LPKA Bandung Jadi Tuan Rumah Kejurnas Kempo Antar Graha Kemenkumham, Perebutkan Piala Bergilir Menkumham Cup II 2024

LPKA Bandung Jadi Tuan Rumah Kejurnas Kempo Antar Graha Kemenkumham, Perebutkan Piala Bergilir Menkumham Cup II 2024

Sebanyak 14 Graha yang mewakili Kantor Wilayah pada Kementerian Hukum dan HAM ikut ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Federasi Kempo Indonesia (FKI) untuk memperebutkan Piala Bergilir Menkumham Cup II 2024. Kejurnas ini berlangsung di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung, menjadi kali kedua diselenggarakan antar Graha Kemenkumham.

Peserta yang hadir berasal dari kantor wilayah mulai Sabang hingga Merauke, yang terjauh dari Aceh hingga Maluku Utara.

Kejuaraan ini merupakan kompetisi yang ditunggu-tunggu oleh para pegawai Kemenkumham, khususnya penggemar Kempo, karena selain menjadi wadah untuk berkompetisi, kejuaraan ini juga menjadi ajang untuk memperebutkan Piala Bergilir Menkumham Cup, yang pada tahun sebelumnya sukses digelar.

Kejuaraan yang berlangsung selama beberapa hari ini di LPKA Bandung tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk saling berinteraksi, bertukar pengalaman, dan memperkuat solidaritas antar pegawai Kemenkumham dari berbagai daerah.

Dengan semangat kebersamaan dan sportifitas yang tinggi, Kejurnas Kempo 2024 ini diharapkan menjadi ajang prestisius yang menghasilkan juara-juara yang siap membawa nama baik Graha masing-masing. Para peserta dari setiap Graha terlihat antusias mengikuti setiap pertandingan demi meraih Piala Bergilir Menkumham Cup II.

LPKA Bandung sebagai tuan rumah acara ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak atas terselenggaranya Kejurnas Kempo antar Graha Kemenkumham. Pelayanan dan fasilitas yang disediakan mendapat pujian dari para peserta dan tamu undangan, membuat suasana kejuaraan semakin meriah dan penuh semangat.

Turnamen ini diharapkan akan terus berkembang dan semakin mempererat hubungan serta sinergi antar pegawai Kementerian Hukum dan HAM dari seluruh Indonesia, sekaligus mengangkat seni bela diri Kempo di lingkungan Kemenkumham.

Gelar KIE “Pembinaan Kesehatan Reproduksi Remaja” untuk Anak Binaan di LPKA Bandung

Gelar KIE “Pembinaan Kesehatan Reproduksi Remaja” untuk Anak Binaan di LPKA Bandung

Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung kembali menggelar kegiatan sosialisasi KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) dengan tema “Pembinaan Kesehatan Reproduksi Remaja”. Kegiatan yang berlangsung di Aula LPKA Bandung ini diikuti oleh 60 anak binaan. Kegiatan tersebut menghadirkan pembicara dari Sahabat Remaja, sebuah komunitas yang berfokus pada edukasi kesehatan remaja, khususnya remaja yang berhadapan dengan hukum.

Acara ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang lebih mendalam terkait kesehatan reproduksi kepada para anak binaan, mengingat pentingnya pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dalam upaya pembinaan dan pembentukan karakter yang lebih baik. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diharapkan bisa membantu anak binaan dalam memahami tanggung jawab atas kesehatan diri mereka di masa remaja dan masa mendatang.

Kegiatan KIE ini diisi dengan berbagai sesi diskusi interaktif yang membahas topik-topik seperti:

Pentingnya Kesehatan Reproduksi pada Masa Remaja – membahas aspek-aspek penting yang perlu diketahui oleh remaja terkait kesehatan fisik dan mental.

Pencegahan Penyakit Menular Seksual – memberikan informasi mengenai bagaimana menjaga kebersihan dan menghindari risiko penyakit menular seksual.

Perubahan Fisik dan Psikologis pada Masa Remaja – memberikan pemahaman tentang perubahan alami yang terjadi pada tubuh dan cara menghadapinya.

Peran Gaya Hidup Sehat dalam Menjaga Kesehatan Reproduksi – memaparkan pentingnya pola makan sehat, olahraga, dan kebiasaan positif lainnya untuk kesehatan reproduksi.

