Bandung – Dalam rangka membentuk kedisiplinan dan karakter yang kuat, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung melaksanakan kegiatan Peraturan Baris Berbaris (PBB) bagi anak binaan pada 9 Januari 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, serta kekompakan di antara anak binaan. Melalui latihan PBB, anak binaan dilatih untuk memiliki sikap tegas, patuh terhadap aturan, serta mampu bekerja sama dalam tim.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari para peserta. Selain sebagai sarana pembinaan fisik, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran dalam membangun mental yang tangguh serta meningkatkan rasa percaya diri.
Bandung – Dalam upaya menjaga lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung melaksanakan kegiatan tes urine pada 8 Januari 2026 yang diikuti oleh pegawai dan anak binaan.
Kegiatan ini merupakan langkah deteksi dini serta bentuk pengawasan menyeluruh guna memastikan lingkungan LPKA tetap steril dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Pelaksanaan tes urine dilakukan secara berkala dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Dengan melibatkan pegawai dan anak binaan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan sebagai pengawasan, tetapi juga sebagai upaya edukasi dan pembinaan agar seluruh pihak memahami pentingnya menjaga diri dari bahaya narkoba. Lingkungan yang bersih dan sehat menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung keberhasilan proses pembinaan.
Melalui kegiatan ini, LPKA Bandung berharap dapat terus menghadirkan lingkungan pembinaan yang bebas dari narkoba, sehingga anak binaan dapat menjalani proses pembinaan dengan optimal dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.
Bandung – Dalam rangka memperingati Hari Raya Natal Tahun 2025, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat melaksanakan pemberian Remisi Khusus (RK) dan Pengurangan Masa Pidana Khusus (PMPK) bagi warga binaan yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan hak-hak warga binaan secara adil, transparan, dan humanis. Pemberian remisi juga merupakan bentuk apresiasi atas perilaku baik serta partisipasi aktif warga binaan dalam mengikuti program pembinaan selama menjalani masa pidana.
Acara tersebut turut dihadiri langsung oleh Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung. Kehadiran beliau menjadi simbol dukungan nyata dalam memastikan terpenuhinya hak anak binaan, sekaligus memperkuat semangat pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku dan kesiapan reintegrasi sosial.
Dalam pelaksanaannya, pemberian remisi tidak hanya dimaknai sebagai pengurangan masa pidana semata, tetapi juga sebagai motivasi bagi warga binaan untuk terus menunjukkan sikap positif, meningkatkan kualitas diri, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat.
Momentum perayaan Natal ini diharapkan dapat membawa harapan baru, memperkuat semangat perubahan, serta menumbuhkan nilai-nilai kedamaian, kasih, dan kebersamaan bagi seluruh warga binaan maupun jajaran petugas pemasyarakatan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan proses pembinaan di lingkungan pemasyarakatan dapat terus berjalan optimal dan memberikan dampak nyata dalam membentuk pribadi yang lebih baik, produktif, dan siap berkontribusi positif di masyarakat.
Bandung — Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung menyelenggarakan kegiatan Posyandu Remaja Taruna Wiyata Mandiri yang dirangkaikan dengan penyuluhan kesehatan pada 24 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk upaya peningkatan layanan kesehatan bagi anak binaan di lingkungan LPKA Bandung.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 245 orang anak binaan yang mendapatkan materi penyuluhan atau Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kesehatan dengan tema “Kesehatan Lingkungan dan Pengolahan Sampah.” Melalui penyuluhan ini, anak binaan diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta cara pengelolaan sampah yang baik guna menciptakan lingkungan yang sehat.
