Kunjungan dan Seminar Kesehatan dari Mahasiswa Keperawatan STIKes Budi Luhur bertema “Bersih Kulitku, Sehat Lingkunganku, Cegah dan Atasi Scabies di sekitar kita”.

Kunjungan dan Seminar Kesehatan dari Mahasiswa Keperawatan STIKes Budi Luhur bertema “Bersih Kulitku, Sehat Lingkunganku, Cegah dan Atasi Scabies di sekitar kita”.

          Bandung, 21 April 2025 Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung menerima kunjungan dari Mahasiswa Program Studi Keperawatan STIKes Budi Luhur dalam rangka seminar dan penyuluhan kesehatan dengan tema “Bersih Kulitku, Sehat Lingkunganku: Cegah dan Atasi Scabies di Sekitar Kita”, pada Senin, 21 April 2025. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk pengabdian masyarakat sekaligus edukasi kesehatan bagi Anak Binaan dan petugas LPKA.

          Acara dimulai pada pukul 09.00 hingga selesai, bertempat di Aula Pandawa LPKA Bandung, dan dihadiri oleh 50 Anak Binaan. Seminar disampaikan langsung oleh tim mahasiswa keperawatan yang didampingi oleh dosen pembimbing dari STIKes Budi Luhur.

          Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan secara mendalam mengenai scabies, yaitu penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi tungau Sarcoptes scabiei, yang umum terjadi di lingkungan dengan kepadatan tinggi seperti lembaga pembinaan. Materi meliputi cara penularan, gejala, pencegahan, hingga penanganan scabies, serta pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

          Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama berkelanjutan antara dunia pendidikan dan institusi pembinaan anak, serta memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan Anak Binaan.

Kegiatan Ujian Paket C Anak Binaan LPKA Bandung Tahun Pelajaran 2024/2025

Kegiatan Ujian Paket C Anak Binaan LPKA Bandung Tahun Pelajaran 2024/2025

Pada hari ini Minggu, 20 April 2025 telah dilaksanakan Ujian Kesetaraan Program Paket C (setara SMA) bagi Anak Binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung. Kegiatan Ujian Akhir Siswa SKB Kota Bandung diikuti oleh siswa Paket C sebanyak 26 orang. Yang bertujuan untuk Memenuhi Hak-Hak Anbin  mendapatkan pelayanan pendidikan selama di LPKA Kelas II Bandung.

Berikut ini kami sampaikan rincian kegiatan pelaksanaan ujian:

1. Hari / Tanggal: Minggu, 20 April 2025

2. Waktu Pelaksanaan: 07.30 WIB s.d. Selesai

3. Tempat: Ruang Kelas LPKA Bandung

4. Mata Pelajaran yang Diujikan:

  • Matematika
  • Bahasa Indonesia
  • Bahasa Inggris
  • Geografi
  • Sosiologi

          Selama proses pelaksanaan ujian berlangsung, seluruh peserta hadir dalam kondisi sehat dan mengikuti kegiatan ujian dengan tertib dan penuh tanggung jawab. Tidak ditemukan adanya pelanggaran tata tertib maupun kendala teknis selama pelaksanaan ujian berlangsung.

    

         Ujian ini merupakan bagian penting dari upaya pemenuhan hak pendidikan bagi Anak Binaan selama berada di LPKA Kelas II Bandung, serta diharapkan dapat menjadi bekal mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan masa pembinaan. Melalui kegiatan ini, LPKA Kelas II Bandung menunjukkan komitmennya dalam mendukung proses reintegrasi sosial dan pendidikan yang berkelanjutan bagi setiap Anak Binaan.

Semangat Anak Binaan LPKA Kelas II Bandung di Ajang Monev Kepramukaan se-Bandung Raya

Semangat Anak Binaan LPKA Kelas II Bandung di Ajang Monev Kepramukaan se-Bandung Raya

Bandung – LPKA Kelas II Bandung mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Kepramukaan yang berlangsung di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung pada Rabu, 18 Desember 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pembinaan kepramukaan di lingkungan Lapas, Rutan, dan LPKA yang berada di bawah naungan Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat. Acara ini dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat Nomor W.11.PK.05.01-12613 tanggal 15 Oktober 2024.