Anak binaan juga diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada para narasumber. Hal ini menjadi bagian dari upaya membangun dialog terbuka antara anak binaan dan para pendidik dalam menciptakan pemahaman yang lebih baik mengenai isu-isu yang mereka hadapi dalam keseharian.

Acara ini ditutup dengan harapan bahwa edukasi kesehatan reproduksi yang diberikan dapat menjadi bekal positif bagi anak binaan setelah mereka selesai menjalani masa pembinaan. Pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap pola pikir dan perilaku mereka di masa depan.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, LPKA Kelas II Bandung menunjukkan komitmennya untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan bagi anak binaan, tidak hanya dari segi pendidikan formal, tetapi juga dari segi kesehatan dan moral yang seimbang.

LPKA Bandung dan Tim ZI Laksanakan Studi Tiru Zona Integritas di Lapas Kelas I Cirebon

LPKA Bandung dan Tim ZI Laksanakan Studi Tiru Zona Integritas di Lapas Kelas I Cirebon

Dalam rangka memperkuat komitmen dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kepala LPKA Kelas II Bandung bersama Ketua dan Anggota Tim Zona Integritas (ZI) LPKA Bandung melakukan kunjungan studi tiru ke Lapas Kelas I Cirebon. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mempelajari langkah-langkah strategis dan inovasi yang telah diterapkan oleh Lapas Kelas I Cirebon, yang berhasil meraih predikat WBK dan WBBM pada tahun 2021.

Studi tiru ini dilakukan karena Lapas Kelas I Cirebon merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang telah menjadi percontohan dalam penerapan Zona Integritas di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM. Selama kunjungan, Tim ZI LPKA Bandung meninjau langsung implementasi program, inovasi, serta strategi yang telah diterapkan Lapas Kelas I Cirebon dalam mencapai predikat prestisius tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, tim LPKA Bandung juga diajak untuk berdiskusi langsung dengan para pejabat dan petugas Lapas Kelas I Cirebon. Topik diskusi mencakup berbagai hal, mulai dari penguatan integritas, pelayanan berbasis teknologi, hingga transparansi dan akuntabilitas yang menjadi landasan penting dalam pembangunan Zona Integritas.

Kegiatan ini diakhiri dengan kesepakatan untuk menjalin kerja sama berkelanjutan antara kedua UPT dalam rangka saling mendukung dan berbagi praktik terbaik dalam membangun sistem pemasyarakatan yang lebih baik dan berintegritas.

Dengan semangat yang tinggi, LPKA Bandung berkomitmen untuk terus berbenah dan memperbaiki pelayanan agar segera bisa meraih predikat WBK dan WBBM, demi mewujudkan lingkungan Pemasyarakatan yang bebas korupsi dan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Turnamen Futsal Kakanwil Kemenkumham Jabar Cup 2024: SMAN 18 Bandung Raih Juara I, Sekolah Wiyata Mandiri LPKA Bandung Berhasil Raih Juara III

Turnamen Futsal Kakanwil Kemenkumham Jabar Cup 2024: SMAN 18 Bandung Raih Juara I, Sekolah Wiyata Mandiri LPKA Bandung Berhasil Raih Juara III

Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung bersama Free and Safe Indonesia Foundation mengadakan Turnamen Futsal Kakanwil Kemenkumham Jabar Cup 2024. Turnamen yang digelar selama dua hari, yaitu pada 22-23 Agustus 2024, diikuti oleh tim-tim futsal dari sekolah-sekolah se-Bandung Raya.

Turnamen ini mempertemukan 13 tim dari berbagai SMA di Bandung Raya, termasuk tim futsal dari LPKA Bandung. Partisipasi para siswa dan anak binaan ini menambah semarak turnamen yang berlangsung meriah dengan semangat sportivitas yang tinggi.

Peserta Turnamen:

LPKA Bandung

SMA Telkom Bandung

SMA 18 Bandung

SMA 17 Bandung

SMA 10 Bandung

SMA PGRI 1 Bandung

SMA 5 Bandung

SMA 23 Bandung

SMA 9 Bandung

SMA Pasundan 3 Bandung

SMAN 1 Katapang

SMAN 4 Bandung

SMA Nasional Bandung

Turnamen ini menyajikan pertandingan futsal yang seru dan kompetitif. Setelah melalui serangkaian pertandingan yang sengit, SMAN 18 Bandung berhasil tampil sebagai juara I, menunjukkan kekompakan dan skill yang unggul di lapangan. Posisi juara II diraih oleh SMA Pasundan 3 Bandung, sementara tim futsal LPKA Bandung berhasil meraih juara III bersama dengan SMAN 9 Bandung, menunjukkan bahwa semangat dan kerja keras dapat membawa mereka ke podium.

