Bandung, 9 April 2025 dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-61 yang jatuh pada bulan April 2025, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung melaksanakan kegiatan Donor Darah sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan kontribusi positif terhadap sesama. Kegiatan ini diikuti oleh 10 orang pegawai LPKA dengan penuh antusias dan semangat solidaritas.
Kegiatan donor darah ini dilaksanakan pada Rabu 9 April 2025, bertempat di Aula Lapas Perempuan kelas II Bandung, bekerja sama dengan tim medis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung. Sejumlah pegawai turut serta secara sukarela untuk mendonorkan darahnya, sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan stok darah di PMI yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya pasien-pasien di rumah sakit.
Kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan dan standar medis dalam proses pengambilan darah. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai LPKA Kelas II Bandung semakin tergerak untuk terus berkontribusi dalam kegiatan sosial lainnya, sejalan dengan nilai-nilai pemasyarakatan yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat.
Pada hari ini, Senin 14 April 2025, bertempat di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung, telah dilaksanakan kegiatan Bakti Sosial dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-61 tahun.
Kegiatan Bakti Sosial ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan yang diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran pemasyarakatan sebagai bagian dari masyarakat yang aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, serta sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pegawai LPKA Kelas II Bandung, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan. Masyarakat sekitar menyambut baik kegiatan bakti sosial ini dan menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kontribusi nyata dari jajaran pemasyarakatan.
Bandung – LPKA Kelas II Bandung melaksanakan kegiatan penebaran bibit ikan lele dan nila di kolam ikan LPKA. Kegiatan ini bertujuan untuk menunjang program pelatihan kemandirian budidaya ikan air tawar bagi anak binaan, sekaligus mendukung upaya ketahanan pangan sesuai instruksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Dalam kegiatan ini, LPKA Kelas II Bandung menerima bantuan sebanyak 1.000 ekor ikan nila jenis Nirwana dan 300 ekor ikan lele jenis Mutiara dari Balai Benih Ikan Cibiru, DKPP Kota Bandung. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kasi Registrasi & Klasifikasi serta Kasi Pembinaan LPKA Kelas II Bandung pada hari Kamis, 19 Desember 2024,
Sebelum dilepaskan ke kolam, ikan-ikan tersebut disimpan di permukaan air untuk proses adaptasi dengan lingkungan barunya. Penyebaran pertama dilakukan oleh Kepala LPKA Kelas II Bandung, yang menandai dimulainya program budidaya ikan air tawar ini.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelatihan kemandirian, tetapi juga memberikan kesempatan kepada anak binaan untuk terlibat langsung dalam pengelolaan dan perawatan ikan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan anak binaan dalam bidang budidaya ikan, yang kelak dapat menjadi bekal berharga bagi mereka setelah keluar dari LPKA.
Penebaran bibit ikan ini menjadi salah satu wujud komitmen LPKA Kelas II Bandung dalam memberikan pembinaan kemandirian kepada anak binaan. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan melalui hasil budidaya ikan air tawar di masa depan.
Bandung – LPKA Kelas II Bandung mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Kepramukaan yang berlangsung di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung pada Rabu, 18 Desember 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pembinaan kepramukaan di lingkungan Lapas, Rutan, dan LPKA yang berada di bawah naungan Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat. Acara ini dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat Nomor W.11.PK.05.01-12613 tanggal 15 Oktober 2024.
Kegiatan dimulai dengan proses registrasi dan penggeledahan peserta. Para peserta kemudian mengikuti gladi upacara sebagai persiapan pembukaan. Upacara pembukaan secara resmi dipimpin oleh Kak Ema, Ketua Kwartir Cabang Kabupaten Bandung, yang menyampaikan pesan tentang pentingnya pembinaan karakter melalui kepramukaan.
Dalam sesi monitoring dan evaluasi, Kak Engkuy Kurniasih bersama tim mengevaluasi kegiatan pramuka di Unit Pelaksana Teknis (UPT). Selain itu, rangkaian kegiatan meliputi perlombaan Yel-Yel dan Paduan Suara, yang diikuti oleh peserta dengan semangat dan antusiasme tinggi. Materi Bela Negara juga diberikan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), sebagai bagian dari pembinaan nasionalisme dan cinta tanah air.
Pada penghujung acara, tim menyampaikan hasil Monitoring dan Evaluasi yang mencakup rekomendasi untuk peningkatan kualitas program kepramukaan. Prestasi yang diraih LPKA Kelas II Bandung menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan kepramukaan di institusi tersebut.
