
Bandung — Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung melaksanakan kegiatan tes urin NAPZA kepada pegawai dan anak binaan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, pada Senin, 6 April 2026, bertempat di Aula Pandawa LPKA Bandung.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat terkait pedoman pelaksanaan rangkaian Hari Bhakti Pemasyarakatan Tahun 2026. Pelaksanaan tes urin ini juga bekerja sama dengan BNNP Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk sinergi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.
Sebanyak 49 orang pegawai dan 120 anak binaan mengikuti kegiatan ini. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari Kepala LPKA Bandung sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Selanjutnya, Kepala Tim Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Jawa Barat, Ibu Ratna Komala, S.Pd., M.M., memberikan sambutan sekaligus edukasi terkait bahaya NAPZA serta motivasi kepada anak binaan.
Setelah sesi penyampaian materi dan dokumentasi bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan tes urin kepada seluruh peserta menggunakan alat tes dengan 10 parameter pemeriksaan.

Kegiatan ini bertujuan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 sekaligus sebagai upaya pengawasan dan peningkatan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan NAPZA di lingkungan LPKA Bandung.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh peserta yang terdiri dari pegawai dan anak binaan dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkoba. Hal ini menunjukkan komitmen kuat LPKA Bandung dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang bersih dan bebas dari NAPZA.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku. Ke depan, LPKA Bandung akan terus meningkatkan kerja sama dengan instansi terkait guna memperkuat pengawasan serta meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan.
Melalui kegiatan ini, LPKA Bandung menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, bersih, dan berintegritas, serta mendukung keberhasilan program pembinaan bagi anak binaan.