Pada upacara penutupan, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat, Bapak Masjuno, hadir untuk memberikan penghargaan kepada para pemenang. Trofi dan uang pembinaan diserahkan kepada juara I, II, dan III sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mereka. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak, yang mendapatkan hadiah langsung dari Kakanwil.

Turnamen Kakanwil Kemenkumham Jabar Cup 2024 ini diharapkan dapat menjadi sarana positif bagi para siswa dan anak binaan untuk menyalurkan bakat mereka di bidang olahraga, khususnya futsal. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat belajar tentang kerjasama tim, disiplin, dan semangat sportivitas, yang semuanya merupakan nilai penting dalam kehidupan.

LPKA Bandung dan Free and Safe Indonesia Foundation berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa di masa depan, sebagai bagian dari upaya pembinaan yang menyeluruh bagi anak binaan, serta untuk mempererat hubungan antara lembaga pemasyarakatan dan masyarakat umum.

Dengan berakhirnya turnamen ini, diharapkan bahwa semangat kompetisi yang sehat dan sportivitas akan terus tertanam dalam diri para peserta, baik di lapangan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Turnamen ini menjadi bukti bahwa melalui olahraga, kita dapat membangun karakter positif dan memperkuat ikatan persaudaraan di antara generasi muda.

Meriahnya Upacara Kemerdekaan RI ke-79 dan Pemberian Remisi untuk Anak Binaan di LPKA Bandung

Meriahnya Upacara Kemerdekaan RI ke-79 dan Pemberian Remisi untuk Anak Binaan di LPKA Bandung

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung mengadakan serangkaian acara istimewa pada 17 Agustus 2024. Kegiatan ini diawali dengan upacara bendera yang digelar di pagi hari dan dilanjutkan dengan pemberian remisi bagi anak binaan pada siang harinya.

Upacara Bendera Penuh Nuansa Kebudayaan Upacara bendera yang diadakan di lapangan futsal LPKA Bandung berlangsung dengan khidmat dan penuh nuansa kebudayaan. Para petugas LPKA tampil mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, mencerminkan keberagaman budaya yang menjadi identitas bangsa. Sementara itu, para anak binaan mengenakan seragam sekolah, menandakan tekad mereka untuk terus belajar dan berkembang di bawah pembinaan LPKA.

Pemberian Remisi: Wujud Pembinaan dan Penghargaan Pada siang harinya, acara dilanjutkan dengan pemberian Remisi Umum Bagi Narapidana dan Pengurangan Masa Pidana Umum Bagi Anak Binaan. Remisi ini merupakan bentuk penghargaan bagi para warga binaan yang telah menunjukkan perilaku baik selama menjalani masa pembinaan. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kepala Divisi Pemasyarakatan, Pimpinan Tinggi Pratama Kanwil Kemenkumham Jawa Barat, Kepala Divisi Administrasi, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Forkopimda Jawa Barat, Penjabat (Pj.) Walikota Bandung, Forkopimda Kota Bandung, serta Kepala UPT Pemasyarakatan se-Bandung Raya.

Kegiatan pemberian remisi ini menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan di LPKA Bandung, sekaligus menegaskan komitmen LPKA dalam mendukung proses reintegrasi sosial bagi anak binaan. Remisi yang diberikan diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi anak binaan untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Penutup: Optimisme untuk Masa Depan Anak Binaan Dengan pemberian remisi dan berbagai program pembinaan lainnya, LPKA Bandung terus berupaya untuk memberikan dukungan maksimal bagi anak binaan. Diharapkan, mereka bisa keluar dari LPKA dengan keterampilan dan mental yang lebih baik, siap untuk kembali ke masyarakat dan berkontribusi secara positif. Upacara kemerdekaan kali ini menjadi simbol optimisme bagi masa depan.

LPKA Bandung Tandatangani MoU dan Resmikan Pembukaan Pembelajaran Bersama SKB Kota Bandung

LPKA Bandung Tandatangani MoU dan Resmikan Pembukaan Pembelajaran Bersama SKB Kota Bandung

Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan bagi anak binaan. LPKA Bandung secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Bandung. Penandatanganan ini sekaligus menjadi tanda dimulainya program pembelajaran non-formal bagi anak binaan untuk tahun ajaran 2024/2025.