Penampilan Yel-Yel Anak Binaan LPKA Kelas II Bandung
Dalam kegiatan ini, LPKA Kelas II Bandung mengirimkan 15 anak binaan yang berhasil menunjukkan dedikasi dan kemampuan terbaik mereka, hingga meraih Juara Harapan II Umum. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga memberikan motivasi kepada WBP untuk terus aktif berkontribusi dalam kegiatan positif seperti kepramukaan. Dengan semangat kebersamaan, acara ini diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan pembinaan yang kondusif di Lapas, Rutan, dan LPKA di Jawa Barat.
Bandung – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung menggelar kegiatan sosialisasi dan simulasi penanggulangan kebakaran pada Kamis, 3 Oktober 2024, bertempat di Aula LPKA Kelas II bandung. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana kebakaran di lingkungan LPKA dan memberikan pengetahuan praktis mengenai cara menangani kebakaran.
Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala LPKA Kelas II Bandung yang menekankan pentingnya kewaspadaan dan pemahaman mengenai bencana kebakaran. “Kegiatan ini kami harapkan dapat membekali para petugas dan penghuni LPKA dengan pengetahuan serta keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi kebakaran,” ujarnya.
Kepala Seksi Penyuluhan Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung juga memberikan sambutan dan menjelaskan peran serta masyarakat dalam penanggulangan kebakaran. Beliau mengingatkan bahwa kebakaran sering kali disebabkan oleh kelalaian manusia, seperti arus pendek listrik atau kebakaran yang terjadi di dapur. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk selalu siap menghadapi risiko tersebut.
Dalam kegiatan ini, para peserta mendapat sosialisasi mengenai jenis-jenis kebakaran, penyebab yang paling sering terjadi, serta cara penanggulangannya. Beberapa teknik dasar yang diajarkan mencakup penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), prosedur evakuasi yang benar, dan langkah-langkah pencegahan kebakaran. Simulasi penanganan kebakaran pun dilakukan untuk melatih peserta dalam situasi darurat. Dalam simulasi tersebut, peserta diperagakan bagaimana cara menggunakan alat pemadam api dan langkah-langkah evakuasi yang harus diambil saat terjadi kebakaran.
Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab di mana peserta dapat mengajukan berbagai pertanyaan terkait cara-cara menangani kebakaran dan memastikan keamanan di lingkungan masing-masing. Simulasi penanganan kebakaran ini mendapat respon positif dari para peserta, yang merasa lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi situasi darurat tersebut.
Dengan kegiatan ini, LPKA Kelas II Bandung berharap dapat meningkatkan keselamatan dan kewaspadaan semua pihak terhadap potensi kebakaran, serta memastikan setiap orang di lingkungan tersebut tahu bagaimana cara bertindak dalam keadaan darurat.
Bandung – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung menerima kunjungan resmi dari delegasi Penjara Malaysia pada Jumat, 11 Oktober 2024. Kunjungan yang bertujuan untuk studi banding ini dipimpin oleh Muhammad Asri Bin Ali, Komandan Pusat Latihan Pegawai Penjara Malaysia, beserta sejumlah juru latih dan pegawai dari Penjara Malaysia, serta Ibu Emy mewakili Divisi Pemasyarakatan Kanwil.
Kegiatan dimulai dengan sambutan hangat dari Bapak Mali Jumali, Kepala LPKA Kelas II Bandung. Dalam sambutannya, Bapak Mali menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah untuk mempererat hubungan kerja sama dalam pengelolaan pemasyarakatan di kedua negara. “Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan wawasan baru dan bermanfaat bagi pengembangan program pembinaan bagi warga binaan di LPKA dan Penjara Malaysia,” ungkapnya.
Acara dilanjutkan dengan penayangan video dokumentasi mengenai berbagai program unggulan LPKA Bandung, yang kemudian diikuti oleh pemaparan lebih lanjut tentang berbagai kegiatan pembinaan yang dilakukan, seperti pendidikan formal dan non-formal, pelatihan keterampilan, serta program rehabilitasi sosial bagi anak-anak yang berhadapan dengan hukum.
Setelah sesi pemaparan, delegasi melanjutkan kegiatan dengan tinjauan lapangan. Mereka mengunjungi berbagai fasilitas yang ada di LPKA Bandung, termasuk sekolah untuk anak binaan, galeri karya seni yang dibuat oleh anak-anak binaan, serta wisma hunian tempat tinggal mereka. Kunjungan tersebut memberikan gambaran langsung tentang kualitas fasilitas dan berbagai kegiatan yang mendukung proses pembinaan warga binaan di LPKA Bandung.
Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara para pejabat dan peserta, yang menandai berakhirnya rangkaian kegiatan studi banding ini. Delegasi Malaysia mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi atas sambutan hangat serta kesempatan untuk mempelajari praktik terbaik dalam pembinaan anak yang berhadapan dengan hukum. Kunjungan ini menandai langkah penting dalam memperkuat kolaborasi internasional di bidang pemasyarakatan dan pembinaan warga binaan, khususnya anak-anak yang sedang menjalani masa pembinaan.
Bandung — Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung menggelar apel bersama dengan Polrestabes Bandung di lapangan LPKA Kelas II Bandung, pada Rabu pagi, 16 Oktober 2024. Apel ini dihadiri oleh pejabat struktural LPKA Kelas II Bandung serta Kepala Satuan Binmas Polrestabes Bandung beserta jajaran.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polrestabes Bandung, yang dalam amanatnya menekankan pentingnya sinergi antara LPKA Kelas II Bandung dan pihak kepolisian dalam menjalankan tugas pembinaan anak-anak didik. “LPKA Kelas II Bandung harus terus menjalin kerja sama yang erat dengan Polrestabes Bandung untuk memastikan setiap program kegiatan berjalan dengan lancar dan memberi dampak positif bagi perkembangan anak binaan,” ujar Kasat Binmas Polrestabes Bandung.
Selain itu, Kasat Binmas juga mengungkapkan komitmen Polrestabes Bandung dalam mendukung berbagai kegiatan pelatihan di LPKA, terutama yang berkaitan dengan pembinaan dan pelatihan keterampilan. “Kami siap membantu dalam berbagai program pelatihan yang dapat mengembangkan keterampilan dan karakter anak binaan di LPKA Kelas II Bandung,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Kasat Binmas juga mengingatkan pentingnya pendekatan humanis bagi petugas LPKA terhadap anak binaan. “Petugas LPKA harus mampu bersikap humanis, memberikan perhatian, serta membangun hubungan yang baik dengan anak-anak binaan, namun tetap menjaga wibawa sebagai petugas yang profesional dan tegas,” tuturnya.
Sebagai penutup, dalam apel tersebut juga diadakan pemberian pelatihan teknik dasar tentang sikap membawa tahanan, baik untuk satu orang maupun dua orang, guna meningkatkan keterampilan petugas dalam menjalankan tugas dengan lebih efektif dan aman. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme petugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban di LPKA.
Dengan adanya apel dan pelatihan ini, diharapkan sinergi antara LPKA Kelas II Bandung dan Polrestabes Bandung semakin solid, yang pada gilirannya akan mempercepat proses pembinaan dan pemberdayaan anak-anak binaan untuk menjadi generasi yang lebih baik.
Sebanyak 14 Graha yang mewakili Kantor Wilayah pada Kementerian Hukum dan HAM ikut ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Federasi Kempo Indonesia (FKI) untuk memperebutkan Piala Bergilir Menkumham Cup II 2024. Kejurnas ini berlangsung di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung, menjadi kali kedua diselenggarakan antar Graha Kemenkumham.
Peserta yang hadir berasal dari kantor wilayah mulai Sabang hingga Merauke, yang terjauh dari Aceh hingga Maluku Utara.
Kejuaraan ini merupakan kompetisi yang ditunggu-tunggu oleh para pegawai Kemenkumham, khususnya penggemar Kempo, karena selain menjadi wadah untuk berkompetisi, kejuaraan ini juga menjadi ajang untuk memperebutkan Piala Bergilir Menkumham Cup, yang pada tahun sebelumnya sukses digelar.
Kejuaraan yang berlangsung selama beberapa hari ini di LPKA Bandung tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk saling berinteraksi, bertukar pengalaman, dan memperkuat solidaritas antar pegawai Kemenkumham dari berbagai daerah.
Dengan semangat kebersamaan dan sportifitas yang tinggi, Kejurnas Kempo 2024 ini diharapkan menjadi ajang prestisius yang menghasilkan juara-juara yang siap membawa nama baik Graha masing-masing. Para peserta dari setiap Graha terlihat antusias mengikuti setiap pertandingan demi meraih Piala Bergilir Menkumham Cup II.
LPKA Bandung sebagai tuan rumah acara ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak atas terselenggaranya Kejurnas Kempo antar Graha Kemenkumham. Pelayanan dan fasilitas yang disediakan mendapat pujian dari para peserta dan tamu undangan, membuat suasana kejuaraan semakin meriah dan penuh semangat.