Setelah sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pelayanan Posyandu Remaja yang dilaksanakan melalui lima meja layanan, yaitu:
Meja 1: Registrasi atau pendaftaran
Meja 2: Pengukuran antropometri (tinggi badan, berat badan, lingkar lengan, dan lingkar perut)
Meja 3: Pencatatan hasil pemeriksaan
Meja 4: Pemeriksaan tekanan darah dan kesehatan
Meja 5: KIE, konseling kesehatan, serta pemberian vitamin
Penyelenggaraan kegiatan Posyandu Remaja ini memiliki beberapa tujuan, di antaranya mendekatkan akses layanan kesehatan bagi anak binaan, meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan, serta menjadi wadah pemberdayaan remaja dalam memperoleh informasi dan keterampilan yang mendukung perilaku hidup sehat.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan bagi anak binaan, sekaligus sebagai sarana surveilans dan pemantauan kondisi kesehatan anak binaan di LPKA Bandung.
Melalui kegiatan Posyandu Remaja ini, diharapkan pelayanan kesehatan bagi anak binaan dapat terus berjalan secara rutin dan berkelanjutan. LPKA Bandung juga berkomitmen untuk terus bersinergi dengan berbagai instansi terkait dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan, khususnya dalam bidang kesehatan bagi anak binaan.
Bandung — Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung menyelenggarakan kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) bagi anak binaan yang dilaksanakan selama masa libur sekolah pada akhir bulan Desember. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan yang bertujuan untuk mengembangkan bakat, kreativitas, serta menumbuhkan semangat sportivitas dan kebersamaan di lingkungan LPKA Bandung.
PORSENI diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh anak binaan dengan mempertandingkan 16 kategori lomba yang terdiri dari berbagai cabang olahraga dan seni. Kegiatan ini menjadi wadah positif bagi anak binaan untuk menyalurkan minat serta potensi mereka dalam suasana kompetitif yang tetap menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan kebersamaan.
Pelaksanaan kegiatan ini juga merupakan bentuk komitmen LPKA Bandung dalam memberikan pembinaan yang menyeluruh, tidak hanya dalam aspek kedisiplinan dan kepribadian, tetapi juga dalam pengembangan bakat, mental, serta kreativitas anak binaan.
Melalui kegiatan PORSENI, anak binaan didorong untuk belajar mengenai kerja sama, kejujuran, tanggung jawab, serta semangat pantang menyerah. Selain menjadi sarana penyaluran bakat, kegiatan ini juga bertujuan menciptakan suasana pembinaan yang lebih sehat, positif, dan produktif selama masa libur sekolah.
Petugas LPKA Bandung turut mendampingi jalannya seluruh perlombaan guna memastikan kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif. Sorak dukungan dan semangat kebersamaan terlihat sepanjang kegiatan, menambah semarak suasana PORSENI di lingkungan LPKA Bandung.
LPKA Bandung berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman berharga bagi anak binaan dalam berkompetisi secara sehat, sekaligus menjadi sarana pembinaan karakter agar mereka semakin percaya diri dan siap menatap masa depan yang lebih baik.
Bandung, 22 Desember 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung mengadakan kunjungan khusus yang dilaksanakan pada Senin (22/12) pukul 09.00 s.d. 14.00 WIB. Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi anak binaan untuk bertemu dengan keluarga, khususnya ibu, dalam suasana yang penuh kehangatan dan kebersamaan.
Kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan atas peran dan pengorbanan seorang ibu, sekaligus menjadi sarana pembinaan kepribadian bagi anak binaan dalam menumbuhkan rasa hormat, empati, serta nilai-nilai kekeluargaan. Momentum Hari Ibu dimaknai sebagai pengingat akan besarnya kasih sayang dan ketulusan seorang ibu dalam kehidupan setiap anak.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan dirangkaikan dengan layanan kunjungan keluarga. Sebanyak 125 anak binaan menerima kunjungan dari keluarga dengan total 431 orang pengunjung yang hadir, sehingga suasana kebersamaan dan haru terasa dalam pertemuan antara anak binaan dan keluarga mereka. Diharapkan kegiatan ini dapat memperkuat ikatan emosional keluarga serta menjadi motivasi bagi anak binaan untuk terus memperbaiki diri.
Bandung, 22 Desember 2025 – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Ibu pada Senin (22/12) yang berlangsung dengan khidmat di lingkungan LPKA Bandung. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pegawai serta anak binaan sebagai bentuk penghormatan terhadap peran dan jasa seorang ibu.