Program pembelajaran non-formal ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada anak binaan yang belum sempat menyelesaikan pendidikan formalnya. Pada tahun ajaran 2024/2025, jumlah anak binaan yang terdaftar dalam program ini adalah:

Paket A: 16 anak

Paket B: 36 anak

Paket C: 34 anak

Melalui program ini, anak binaan diharapkan dapat mengejar ketertinggalan pendidikan mereka dan memiliki kesempatan untuk mendapatkan ijazah setara dengan sekolah formal.

Tak hanya itu, LPKA Bandung juga mengumumkan hasil pencapaian dari tahun ajaran 2023/2024, di mana terdapat sejumlah anak binaan yang berhasil menyelesaikan pendidikan mereka dan memperoleh ijazah, yakni:

Paket A: 2 anak

Paket B: 25 anak

Paket C: 23 anak

Kepala LPKA Bandung menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam program pendidikan ini. Kerja sama dengan SKB Kota Bandung adalah langkah strategis yang kami ambil untuk memastikan anak-anak ini mendapatkan akses pendidikan yang layak, meski berada dalam lingkungan pembinaan

Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan anak binaan, sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat dengan bekal ilmu yang cukup dan siap untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Pembukaan Pekan Olahraga dan Peresmian Lapangan Tenis dalam rangka Hari Pengayoman ke-79 di LPKA Bandung

Pembukaan Pekan Olahraga dan Peresmian Lapangan Tenis dalam rangka Hari Pengayoman ke-79 di LPKA Bandung

Dalam rangka memperingati Hari Pengayoman ke-79, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung menggelar pembukaan Pekan Olahraga pada pagi hari ini di lapangan futsal LPKA Bandung. Acara ini diikuti oleh seluruh anak binaan dan pegawai LPKA Bandung, yang dengan penuh semangat bersiap untuk bertanding dalam berbagai cabang olahraga yang telah disiapkan.

Pembukaan Pekan Olahraga Hari Pengayoman ke 79 dilaksanakan pagi hari di lapangan futsal LPKA Bandung diikuti seluruh anak binaan dan pegawai LPKA Bandung. Cabang olahraga yang akan bertanding adalah futsal, tenis meja, voli, bulu tangkis, catur, gateball, dan karambol

Setelah pembukaan, Pekan Olahraga ini langsung dimulai dengan pertandingan futsal sebagai cabang olahraga pertama yang dipertandingkan. Selain futsal, ada berbagai cabang olahraga lainnya yang akan diikuti oleh anak binaan dan pegawai, yaitu tenis meja, voli, bulu tangkis, catur, gateball, dan karambol. Setiap cabang olahraga ini akan menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan serta menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat.

Dalam kesempatan ini juga , Kepala LPKA Bandung juga meresmikan lapangan tenis yang baru saja selesai dibangun. Peresmian lapangan tenis ini ditandai dengan pemotongan pita oleh Kepala LPKA, disaksikan oleh seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir. Setelah peresmian, diadakan pertandingan ekshibisi sebagai simbol dimulainya penggunaan lapangan tenis tersebut.

Semangat dan antusiasme tampak jelas dari wajah anak binaan dan pegawai yang mengikuti acara pembukaan ini. Pekan Olahraga Hari Pengayoman ke-79 ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, di mana setiap cabang olahraga akan dipertandingkan untuk menentukan para pemenang.

Dengan adanya Pekan Olahraga ini, LPKA Bandung berkomitmen untuk terus mendorong anak binaan dan pegawai dalam mengembangkan potensi diri, baik dalam bidang olahraga maupun dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan di antara seluruh warga LPKA Bandung.

101 Anak Binaan mendapat Remisi pada Hari Anak Nasional 2024

101 Anak Binaan mendapat Remisi pada Hari Anak Nasional 2024

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2024, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung memberikan remisi atau pengurangan masa pidana kepada 101 anak binaan. Pemberian remisi ini merupakan bentuk penghargaan atas perilaku baik dan partisipasi aktif anak binaan dalam kegiatan pembinaan selama di LPKA Bandung. Remisi yang diberikan bervariasi, mulai dari 1 hingga 3 bulan.

Acara penyerahan remisi dilaksanakan secara simbolis oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Jawa Barat, di aula LPKA Bandung.