Kegiatan dimulai dengan proses registrasi dan penggeledahan peserta. Para peserta kemudian mengikuti gladi upacara sebagai persiapan pembukaan. Upacara pembukaan secara resmi dipimpin oleh Kak Ema, Ketua Kwartir Cabang Kabupaten Bandung, yang menyampaikan pesan tentang pentingnya pembinaan karakter melalui kepramukaan.

Dalam sesi monitoring dan evaluasi, Kak Engkuy Kurniasih bersama tim mengevaluasi kegiatan pramuka di Unit Pelaksana Teknis (UPT). Selain itu, rangkaian kegiatan meliputi perlombaan Yel-Yel dan Paduan Suara, yang diikuti oleh peserta dengan semangat dan antusiasme tinggi. Materi Bela Negara juga diberikan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), sebagai bagian dari pembinaan nasionalisme dan cinta tanah air.

Pada penghujung acara, tim menyampaikan hasil Monitoring dan Evaluasi yang mencakup rekomendasi untuk peningkatan kualitas program kepramukaan. Prestasi yang diraih LPKA Kelas II Bandung menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan kepramukaan di institusi tersebut.

Penampilan Yel-Yel Anak Binaan LPKA Kelas II Bandung

Dalam kegiatan ini, LPKA Kelas II Bandung mengirimkan 15 anak binaan yang berhasil menunjukkan dedikasi dan kemampuan terbaik mereka, hingga meraih Juara Harapan II Umum. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga memberikan motivasi kepada WBP untuk terus aktif berkontribusi dalam kegiatan positif seperti kepramukaan. Dengan semangat kebersamaan, acara ini diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan pembinaan yang kondusif di Lapas, Rutan, dan LPKA di Jawa Barat.

Tes HIV dan Edukasi Pencegahan, LPKA Bandung Berikan Pengetahuan pada Anak Binaan

Tes HIV dan Edukasi Pencegahan, LPKA Bandung Berikan Pengetahuan pada Anak Binaan

Bandung,– Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung menggelar kegiatan Konseling dan Tes HIV/AIDS untuk 52 anak binaan pada Rabu, 9 Oktober 2024, bertempat di Gazebo LPKA. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak binaan mengenai HIV/AIDS serta mendorong mereka untuk melakukan tes HIV secara sukarela guna mengetahui status kesehatan mereka.

Kegiatan dimulai dengan sesi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mengenai HIV/AIDS yang disampaikan oleh para petugas medis dan konselor. Dalam sesi ini, anak-anak binaan diberikan pemahaman tentang HIV/AIDS, cara penularannya, serta langkah-langkah pencegahan yang perlu dilakukan. Selain itu, peserta juga diinformasikan mengenai bahaya pembuatan tato dan aksesoris tasbeh kelamin, yang dapat meningkatkan risiko penularan HIV dan penyakit menular seksual lainnya. Materi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang bisa berbahaya bagi kesehatan mereka.

Setelah sesi KIE, anak-anak binaan mengikuti proses konseling. Konseling dimulai dengan konseling pra-tes, di mana setiap anak diberikan penjelasan terkait tes HIV dan diminta untuk memberikan persetujuan melalui tanda tangan inform consent. Setelah itu, petugas medis melakukan tes HIV dengan menggunakan metode rapid test, yang didukung oleh logistik dari Puskesmas Arcamanik. Proses tes ini berjalan dengan lancar dan didampingi oleh konselor yang memberikan dukungan emosional kepada anak-anak binaan.