Peringatan Hari Ibu menjadi momentum untuk mengenang dan menghargai pengorbanan, ketulusan, serta kasih sayang seorang ibu yang menjadi pilar utama dalam keluarga dan bangsa. Sosok ibu memiliki peran besar dalam membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kehidupan, serta membimbing anak menuju masa depan yang lebih baik.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta upacara diajak untuk memaknai kembali pentingnya menghormati dan menyayangi ibu. Semangat kasih ibu diharapkan dapat menjadi inspirasi dan kekuatan dalam membentuk generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung secara konsisten melaksanakan kegiatan rutin pesantren sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian bagi anak binaan. Kegiatan ini berlangsung secara berkelanjutan di lingkungan LPKA Bandung dan diikuti oleh seluruh anak binaan beragama Islam dengan penuh antusias.
Program pesantren rutin ini meliputi berbagai aktivitas keagamaan, antara lain shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, kajian keislaman, pembelajaran fiqih, akhlak, serta pembinaan karakter berbasis nilai-nilai religius. Seluruh kegiatan dibimbing langsung oleh petugas pembinaan serta ustaz pembimbing yang berkompeten di bidangnya.
Selain meningkatkan pemahaman keagamaan, kegiatan pesantren juga menjadi wadah pembentukan sikap disiplin, kebersamaan, serta kepedulian sosial di antara sesama anak binaan. Suasana pembelajaran yang hangat dan penuh kekeluargaan diharapkan mampu menumbuhkan rasa nyaman dan semangat belajar.
LPKA Bandung berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas program pembinaan keagamaan sebagai upaya mencetak generasi muda yang berkarakter, beriman, dan berdaya saing, sehingga siap kembali ke tengah masyarakat dengan bekal moral dan spiritual yang kuat.
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025 pada Rabu, 1 Oktober 2025, bertempat di lapangan upacara LPKA Bandung. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pegawai serta anak binaan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila dan sejarah perjuangan bangsa.
Upacara berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh semangat nasionalisme. Bertindak sebagai inspektur upacara, Kepala LPKA Bandung memimpin jalannya kegiatan yang diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta ikrar Hari Kesaktian Pancasila.
Melalui pelaksanaan upacara ini, LPKA Bandung berharap semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong terus terpelihara dalam lingkungan pembinaan, serta menjadi landasan kuat dalam membentuk pribadi anak binaan yang lebih baik dan bertanggung jawab di masa depan.
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung meluncurkan program Lakban Perekat (LPKA Bandung Perekaman e-KTP) pada Rabu, 5 November 2025, sebagai upaya memberikan identitas kependudukan yang sah dan terverifikasi bagi anak binaan. Program ini menjadi langkah strategis dalam memastikan pemenuhan hak sipil anak serta mendukung proses reintegrasi sosial setelah masa pembinaan.
Pelaksanaan perekaman e-KTP ini merupakan bentuk nyata komitmen LPKA Bandung dalam melindungi hak-hak anak, khususnya dalam aspek administrasi kependudukan. Dalam pelaksanaannya, LPKA Bandung menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung untuk menjamin proses perekaman berjalan tertib, akurat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pemberian identitas resmi melalui e-KTP memiliki peran penting bagi anak binaan. Selain sebagai bukti legal status kewarganegaraan, dokumen ini juga membuka akses yang lebih luas terhadap berbagai layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan program bantuan sosial.
Lebih dari itu, perekaman e-KTP turut berkontribusi dalam mempersiapkan anak binaan untuk kembali ke tengah masyarakat. Dengan identitas yang terverifikasi, mereka dapat lebih mudah memperoleh pekerjaan, mengikuti kegiatan sosial, serta membangun kepercayaan diri untuk menata kembali masa depan yang lebih baik.
Melalui program Lakban Perekat, LPKA Bandung berharap seluruh anak binaan memiliki bekal administrasi kependudukan yang lengkap sebagai dasar untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing setelah menyelesaikan masa pembinaan.