Pemberian remisi ini adalah salah satu bentuk perhatian kita terhadap masa depan anak-anak binaan. setelah menyelesaikan masa pembinaan, mereka bisa kembali ke tengah masyarakat dan menjalani kehidupan yang lebih baik

Dengan pemberian remisi ini, LPKA Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung anak binaan mempersiapkan mereka untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab.

53 Anak Binaan Baru Mengikuti Orientasi dan Mapenaling di LPKA Bandung

53 Anak Binaan Baru Mengikuti Orientasi dan Mapenaling di LPKA Bandung

Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung baru saja menerima sebanyak 53 anak binaan dari berbagai Lapas dan Rutan di wilayah Jawa Barat dalam kurun waktu ± 1 bulan terakhir. Anak-anak binaan baru ini langsung mengikuti kegiatan Orientasi dan Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling) yang diselenggarakan oleh pejabat struktural dan staf LPKA Bandung.

Program ini bertujuan untuk memperkenalkan mereka dengan lingkungan baru, aturan yang berlaku, serta berbagai fasilitas dan layanan yang tersedia di LPKA Bandung.

Berikut adalah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama orientasi dan Mapenaling:

  1. Apel Pagi: Setiap pagi, anak-anak binaan mengikuti apel pagi untuk membangun disiplin dan kebersamaan.
  2. Pembacaan Pancasila, Lagu Kebangsaan, dan Lagu Wajib Nasional: Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air.
  3. Pembelajaran Baris-Berbaris: Untuk melatih kerapian, kedisiplinan, dan koordinasi.
  4. Pembacaan Hak dan Kewajiban: Anak-anak binaan diberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban mereka selama berada di LPKA.
  5. Catur Dharma Anak Binaan
  6. Assesment Minat dan Bakat: Identifikasi minat dan bakat anak binaan untuk pembinaan yang lebih terarah.
  7. Tes Hapalan Ayat Pendek Al-Qur’an: Untuk mengukur kemampuan keagamaan dan hafalan anak binaan.
  8. Pengenalan Lingkungan Sekolah: Mengenalkan fasilitas pendidikan yang ada di LPKA Bandung.
  9. Materi Pembentukan Kepribadian: Pembinaan karakter dan kepribadian untuk membentuk pribadi yang lebih baik.
  10. Olahraga: Kegiatan fisik untuk menjaga kesehatan dan kebugaran anak binaan.
  11. Pemberian Informasi Seputar Layanan LPKA Bandung: Penjelasan mengenai berbagai layanan yang tersedia di LPKA Bandung.

Dengan rangkaian kegiatan ini, LPKA Bandung berharap dapat memberikan pembinaan yang efektif dan menyeluruh kepada setiap anak binaan, sehingga mereka dapat meraih masa depan yang lebih baik.

Bekerjasama Dengan Disdukcapil, LPKA Bandung Laksanakan Perekaman KTP Elektronik

Bekerjasama Dengan Disdukcapil, LPKA Bandung Laksanakan Perekaman KTP Elektronik

Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung kembali melaksanakan perekaman E-KTP bagi anak binaan. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung untuk memenuhi hak identitas anak binaan berupa pembuatan E-KTP.

Perekaman E-KTP di LPKA Bandung dilaksanakan secara rutin setiap semester, yakni dua kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember. Pada bulan Juni kali ini, sebanyak 44 anak binaan yang telah berusia 17 tahun mengikuti proses perekaman E-KTP. Kegiatan ini didampingi oleh Kepala Seksi Registrasi dan Klasifikasi, Kepala Sub Seksi Registrasi, serta staf Klasifikasi LPKA Bandung, memastikan proses berjalan lancar dan tertib.

Selain perekaman E-KTP untuk anak binaan, LPKA Bandung juga memberikan kesempatan kepada pegawai dan keluarganya untuk memperbaharui KTP atau Kartu Identitas Anak (KIA). Inisiatif ini mendapatkan apresiasi dari para pegawai yang merasa terbantu dengan adanya layanan di tempat kerja mereka.

Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat dalam memberikan identitas resmi bagi anak binaan, tetapi juga menjadi salah satu bentuk perhatian dan pembinaan yang diberikan oleh LPKA Bandung. Dengan identitas yang jelas, anak binaan diharapkan dapat lebih mudah mengakses berbagai layanan publik di masa depan dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Beranda
Account
Pesan
Search