Setelah tes dilakukan, dilanjutkan dengan konseling pasca-tes HIV, di mana anak-anak binaan diberi penjelasan tentang hasil tes dan langkah-langkah yang perlu diambil setelahnya. Jika hasil tes menunjukkan status negatif, mereka diberi pengetahuan lebih lanjut tentang cara menjaga kesehatan dan menghindari perilaku berisiko. Bila hasil tes menunjukkan status positif, anak-anak binaan akan dirujuk untuk mendapatkan layanan Care, Support, and Treatment (CST) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Hasil tes menunjukkan bahwa seluruh 52 anak binaan yang mengikuti tes HIV dinyatakan non-reaktif atau negatif, yang menandakan bahwa mereka tidak terinfeksi HIV. Meskipun demikian, mereka tetap diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga perilaku pencegahan agar tidak tertular HIV/AIDS di masa depan. Proses pelaporan kegiatan ini dilakukan secara online menggunakan aplikasi SIHA 2.1, yang memastikan pencatatan data dilakukan secara sistematis dan terintegrasi.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para anak binaan, yang merasa lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan menghindari perilaku berisiko. Pihak LPKA berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk mendukung pembinaan anak-anak binaan dalam rangka menciptakan generasi yang lebih sehat, sadar akan pentingnya kesehatan diri, dan siap menghadapi tantangan hidup dengan keputusan yang tepat.

Sehat Bersama: Pengobatan Massal Anak Binaan LPKA Bandung Didukung Berbagai Lembaga Sosial

Sehat Bersama: Pengobatan Massal Anak Binaan LPKA Bandung Didukung Berbagai Lembaga Sosial

Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung bekerja sama dengan Lembaga Advokasi Hak Anak (LAHA) Kota Bandung, Majelis Taklim Jama’atus Sholihin, Yayasan Ibnu Sina Peduli / Tim Bhakti Sosial Hands For Help, dan Rumah Zakat Kota Bandung menggelar kegiatan bakti sosial yang memberikan layanan kesehatan kepada seluruh anak binaan, Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak binaan melalui pemeriksaan kesehatan massal.

Sebanyak 206 anak binaan mendapatkan layanan kesehatan yang mencakup pemeriksaan dan pengobatan, khususnya penanganan penyakit kulit seperti scabies. Selain itu, kegiatan ini juga disertai dengan penyuluhan kesehatan yang bertujuan memberikan pemahaman kepada anak binaan mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri serta mencegah penyakit kulit yang sering terjadi di lingkungan wisma.

Tidak hanya layanan kesehatan, kegiatan ini juga diwarnai dengan pembagian bantuan berupa handuk, perlengkapan kebersihan, dan makanan tambahan. Para mitra yang turut serta dalam bakti sosial ini menyampaikan bahwa pemberian bantuan tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak binaan dalam menjaga kebersihan diri dan meningkatkan kualitas hidup mereka selama berada di LPKA Bandung.

Selain pemeriksaan dan pengobatan, anak-anak binaan juga mendapatkan edukasi kesehatan dari tenaga medis mengenai cara mencegah penyakit kulit scabies dan pentingnya menjaga kebersihan tubuh secara teratur. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam membentuk pola hidup sehat di lingkungan LPKA.

Kegiatan ini pun mendapat sambutan positif dari anak-anak binaan yang antusias mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala untuk memastikan kesehatan para anak binaan tetap terjaga.

Bakti sosial ini menjadi bukti bahwa dukungan terhadap anak-anak binaan tidak hanya datang dari internal LPKA, tetapi juga dari berbagai pihak eksternal yang peduli terhadap masa depan mereka. Kolaborasi ini diharapkan dapat berlanjut dengan program-program bermanfaat lainnya yang mendukung proses pembinaan dan rehabilitasi anak-anak di LPKA Bandung.

Mengasah Kreativitas: Anak Binaan LPKA Bandung Berlatih Tari Tradisional

Mengasah Kreativitas: Anak Binaan LPKA Bandung Berlatih Tari Tradisional

Dalam rangka meningkatkan keterampilan dan kreativitas anak binaan, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung kembali melaksanakan kegiatan latihan tari di Aula LPKA Bandung. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah anak binaan yang antusias untuk belajar dan mengasah kemampuan seni tari mereka.

Latihan tari ini merupakan salah satu program pembinaan seni yang secara rutin diadakan oleh LPKA Bandung. Melalui program ini, anak binaan didorong untuk mengekspresikan diri secara positif, mengembangkan minat dan bakat, serta belajar bekerja sama dalam tim. Selain itu, seni tari juga menjadi sarana penting untuk menyalurkan energi positif sekaligus memberikan terapi psikologis bagi anak-anak binaan yang tengah menjalani masa pembinaan.

