar dan tertib, diiringi oleh pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, dan lagu-lagu kebangsaan.
Pada hari ini, Rabu 7 Mei 2025 bertempat di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung, telah dilaksanakan kegiatan Ujian Kesetaraan Program Paket A (setara SD/sederajat) dan Paket B (setara SMP/sederajat) bagi Anak Binaan yang sedang menjalani masa pembinaan di dalam LPKA Kelas II Bandung.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendidikan kesetaraan yang bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak pendidikan bagi seluruh warga negara, termasuk Anak Binaan LPKA. Kegiatan Ujian Akhir Siswa SKB Kota Bandung diikuti oleh siswa Paket A sebanyak 11 orang dan siswa Paket B sebanyak 28 orang. Berikut ini adalah rincian kegiatan pelaksanaan ujian:
1. Hari / Tanggal: Rabu, 7 Mei 2025
2. Waktu Pelaksanaan: 07.30 WIB s.d. Selesai
3. Tempat: Ruang Kelas LPKA Bandung
4. Jenis Ujian yang Dilaksanakan:
Ujian Kesetaraan Paket A (setara SD)
Matematika
Bahasa Indonesia
PPKN
IPA
IPS
Ujian Kesetaraan Paket B (setara SMP)
Matematika
Bahasa Indonesia
PPKN
IPA
IPS
Bahasa Inggris
Selama ujian berlangsung, seluruh peserta hadir dalam kondisi sehat, mengikuti kegiatan dengan tertib dan mematuhi tata tertib yang telah ditetapkan. Tidak ditemukan kendala teknis, gangguan, ataupun pelanggaran selama ujian berlangsung. Proses ujian berlangsung lancar sesuai jadwal yang ditetapkan, dan seluruh peserta mampu menyelesaikan soal dengan baik.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi hak dasar anak dalam memperoleh pendidikan yang layak, serta sebagai bentuk dukungan LPKA dalam proses reintegrasi sosial melalui jalur pendidikan. Ujian ini diharapkan menjadi langkah awal yang positif bagi para Anak Binaan untuk memperoleh ijazah formal yang dapat digunakan sebagai bekal saat mereka kembali ke masyarakat.