Turnamen ini diharapkan akan terus berkembang dan semakin mempererat hubungan serta sinergi antar pegawai Kementerian Hukum dan HAM dari seluruh Indonesia, sekaligus mengangkat seni bela diri Kempo di lingkungan Kemenkumham.
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung kembali menggelar kegiatan sosialisasi KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) dengan tema “Pembinaan Kesehatan Reproduksi Remaja”. Kegiatan yang berlangsung di Aula LPKA Bandung ini diikuti oleh 60 anak binaan. Kegiatan tersebut menghadirkan pembicara dari Sahabat Remaja, sebuah komunitas yang berfokus pada edukasi kesehatan remaja, khususnya remaja yang berhadapan dengan hukum.
Acara ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang lebih mendalam terkait kesehatan reproduksi kepada para anak binaan, mengingat pentingnya pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dalam upaya pembinaan dan pembentukan karakter yang lebih baik. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diharapkan bisa membantu anak binaan dalam memahami tanggung jawab atas kesehatan diri mereka di masa remaja dan masa mendatang.
Kegiatan KIE ini diisi dengan berbagai sesi diskusi interaktif yang membahas topik-topik seperti:
Pentingnya Kesehatan Reproduksi pada Masa Remaja – membahas aspek-aspek penting yang perlu diketahui oleh remaja terkait kesehatan fisik dan mental.
Pencegahan Penyakit Menular Seksual – memberikan informasi mengenai bagaimana menjaga kebersihan dan menghindari risiko penyakit menular seksual.
Perubahan Fisik dan Psikologis pada Masa Remaja – memberikan pemahaman tentang perubahan alami yang terjadi pada tubuh dan cara menghadapinya.
Peran Gaya Hidup Sehat dalam Menjaga Kesehatan Reproduksi – memaparkan pentingnya pola makan sehat, olahraga, dan kebiasaan positif lainnya untuk kesehatan reproduksi.
Anak binaan juga diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada para narasumber. Hal ini menjadi bagian dari upaya membangun dialog terbuka antara anak binaan dan para pendidik dalam menciptakan pemahaman yang lebih baik mengenai isu-isu yang mereka hadapi dalam keseharian.
Acara ini ditutup dengan harapan bahwa edukasi kesehatan reproduksi yang diberikan dapat menjadi bekal positif bagi anak binaan setelah mereka selesai menjalani masa pembinaan. Pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap pola pikir dan perilaku mereka di masa depan.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, LPKA Kelas II Bandung menunjukkan komitmennya untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan bagi anak binaan, tidak hanya dari segi pendidikan formal, tetapi juga dari segi kesehatan dan moral yang seimbang.
Dalam rangka memperkuat komitmen dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kepala LPKA Kelas II Bandung bersama Ketua dan Anggota Tim Zona Integritas (ZI) LPKA Bandung melakukan kunjungan studi tiru ke Lapas Kelas I Cirebon. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mempelajari langkah-langkah strategis dan inovasi yang telah diterapkan oleh Lapas Kelas I Cirebon, yang berhasil meraih predikat WBK dan WBBM pada tahun 2021.
Studi tiru ini dilakukan karena Lapas Kelas I Cirebon merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang telah menjadi percontohan dalam penerapan Zona Integritas di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM. Selama kunjungan, Tim ZI LPKA Bandung meninjau langsung implementasi program, inovasi, serta strategi yang telah diterapkan Lapas Kelas I Cirebon dalam mencapai predikat prestisius tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, tim LPKA Bandung juga diajak untuk berdiskusi langsung dengan para pejabat dan petugas Lapas Kelas I Cirebon. Topik diskusi mencakup berbagai hal, mulai dari penguatan integritas, pelayanan berbasis teknologi, hingga transparansi dan akuntabilitas yang menjadi landasan penting dalam pembangunan Zona Integritas.
Kegiatan ini diakhiri dengan kesepakatan untuk menjalin kerja sama berkelanjutan antara kedua UPT dalam rangka saling mendukung dan berbagi praktik terbaik dalam membangun sistem pemasyarakatan yang lebih baik dan berintegritas.
Dengan semangat yang tinggi, LPKA Bandung berkomitmen untuk terus berbenah dan memperbaiki pelayanan agar segera bisa meraih predikat WBK dan WBBM, demi mewujudkan lingkungan Pemasyarakatan yang bebas korupsi dan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.