Kepala LPKA Kelas II Bandung mengatakan bahwa kegiatan seni seperti tari bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga bagian dari upaya untuk membentuk karakter anak binaan. “Kami percaya bahwa seni, termasuk seni tari, dapat menjadi media yang efektif untuk mendidik, melatih kedisiplinan, dan meningkatkan rasa percaya diri bagi anak binaan,” ujarnya.

Selain sebagai kegiatan rutin pembinaan, latihan tari di LPKA Bandung ini juga dipersiapkan untuk persiapan penampilan dalam acara-acara tertentu, baik di dalam LPKA maupun saat ada kunjungan dari pihak luar. Anak binaan yang sudah menunjukkan kemampuan dan minat besar dalam seni tari akan berkesempatan untuk tampil di acara-acara khusus, seperti penyambutan tamu kehormatan atau peringatan hari besar nasional.

Dengan adanya kegiatan latihan tari ini, diharapkan anak binaan LPKA Kelas II Bandung dapat terus berkembang, baik secara mental maupun emosional. Seni tari juga diharapkan menjadi media bagi mereka untuk memahami pentingnya kerja sama, menghargai kebudayaan, dan mengekspresikan perasaan dengan cara yang sehat dan positif.

Kegiatan seperti ini mencerminkan komitmen LPKA Bandung untuk terus memberikan program pembinaan yang holistik, menggabungkan aspek pendidikan, keterampilan, dan seni dalam membentuk karakter anak-anak binaan yang lebih baik di masa mendatang.

Gelar KIE “Pembinaan Kesehatan Reproduksi Remaja” untuk Anak Binaan di LPKA Bandung

Gelar KIE “Pembinaan Kesehatan Reproduksi Remaja” untuk Anak Binaan di LPKA Bandung

Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung kembali menggelar kegiatan sosialisasi KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) dengan tema “Pembinaan Kesehatan Reproduksi Remaja”. Kegiatan yang berlangsung di Aula LPKA Bandung ini diikuti oleh 60 anak binaan. Kegiatan tersebut menghadirkan pembicara dari Sahabat Remaja, sebuah komunitas yang berfokus pada edukasi kesehatan remaja, khususnya remaja yang berhadapan dengan hukum.

Acara ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang lebih mendalam terkait kesehatan reproduksi kepada para anak binaan, mengingat pentingnya pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dalam upaya pembinaan dan pembentukan karakter yang lebih baik. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diharapkan bisa membantu anak binaan dalam memahami tanggung jawab atas kesehatan diri mereka di masa remaja dan masa mendatang.

Kegiatan KIE ini diisi dengan berbagai sesi diskusi interaktif yang membahas topik-topik seperti:

Pentingnya Kesehatan Reproduksi pada Masa Remaja – membahas aspek-aspek penting yang perlu diketahui oleh remaja terkait kesehatan fisik dan mental.

Pencegahan Penyakit Menular Seksual – memberikan informasi mengenai bagaimana menjaga kebersihan dan menghindari risiko penyakit menular seksual.

Perubahan Fisik dan Psikologis pada Masa Remaja – memberikan pemahaman tentang perubahan alami yang terjadi pada tubuh dan cara menghadapinya.

Peran Gaya Hidup Sehat dalam Menjaga Kesehatan Reproduksi – memaparkan pentingnya pola makan sehat, olahraga, dan kebiasaan positif lainnya untuk kesehatan reproduksi.

Anak binaan juga diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada para narasumber. Hal ini menjadi bagian dari upaya membangun dialog terbuka antara anak binaan dan para pendidik dalam menciptakan pemahaman yang lebih baik mengenai isu-isu yang mereka hadapi dalam keseharian.

Acara ini ditutup dengan harapan bahwa edukasi kesehatan reproduksi yang diberikan dapat menjadi bekal positif bagi anak binaan setelah mereka selesai menjalani masa pembinaan. Pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap pola pikir dan perilaku mereka di masa depan.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, LPKA Kelas II Bandung menunjukkan komitmennya untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan bagi anak binaan, tidak hanya dari segi pendidikan formal, tetapi juga dari segi kesehatan dan moral yang seimbang.

Turnamen Futsal Kakanwil Kemenkumham Jabar Cup 2024: SMAN 18 Bandung Raih Juara I, Sekolah Wiyata Mandiri LPKA Bandung Berhasil Raih Juara III

Turnamen Futsal Kakanwil Kemenkumham Jabar Cup 2024: SMAN 18 Bandung Raih Juara I, Sekolah Wiyata Mandiri LPKA Bandung Berhasil Raih Juara III

Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung bersama Free and Safe Indonesia Foundation mengadakan Turnamen Futsal Kakanwil Kemenkumham Jabar Cup 2024. Turnamen yang digelar selama dua hari, yaitu pada 22-23 Agustus 2024, diikuti oleh tim-tim futsal dari sekolah-sekolah se-Bandung Raya.

Turnamen ini mempertemukan 13 tim dari berbagai SMA di Bandung Raya, termasuk tim futsal dari LPKA Bandung. Partisipasi para siswa dan anak binaan ini menambah semarak turnamen yang berlangsung meriah dengan semangat sportivitas yang tinggi.

Peserta Turnamen:

LPKA Bandung

SMA Telkom Bandung

SMA 18 Bandung

SMA 17 Bandung

SMA 10 Bandung

SMA PGRI 1 Bandung

SMA 5 Bandung

SMA 23 Bandung

SMA 9 Bandung

SMA Pasundan 3 Bandung

SMAN 1 Katapang

SMAN 4 Bandung

SMA Nasional Bandung

Turnamen ini menyajikan pertandingan futsal yang seru dan kompetitif. Setelah melalui serangkaian pertandingan yang sengit, SMAN 18 Bandung berhasil tampil sebagai juara I, menunjukkan kekompakan dan skill yang unggul di lapangan. Posisi juara II diraih oleh SMA Pasundan 3 Bandung, sementara tim futsal LPKA Bandung berhasil meraih juara III bersama dengan SMAN 9 Bandung, menunjukkan bahwa semangat dan kerja keras dapat membawa mereka ke podium.

Pada upacara penutupan, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat, Bapak Masjuno, hadir untuk memberikan penghargaan kepada para pemenang. Trofi dan uang pembinaan diserahkan kepada juara I, II, dan III sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mereka. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak, yang mendapatkan hadiah langsung dari Kakanwil.

Turnamen Kakanwil Kemenkumham Jabar Cup 2024 ini diharapkan dapat menjadi sarana positif bagi para siswa dan anak binaan untuk menyalurkan bakat mereka di bidang olahraga, khususnya futsal. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat belajar tentang kerjasama tim, disiplin, dan semangat sportivitas, yang semuanya merupakan nilai penting dalam kehidupan.

LPKA Bandung dan Free and Safe Indonesia Foundation berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa di masa depan, sebagai bagian dari upaya pembinaan yang menyeluruh bagi anak binaan, serta untuk mempererat hubungan antara lembaga pemasyarakatan dan masyarakat umum.

Dengan berakhirnya turnamen ini, diharapkan bahwa semangat kompetisi yang sehat dan sportivitas akan terus tertanam dalam diri para peserta, baik di lapangan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Turnamen ini menjadi bukti bahwa melalui olahraga, kita dapat membangun karakter positif dan memperkuat ikatan persaudaraan di antara generasi muda.

80 Anak Binaan Ikuti Kursus Komputer di LPKA Bandung

80 Anak Binaan Ikuti Kursus Komputer di LPKA Bandung

Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan masa depan anak binaan, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung telah menyelenggarakan Kursus Komputer Dasar yang diikuti oleh 80 anak binaan. Kursus ini berlangsung selama dua bulan dan meliputi materi yang sangat dibutuhkan di dunia kerja saat ini, yaitu Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint.

Program Pembelajaran yang Terstruktur Dalam kursus ini, setiap sesi terdiri dari 15 anak binaan yang didampingi oleh instruktur. Mereka belajar dalam kelompok kecil untuk memastikan setiap anak dapat memahami materi dengan baik dan mendapatkan bimbingan yang maksimal. Sesi pelatihan berlangsung dengan intensif selama dua bulan, memberikan pengetahuan praktis yang dapat digunakan anak binaan dalam kehidupan sehari-hari maupun di masa depan.

Materi Kursus Komputer Dasar Kursus ini mencakup tiga materi utama:

  • Microsoft Word: Anak binaan diajarkan cara mengetik, memformat teks dan paragraf, membuat daftar bullet dan numbering, serta menyisipkan dan mengatur gambar dalam dokumen.
  • Microsoft Excel: Peserta belajar bagaimana membuat dan mengelola spreadsheet, menggunakan rumus dasar, dan menampilkan data dalam bentuk grafik sederhana.
  • Microsoft PowerPoint: Anak binaan dilatih untuk membuat presentasi yang efektif, termasuk pembuatan slide, penggunaan animasi, dan pengaturan layout.

Selain memberikan pelatihan teknis, LPKA Bandung juga berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan soft skills anak binaan melalui berbagai program pendidikan dan pembinaan. Kursus ini merupakan bagian dari upaya LPKA untuk memberikan program yang holistik, mencakup pendidikan, keterampilan, dan pengembangan karakter bagi anak binaan.

Anak binaan menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti kursus ini. Salah satu peserta kursus, yang baru pertama kali belajar komputer, mengungkapkan kegembiraannya. “Awalnya saya merasa kesulitan, tapi sekarang saya sudah bisa membuat dokumen dan presentasi sendiri. Ini sangat berguna untuk saya kedepannya nanti,” katanya dengan semangat.

Dengan berakhirnya kursus komputer dasar ini, LPKA Bandung berharap anak binaan yang telah mengikuti pelatihan dapat memanfaatkan keterampilan baru mereka dalam kehidupan sehari-hari dan ketika kembali ke tengah masyarakat. Kursus ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memberikan harapan baru bagi anak binaan untuk masa depan yang lebih baik.

Meriahnya Upacara Kemerdekaan RI ke-79 dan Pemberian Remisi untuk Anak Binaan di LPKA Bandung

Meriahnya Upacara Kemerdekaan RI ke-79 dan Pemberian Remisi untuk Anak Binaan di LPKA Bandung

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung mengadakan serangkaian acara istimewa pada 17 Agustus 2024. Kegiatan ini diawali dengan upacara bendera yang digelar di pagi hari dan dilanjutkan dengan pemberian remisi bagi anak binaan pada siang harinya.

Upacara Bendera Penuh Nuansa Kebudayaan Upacara bendera yang diadakan di lapangan futsal LPKA Bandung berlangsung dengan khidmat dan penuh nuansa kebudayaan. Para petugas LPKA tampil mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, mencerminkan keberagaman budaya yang menjadi identitas bangsa. Sementara itu, para anak binaan mengenakan seragam sekolah, menandakan tekad mereka untuk terus belajar dan berkembang di bawah pembinaan LPKA.

Pemberian Remisi: Wujud Pembinaan dan Penghargaan Pada siang harinya, acara dilanjutkan dengan pemberian Remisi Umum Bagi Narapidana dan Pengurangan Masa Pidana Umum Bagi Anak Binaan. Remisi ini merupakan bentuk penghargaan bagi para warga binaan yang telah menunjukkan perilaku baik selama menjalani masa pembinaan. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kepala Divisi Pemasyarakatan, Pimpinan Tinggi Pratama Kanwil Kemenkumham Jawa Barat, Kepala Divisi Administrasi, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Forkopimda Jawa Barat, Penjabat (Pj.) Walikota Bandung, Forkopimda Kota Bandung, serta Kepala UPT Pemasyarakatan se-Bandung Raya.

Kegiatan pemberian remisi ini menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan di LPKA Bandung, sekaligus menegaskan komitmen LPKA dalam mendukung proses reintegrasi sosial bagi anak binaan. Remisi yang diberikan diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi anak binaan untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Penutup: Optimisme untuk Masa Depan Anak Binaan Dengan pemberian remisi dan berbagai program pembinaan lainnya, LPKA Bandung terus berupaya untuk memberikan dukungan maksimal bagi anak binaan. Diharapkan, mereka bisa keluar dari LPKA dengan keterampilan dan mental yang lebih baik, siap untuk kembali ke masyarakat dan berkontribusi secara positif. Upacara kemerdekaan kali ini menjadi simbol optimisme bagi masa depan.

Beranda
Account
Pesan
Search